
Pria dengan jenggot tipis disergap di kediamannya. Tindak tanduk kejahataan yang selama ini ia lakoni di balik layar pada akhirnya terungkap dengan sempurna. Niat hati ingat menghabisi Anisa, malah membuatnya harus terkurung di jeruji besi selama seumur hidup. Kasus yang menimpa kedua orang tua Anisa juga didalangi olehnya. Pria yang menyimpan dendam pribadi ke pada ayahnya.
"Sayang, orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa ibu sama ayah sudah ditangkap. Kabarnya sampai masuk disemua televisi.
Daniel datang sambil memberitahu, Anisa tersenyum senang mengetahui semua rasa sakit, kehilangan dan ttaumanya dibalas oleh sebuah keadilan. Pria yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri dengan tega menghabisi nyawa kedua orang tuanya hanya untuk sebidang tanah.
Hidup dipenuhi gelimang harta, bahagia di atas penderitaan orang lain. Kerabat dibuang hanya demi sebuah harta yang tidak bisa dibawa mati apalagi dibawa ke penjara. Risma menangis histeris saat sang ayah diringkus di kediamannya pukul dua dini hari.
"Lepaskan ayahku! Lepaskan!" teriak Risma kesal lalu luruh di lantai. la memohon kepada Anisa yang datang ke kantor polisi.
"Bagimu dia mungkin sosok ayah yang baik, Risma. Tapi tidak bagiku! Dia sudah menghilangkan masa kecilku saat masih bersama ibuku, dan sekarang dia juga yang sudah membuatku menderita!"
"Tidak, Anisa, kamu pasti salah Orang, aku mohon jangan lakukan ini." pintanya sambil berlutut.
“Eh, jangan mentang-mentang kamu Mantanku, bisa seenaknya Minta agar istriku memaafkan ayahmu." hardik Daniel kesal.
"Daniel, aku mohon sama. kamu, tolong bujuk Anisa supaya menarik kembali tuntutannya." Risma bersimpuh sambil menangis.
Sebenarnya Anisa tidak tega melihat lelehan air mata tersebut. Namun, kematian orang tuanya serta perjuangannya selama ini selalu terbayang dan berputar bagai sebuah film.
"Bagaimana jika kamu yang ada di posisiku? Bagaimana jika ayahku menghabisi ayahmu? Apa kamu akan memaafkan ayahku hanya dengan memohon dan berlutut? Meski air matamu diganti darah sekali pun, ayah, ibuku dan masa kecilku tidak akan pernah kembali." isak Anisa penuh emosional.
Risma terdiam dan tertunduk lesu mendengar semuanya. Ia tahu semua ini sangat berat baginya. Bagaimana ia kehilangan semuanya. Kedua orang tuanya yang mengalami kecelakaan, dan harus kehilangan adik yang sangat dia cintai. Lalu kembali kehilangan pria yang selalu memberinya cinta dan melepaskannya karena sebuah kebodohan. Pria yang yang mendekam di penjara merawatnya dengan penuh kasih sayang. Bagaimana mungkin pria itu menjadi penyebab kematian seseorang.
"Aku harus kehilangan sosok seorang kakak karena perbuatan ayahmu."
"Kakak?" tanya Daniel penasaran.
Selama ini Anisa tidak pernah memberitahu mengenai sosok kakaknya. la mengira istrinya anak tunggal.
"Namanya Bunga, Mas, terakhir aku bertemu dengan kakakku saat usianya masih belasan. Kami hanya beda beberapa tahun saja. Sebelum kecelakaan itu, dia dijemput oleh nenekku karena aku sama kedua orang tuaku hendak menghadiri sebuah perlombaan."
Risma yang masih terisak, terganggu dengan cerita masa lalu dari Anisa. la menghapus air mata dan mendekatinya.
"Nenek?" tanya Risma dengan suara pelan.
"Semuanya hilang karena ayahmu, Risma! Bagaimana bisa aku memaafkannya. Aku kehilangan segalanya!" teriak Anisa membabi buta. Danieldengan sigap mebawa sang istri kepelukannya untu ditenangkan. Bahunya terguncang mengingat semua hal buruk yang dia alami karena perbuatan satu orang.
__ADS_1
"Kau bilang tadi nenek? Kau berbicara mengenai sebuah kecelakaan?" tanya Risma dengan suara bergetar.
Anisa masih bergeming tanpa menjawab. "Jawab," ucap Risma pelan.
"Apa kamu masih ingin aku memaafkan ayahmu setelah semua yang menimpaku?"
Risma menggeleng, bagaimana bisa ia meminta agar Anisa memaafkan ayahnya. "Kamu tadi berbicara tentang nenek dan sebuah kecelakaan, tolong katakan sesuatu."
"Apa kamu mau mengorek luka lama istriku?" kesal Daniel yang tidak habis pikir dengan Risma.
Gadis itu kembali menggeleng lemah, "Aku juga kehilangan adik serta kedua orang tuaku dalam sebuah kecelakaan."
Anisa tersentak dalam pelukan Daniel. la merungkainya pelan dan menatap Risma dalam. "Jelaskan," ucapnya.
Risma pun menceritakan semua yang dia alami semasa kecilnya. Ceritanya sama dengan apa yang dialami oleh Anisa. Keduanya terperanjat dan Anisa ingat, kakaknya memiliki sebuah tanda lahir di kuping belakangnya.
"Apa kamu memiliki tanda lahir di kuping?" tanya Anisa dengan perasaan campur aduk.
Risma menunjukkan belakang telinganya dan Anisa syok. la menangid sejadi-jadinya dan segera memeluk tubuh Risma dengan erat. Daniel awalnya masih bingung dengan keduanya yang tiba-tiba berpelukan seperti teletubies.
"Kakak, aku pikir ... aku pikir kita tidak akan pernah bertemu lagi." isaknya.
karena kebodohannya. Selama ini ia sangat dekat dengan adik yang dia cari puluhan tahun.
Daniel masih spechless di tempatnya berpijak saat ini. Bagaimana mungkin mantannya berubah menjadi kakak iparnya dalam sekejap. Takdir aneh apa yang sedang ia jalani. Apa dia kualat karena sudah menghapus siaran Indosiar di rumahnya.
"Kenapa kakak bisa bersama pria itu." tanya Anisa setelah mereka selesai menangis.
"Karena pria itu yang mengadopsi Kakak setelah kepergian Nenek."
"Kenapa dia repot-repot melakukan semuanya setelah dengan tega menghabisi nyawa ayah dan ibu."
"Dia sangat menyayangi kakak Aya, kakak sampai merasakan sosok ayah hadir dalam dirinya. Bahkan memenuhi segala kebutuhan kakak dari kecil hingga sebesar sekarang."
Risma menghapus air matanya. Ia tidak pernah menyangka, pria yang selama ini sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri, sudah tega melenyapkan kedua orang tuanya. Untungnya Tuhan masih memberinya kesempatan untuk bertemu dengan adiknya.
Pada akhirnya mereka kembali berkumpul. Semua harta yang dimiliki oleh pria itu dialihkan atas nama Risma. la juga suda meminta maaf kepada Anisa dan Risma karena sudah melenyapkan saudaranya sendiri demi harta warisan. Kini dia sangat menyesal dan ingin menebusnya di balik jeruji besi.
__ADS_1
Risma dan Anisa sudah memaafkan pria itu yang tidak lain adalah pamannya sendiri. Risma sering menjenguknya sambil membawa rantang berisi makanan. Semua yang pernah direbut dengan paksa, kini kembali ke tempatnya.
Baik Anisa mau pun Risma, mereka berdua sama-sama sudah memiliki kebahagiaan sendiri. Risma menikah dengan pria yang sudah mencintainya sejak lama.
"Sayang, aku nggak nyangka loh, ternyata mantanku adalah kakakmu."
"Takdir kadang suka aneh,Mas ."
Mereka berdua terkekeh melihat pengantin yang sedang menghadapi ratusan tamu di pelaminan.
Savana sejak tadi menangis mencari ibunya. Laras segera datang dengan wajah Savana yang memerah.
"Anak Mama kenapa? Kasian Oma capek gendong kamu."
"Nangis mulu ini Anisa, mungkin dia mengantuk."
Beberapa kali bayi mungil itu menguap dan Anisa tahu jika anaknya ingin segera tidur.
"Mas , temani aku ke kamar."
"Mau ngapain?" bisik Daniel.
"Ini, savana tidur. Kamu gendong dia ya, aku kesulitan berjalan sambil menggendongnya karena pakai Sepatu tinggi."
"Come to Papa sayang," ucap Daniel dan langsung mengambil Savana yang tidak mau lepas dari ibunya. Bayi mungil itu seperti lintah.
"Astaga, ini anak manusia atau anak lintah. Lengket bener," keluh Daniel yang pada akhirnya bisa melepaskan pegangannya.
Sebuah kebahagiaan tidak bisa didapat kalau hanya mengandalkan satu orang, keduanya harus benar-benar berperan dalam membangun dan mendirikannya. Seperti halnya Anisa dan Daniel yang saling melengkapi.
Tamat....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
MAAF kalau ending tidak sesuai. Author hanya manusia biasa. Dan buat yg sudah setia menunggu cerita Terpaksa menjadi istri ceo. Author ucapkan terimakasih banyak, sasa salam kenal dari saya Aisyahanisa sampai jumpa di cerita berikutnya.
Untuk Season Dua Akan bercerita tentang kehidupan Savana anak dari Daniel dan Anisa. Mohon tunggu cerita Season kedua nya.....
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...