
"Sayang ... aku pulang!" Teriaknya dengan keras.
Anisa yang sedang menyiapkan makan malam bersama pembantunya beranjak dari dapur. Ia datang sambil menggendong Savana yang sedang memainkan jemarinya. Sesekali ia terdengar berceloteh
riang.
"Uh, anak Papa," ucap Daniel sambil mengambil alih Savana.
"Anak Papa pasti kangen berat kan sama Papa yang tampan ini."
Anisa menggelengkan kepala melihat kelakuan suaminya. "Pegang Savana sebentar ya, aku mau nyiapin makan malam buat kita."
Daniel menganguk patuh, ia membawa Savana ke ruang keluarga dan memutuskan bermain di sana sembari menunggu istrinya selesai melakukan tugasnya. Sesekali ia tampak mengusili Savana denga mencubit gemas pipi gembulnya. Putrinya tampak memberontak seperti belut listrik. Andai ia memiliki gigi pasti Daniel akan berakhir mengenaskan di tangannya.
"Anak Papa imut banget sih, pasti karena Papa tampan ini," ucapnya dengan pede akut stadium akhir sambil tangan kanannya mencubit gemas pipi Savana.
Savana yang tidak setuju dengan pernyataan Daniel pun, memilih menangis dengan keras. la seolah sedang mengadu pada Anisa yang datang sambil menatap kesal ke arah suaminya. la mengambil putrinya sambil mengusap-usap kepalanya dengan lembut. Hal tersebut membuat Savana perlahan menutup mata dalam nyamannya dekapan hangat seorang ibu.
"Kamu apain sih Savana sampai nangis gini," ucap Anisa penuh selidik.
"Maaf, Sayang abis putri kita gemesin kayak aku, jadi aku nggak bisa menahan tanganku untuk tidak mencubit pipinya," ucap Daniel dengan senyum lebar.
Anisa melotot sempurna mendengar penuturan suaminya.
__ADS_1
"Pipinya sakit kalau kamu cubitin terus, apalagi kulitnya masih sensitif!"
"Iya, Sayang. Maafin deh, kapan-kapan nggak bakalan lagi," ucap Daniel sambil membuat simbol janji di tangannya.
"Emang nggak boleh lagi, ini yang terakhir kalinya." peringat Anisa. la kemudian melanjutkan kembali.
"Kamu pasti capek, ya kan?" tanya Anisa dengan lembut saat melihat gurat lelah terpatri di wajah suaminya.
"Kalau di kantor lelahnya terasa, kalau di sini lelahnya hilang karena ada kamu," ucap Daniel dengan lembut.
Anisa sampai dibuat tersipu oleh gombalan suaminya, pria itu semakin hari semakin pintar menggombal. Entah jurus dari mana yang ia pelajari.
"Yuk, ke kamar dulu," ajak Anisa sambil menggiring suaminya.
"Emang ngak boleh?" alis Anisa menukik tajam mendengar pertanyaan suaminya.
"Ya, kan biasanya kamu sukanya tengah malam."
"Masa, sih?"
Daniel segera membuka pintu dan mempersilakan Anisa masuk disusul oleh dirinya. "Kamu selalu lupa kegiatan kita."
"Kegiatan apa?"
__ADS_1
Anisa meletakkan putrinya ke ranjang mereka sambil memberi pembatas guling untuk melindungi putrinya agar tidak terjatuh dari ranjang. Daniel memperhatikan semuanya. Kini Anisa beralih ke hadapannya dan melepas jas yang dikenakan oleh suaminya. Daniel sampai dibuat senyam-senyum. la hendak menjangkau tubuh istrinya sebelum sebuah kalimat mematahkan khayalannya.
"Mandi dulu terus kita makan malam."
Anisa meletakkan jas suaminya ke ranjang kotor lalu berjalan ke lemari dengan lebar empat pintu ana tinggi dua setengah meter. Pintunya dilengkapi kaca panjang. Ia mengambil pakaian santai yang akan dikenakan oleh suaminya sampai ke ****** ********. Lalu ia meletakkan di atas ranjang. Daniel masih mematung di tempatnya seolah enggan beranjak.
"Kok belum mandi."
"Emang kamu nggak pengen gitu mandiin aku?" tanya Daniel dengan wajah penuh harap.
"Kalau mandiin kamu, kita akan telat makan malam. Udah buruan mandi sana, nanti keburu malam kan nggak baik buat kesehatan."
Daniel memanyunkan bibirnya saat melangkah ke kamar mandi. Padahal barusan ia sudah membayangkan adegan iya-iya bersama sang istri. Namun, suasana romantisnya dibuyarkan oleh kekejaman istrinya. la sampai mengelus dada menahan agar tidak menerkam sang istri. Bukan apa, dia hanya takut babak belur.
Bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1