Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 8


__ADS_3

Kebahagiaan Tengah menyelimuti keluarga Wijaya. Pasalnya tidak lama lagi mereka akan memiliki cucu pewaris kekayaan Atmaja. Wijaya Anisa pikir ia akan mendapatkan sumpah serapah dari wanita yang saat ini sedang tersenyum melihatnya. Anisa tersenyum kecil menyambut tamu yang hadir di acara pernikahannya dengan Daniel. Lelaki Itu tampak menawan di balik balutan baju pengantin khas Jawa Barat. Anisa sering mencuri pandang ke arah pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya. Terkadang ya heran pada suaminya, Kenapa begitu ingin menjadikan ia sebagai istrinya. Padahal Jika dilihat orang akan berpikir kalau Daniel pasti melakukan hal-hal besar karena memperistrinya.


"Tampan tanpa pengawet. " Anisa terkikik sendiri dengan uncapanya.


"Saya tau ketampanan ini mengalahkan webtoon terlalu tampan." Raut wajah Daniel terlihat bangga setelah selesai memuji diri sendiri.


Ingin sekali Anisa Mengapa kepala suaminya dengan gagang cangkul biar jadi suami cangkul sekalian. Eh nanti Anisa durhaka.


"Masih lama lagi nggak Daniel? "


"Udah nggak sih, emang kenapa?" Daniel tampak khawatir. Mana tahu istrinya kelelahan dan bisa mengganggu kandungannya.


"Ini aku lagi itu.... " ucapan Anisa berhenti sejenak saat ia menahan sesuatu.


"Aku itu, Kamu itu kenapa? "


"Sesak pengen pipis tapi kayaknya bakalan berak juga" Cicit Anisa densangat pelan. Ia takut omonganya didenger oleh sang mertua.


"Apa!" teriak Daniel tanpa sadar.


Anisa mengerahkan segala tenaganya untuk mencubit pinggang Daniel dengan kencang. Pria itu terlihat kesakitan mata tamu undangan mendadak teralih dari makanan ke arah keduanya.


"Kalian kenapa?" tanya Laras heran.

__ADS_1


"Ini Ma, Anisa Sesok Popos Compos boroksss. " Anisa membungkam kejam mulut suaminya pria itu terlihat mangap bagai ikan kekurangan air.Apa Daniel sudah gila mau membocorkan rahasia penting tuh di depan semua orang.


" Mama aku permisi sebentar ."Anisa segera berlalu dari sana meninggalkan Daniel dengan penampilannya yang saha maha besar Allah tapi masih cakep.


" kamu pasti melakukan perbuatan tercela ya kan?" Laras melotot tajam menatap mata putranya.


" Mama apaan sih, sembarangan." kesel Daniel. kekesalannya membuahkan hasil ketika sebuah cubitan mendarat kasar daerah cubitan Anisa. rasa sakit serta sensasionalnya sungguh berlipat tubuhnya sudah seperti diskonan yang di sebuah banyak pelanggan.


Tamu undangan menatap interaksi mereka Sambil tertawa kecil. di mata mereka semuanya interaksi tersebut terlihat lucu dan menggemaskan. belum Lagi sama pengantinnya' hilang'.


" Terus kenapa Anisa membungkamkan mulutmu. kamu berbicara tidak senonoh?"


Laras menuduh putranya tanpa jeda. ketika menurut putranya menjadi sebuah hobi bagi Laras.


" Astaga mama, Anisa itu Ses...." ucapan Daniel kembali terpotong. Anisa datang sambil membawa minuman untuk Daniel.


" Wah, kamu perhatian sekali sayang, kau beruntung." Daniel memutar bola matanya kesal mendengar istrinya dipuji.


" Andai Mama tahu sifat aslinya yang oon." gumam Daniel dengan samar.


"Kamu bilang apa?" Laras menatap tajam putranya.


"Bukan apa-apa Ma." Dan ia segera meneguk air hingga Kandas.

__ADS_1


Acara yang melelahkan untuk keduanya Telah Usai. Anisa segera mengganti pakaian dengan baju tidur berukuran jumbo. sedangkan Daniel hanya memakai singlet. pria itu melongo melihat pakaian yang dikenakan oleh Anisa. setahu Daniel pakaian Anisa bukan seperti ini mengingat mereka pengantin baru. seharusnya Annisa memakai baju seperti yang dikenakan Bella Swan saat bulan madu bersama Edward Cullen. sungguh film yang sangat romantis menurut Daniel. namun, mengingat perilaku Annisa yang luar biasa, mengurungkan niatnya yang dulu pernah membara. Lihatlah pakaian yang sedang dikenakan oleh Anisa bahkan semut pun tidak bernafsu melihatnya.


" kenapa lo memakai pakaian badut?" Anisa meneliti pakainya dengan sesama.


" Ini baju tidur yang nyaman dipakai saat tidur." Daniel memutar bola mata malas, bagaimana ia bisa nafsu kalau istrinya dibungkus baju kebesaran.


" Biasanya pengantin wanita akan memakai pakaian seksi untuk menggoda suaminya."


" Haruskah? Aku tidak pernah tahu. buat kuliah dulu aku tidak pernah belajar mengenai hal tersebut."


Daniel ingin menelan bantal yang sedang ia pegang. mana ada pelajaran menggoda suami di kampus. kalaupun ada, dijamin kampusnya akan didemo oleh pasukan masih saja jomblo Abadi.


" Maksudku, kita tidak malam pertama?"


" bukannya kita sudah melakukannya."


" kapan?"


"Dua yang bulan yang lalu."


Daniel berhasil menelan air ludah. matanya mencakar bantal yang tidak bersalah sampai menembus kain yang membungkus bulu-bulu halus tersebut. tindakannya membuat Anisa ngeri. Bagaimana tega suaminya menghabiskan bantal yang tidak bersalah sama sekali. sungguh suami tega. lagipula, untuk apa membicarakan malam pertama mereka sendiri sudah melakukan beberapa bulan yang lalu. membicarakan mengenai Daniel memang tidak akan habisnya.


...******...

__ADS_1


...Happy Reading All 😉...


...******...


__ADS_2