Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 31


__ADS_3

Sudah satu minggu Anisa dan Daniel menjadi orang tua untuk putri mungilnya yang ia beri nama Amarnjllis Savana Wijaya. Wajahnya selalu berseri meski rasa lelah bersarang di tubuhnya. Menjelang malam ia akan disibukkan oleh aktivitas putrinya yang pup, pipis dan menangis karena rasa lapar. Melihat Anisa yang kelelahan, ia tidak tega untuk itu segala keperluan Savana ia yang memenuhi kecuali menyusui. Putri kecilnya lebih suka asi ketimbang susu yang sering wara wiri di televisi.


"Sayang, Savana sepertinya haus."


Anisa mengambil tubuh mungil putrinya dari ranjang kecil yang terletak di samping istrinya.


Anisa membuka mata dengan sayu, rasa kantuk masih bergelayut manja. Terlihat dari seringnya ia menguap. la segera menyusui Savana dengan mata tertutup. Daniel menggelengkan kepala sambil tersenyum lembut. Jemari kokohnya bergerak menuju surai kecokelatan milik Anisa lalu mengelus perlahan. Anisa terlihat sangat nyaman dengan perlakuan suaminya. Pria itu terus mengusap lembut sesekali mengecup pelan puncak kepalanya.


"Kamu satu-satunya wanita yang sangat kucintai, jangan pernah pergi tanpa seizinku."


Anisa tersenyum mendengarnya. Mata yang menahan kantuk itu terbuka perlahan. Ia menatap Daniel dengan dalam sampai membuat pria itu sedikit grogi. Seharusnya ketampanannya tidak perlu membuat grogi datang menghampiri.


"Kamu juga pria yang memaksaku menikah denganmu, mana mungkin aku melepaskan pria kaya raya yang kini sudah menjadi suamiku." kekeh Anisa membuat senyum lebar terbit di sudut bibir Daniel.


"Karena Tuhan tahu bahwa kamu memang pantas untuk mendampingi pria tampan dan kaya sepertiku." serunya dengan bangga. Keduanya tertawa pelan.


Daniel melihat wajah cantik Anisa yang sedang menyusui putri kecilnya. la seolah terpesona akan kecantikan yang hanya bisa dilihat olehnya seorang. Anisa selesai menyusui Savana dan segera meletakkan ke boks bayi. la mengalihkan tatapannya keduanya bertemu pandang.


"Ada apa? Matamu sepertimu mau lepas saat melihatku. Apa pesonaku mulai berkembang biak," ucap Anisa dengan nyeleneh.

__ADS_1


"Kamu benar, Sayang." Daniel seolah dihipnotis.


"Gombal," ucap Anisa sambil melihat jam dinding. Rasa kantuk lagi-lagi datang. Daniel tertawa kecil sambil menyentil hidungnya membuat Anisa kegelian.


"Bagaimana rasanya jadi seorang ayah?" tanya Anisa saat keduanya berbaring. Tangan Daniel menjadi bantal Anisa.


"Sangat menakjubkan, Sayang. Rasanya seperti banyak kupu-kupu beterbangan. Entahlah bahkan kupu-kupu tidak cukup untuk menggambarkan rasanya."


Anisa tersenyum, ia menatap Daniel dengan dalam. Tatapannya seperti mengandung seribu makna.


"Apa arti kami berdua dalam hidupmu."


"Kalian ibarat sebuah nyawa, jika aku kehilangan kalian maka seluruh hidupku akan hancur."


Anisa memeluk erat tubuh tegap yang selalu membuatnya nyaman dan aman. Tubuh kokoh yang menawarkan sebuah pernikahan juga memberinya sebuah kebahagiaan. la pikir hidupnya akan seperti cerita dalam novel.Menikah lalu dicampakkan.


"Aku sangat bahagia memiliki kalian berdua." Dengkuran halus terdengar dari Anisa. la tampak sudah terlelap entah sejak kapan. Pria itu tersenyum lagi dan lagi. Mungkin selama bersama Anisa ia selalu tersenyum. Ia sampai takut terjangkit penyakit gula saking bahagianya.


la memutuskan tidur saat jam menunjukkan pukul 01:00 WIB. Besok ia akan meeting bersama kliennya. Ia tidak ingin bangun kesiangan akibat begadang. Namun, akhir-akhir ini Daniel sedang dilatih bergadang oleh putri tercintanya. Bayi mungilnya snagat suka mengganggu jam tidur istrinya. Tapi sebagai seorang suami yang budiman, ia menggantikan posisi Anisa untuk begadang.

__ADS_1


Istrinya sudah sangat lelah mengurus bayi mereka dari pagi hingga malam.


...**********...


...HAI!! Terima kasih buat para pembaca...


...yang sudah mendukung saya agar tetap...


...semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!! Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...


...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...


...( ⭐⭐⭐⭐⭐)...


...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...


...Terima kasih. 😘😘😘...


...***********...

__ADS_1


__ADS_2