Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 51


__ADS_3

Anisa kembali melamun. Ia takut kekhawatirannya menimbulkan masalah yang serius untuk suami dan buah hatinya. Orang yang tempo lalu menghubungi kini semakin berani menunjukkan niatnya. la harus memperingatkan suaminya untuk selalu berhati-hati. Karena tidak mau Daniel mengalami hal yang dialami kedua orang tuanya. Di dunia ini yang paling ditakuti oleh Anisa adalah manusia. Karena manusia lebih iblis dari pada setan, jin dan dedemit lainnya.


"Mas, kamu masih marah?" tanya Anisa lembut.


"Aku minta maaf kalau kamu masih marah."


Daniel menghentikan aktivitasnya memasang kemejanya.


"Aku bukan marah cuma kesal doang sama kamu."


"Emang apa bedanya."


"Ya jelas beda, kalau aku marah, aku nggak akan mengajakmu atau pun membalas bicaramu."


"Baiklah, tapi kamu beneran nggak marah lagi kan?" tanya Anisa memastikan.


"Wahai istriku yang tercinta, aku bahkan nggak berniat marah sama kamu."


"Terima kasih," ucap Anisa tulus.


la membantu suaminya memasang dasi. Anisa ragu harus mengatakan apa pada suaminya. la dilanda dilema antara harus memberi tahu atau biarkan saja. Tapi ini menyangkut keselamatan keluarga kecilnya. Orang itu bisa saja nekat melukai keluarganya.


"Em... Mas," ucap Anisa ragu.


"Kamu harus hati-hati mulai dari sekarang."


"Maksudmu dari kaum pelakor?" goda Daniel yang tidak menyadari kekhawatiran istrinya.

__ADS_1


"Mas ,aku serius! Kamu harus berhati-hati." suara Kanaya naik satu oktaf membuat pria itu kaget.


"Ada apa denganmu, hm?" tanya Daniel penasaran. Pasalnya sang istri bersikap aneh semenjak kemarin. Hal ini sejujurnya membuat ia was-was.


"Aku baik-baik aja, kamu hati-hati di jalan."


Daniel menatap mata Anisa dengan dalam. la memegang bahu sang istri dengan erat tapi tidak melukai istrinya.


"Sayang, aku ini suamimu, tempatmu berbagi suka, duka dan lainnya. Apa pun yang membuatmu tidak nyaman tolong katakan padaku. Masalah mu adalah masalahku juga sayang."


Mendengar ucapan suaminya. Anisa segera memeluk tubuh tegap Daniel dan menangis.


"Aku nggak mau kehilangan kamu."


Daniel mengernyit bingung mendengar ucapan istrinya. Setahunya ia tidak pernah membuat surat cerai atau semacamnya. Lagi pula buat apa ia meninggalkan istrinya.


Tangisan Anisa semakin menjadi. "Aku lebih baik bercerai dari pada harus kehilanganmu."


"Apa maksudmu Anisa."


la mengusap air matanya dan menatap mata suaminya dengan sendu. Air matanya masih tetap mengalir. Jemari kekar Anisa mengusapnya dengan lembut.


"Beberapa hari yang lalu ada nomor tidak dikenal mengancamku."


"Sayang, itu cuma perbuatan orang iseng yang kurang kerjaan."


Anisa menggeleng keras. "Enggak Mas, dia bukan orang iseng. Dia bahkan mengirim potomu. Lihat ini!" ia menunjukkan ponselnya pada Daniel.

__ADS_1


"Jadi ini alasan mu menyuruh kami segera pulang kemarin?"


Anisa menganguk. Daniel kembali mengamati poto tersebut sampai kemudian poto kedua membuatnya merinding. Sebuah pisau tepat berada di punggungnya. Ia teringat putrinya menangis kemarin. Apa ini alasan Savana menangis.


"Dia bahkan mengancam akan membunuhmu, Mas!" isak Anisa terdengar getir.


Daniel menatap istrinya yang sangat mengkhawatirkan dirinya. "Sayang, ku pasti kan tidak akan ada yang berani menganggu keluarga kita. Aku akan melindungi kalian."


Daniel tampak menghubungi seseorang. Salah satu temannya yang bekerja di kepolisian khususnya menangani kasus kejahatan. Kasus ini tidak bisa ia biarkan begitu saja karena sudah menyangkut nyawa putrinya. Bahkan semua menyangkut mental istrinya ya g bisa down kapan saja.


"Hai, Bro! Boleh kita ketemuan besok?" tanya Daniel dengan serius.


"Oke, makasih."


"Siapa?" tanya Anisa.


"Salah satu teman lama yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah ini."


Bersambung.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2