Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 7


__ADS_3

Anisa hanya mampu menggigit bibir saat tangan Daniel mencubit pinggangnya. Raut yang terlihat aneh membuat Laras penasaran. Apalagi tingkah keduanya semakin mencurigakan. Jika keduanya benar-benar membohonginya maka tidak akan ada ampunan sedikitpun.


"Kamu kenapa, Anisa? " tanya Laras dengan tatapan mencurigakan apalagi Anisa tampak menahan sesuatu dan terlihat jelas dari wajahnya.


"Hah! Tidak, Nyo eh Ma. ada semut, " ucapnya sambil menggosok pinggangnya yang terasa nyeri.


" Semut? Mana semutnya?" Tanya Angga sambil mengambil sebuah majalah untuk membunuh semut yang mengganggu Anisa.


"Papa mau ngapain?"Daniel bertanya heran.


" Mau membunuh semut nya.Annisa bilang ada semut," Ucap Angga serius. Daniel menegak ludahnya kasar. papahnya ada-ada aja.


"Jadi, apa kalian pacaran?"


"Tidak! "


"Ya!"


Untuk kedua kalinya keduanya memberi jawaban berbeda.Laras menatap putranya garang.


" Apa ada yang kamu sembunyikan dari mama?" Suaranya terdengar tegas.


"Ti.... tidak, Ma. " jaeab Daniel sedikit terbata.


Anisa sudah Berkeringat dingin di tempatnya. Ia mengutuk Daniel yang mengajaknya menemui kedua orang tuanya tanpa persiapan .harusnya dan nya mau mengajaknya bekerja sama sepedanya beri dia pengarahan atau apapun.


"Jawab dengan jujur Daniel! " teriak mamanya yang tidak bisa diajak kompromi lagi.


Angga sendiri berusaha menenangkan istri tercintanya dari darah tinggi. Di tengah ketegangan yang melanda, perut Annisa terasa dikocok. rasanya mual mulai mendominasi rongga mulutnya. dengan segenap keberanian yang ia miliki Anisa bertanya kepada Laras atau kamar mandi.


meskipun ia tahu kalau sedang marah besar tapi tidak mungkin dia bertanya pada Daniel.


Laras mengalihkan tatapannya kepada Anisa titik iya melihat wajah wanita itu sedikit pucat dan seolah sedang menahan sesuatu. Laras menunjukkan letak kamar mandi yang berada di seluruh bagian dapur selepas kepergian Annisa Laras kembali mengintrogasi Daniel. Terlihat khawatir dengan Anisa. Sekitar 20 menit kemudian Anisa tidak kunjung kembali Daniel panik.


"Mama, nanti aja lanjutin marahnya.Anisa nggak balik-balik, " ujarnya sambil berjalan meninggalkan keduanya orang tuanya menuju toilet.


Baik Laras dan juga Angga segera mengikuti langkah putranya. Faniek tampak mengetuk pintu.


"Anisa, Anisa! apa kamu masi di dalam! Panggilnua sedikit keras."

__ADS_1


Namun, tidak ada jawaban sama sekali. Laras dan angga juga turut memanggil Anisa. Mereka bertiga sudah terlihat panik Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Anisa bisa mereka yang akan diserahkan oleh keluarganya Annisa.


"Ma, Annisa ngejawab panggilan kita apa dia pingsan? "


"Hus! Sembarangan,tapi bisa jadi Nak. Ayo kamu dobrak ajah pintunya! " peritah Laras.


Daniel sudah mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu nya. kemudian gagang pintu berbunyi dan terbuka pintu toilet.


"Maaf, " Ucap Anisa kemudian jatuh pingsan di pelukan Daniel.


Laras dan Angga semakin dibuat khawatir. Laras dengan cepat segera menghubungi dokter pribadi mereka.Daniel segera membuat tubuh Anisa ke kamarnya atas perintah Kanjeng Ratu Lima Belas menit kemudian seorang dokter telah sampai segera memeriksa kondisi Anisa atau bahagia dan heran melihat jelas di wajah tuannya.


"Siapa ini? " tanyanya


"Dia kekasih Daniel, Ram. " jelas Angga.


"Saya pikir mereka sudah menikah. " Ram berdehem.


Laras dan Angga menatap Rama dengan heran apalagi kalimat yang diucapkan Rama tampak aneh. wajah Dokter Ram terlihat timbang menatap keduanya.


"Dia sedang mengandung Enam minggu" terang Dokter Ram dengan serius.


Pikirannya negatif mulai menjalar dibenaknya. Dari mana putranya membawa gadis yang sepertinya dan menemuinya. ternyata ini yang disembunyikan oleh keduanya. ia menatap kearah Daniel dengan wajah garang dan siap untuk memberi pelajaran namun, tidak akan adil jika hanya memberi pelajaran pada Satu belah pihak, maka ia akan menunggu sampai Anisa sadar Sepuluh menit menit kemudian Anisa sadar. ia menatap semua orang yang ada sana tatapan tajam tak bersahabatan dilemparkan Laras padanya ia tahu arti dari tatapan orang tua dan dia padanya untuk itu sangat tahu diri untuk tidak melanjutkan rencana Daniel.


"Aku harus pulang. " ucapnya dengan takut.


"Kau memang harus pulang! " intinasi tersbut terdengar tajam.


"Mama, sebenarnya.... " ucapan Daniel terpotong oleh bentakan Laras.


"Kalau kamu membayar dia hanya untuk membatalkan perjodohan dengan wanita pilihan mama. Kamu salah besar! Mama akan tetap menjodohkan kamu sama dia. "


Anisa gemetaran melihat keganasan Laras. Daniel menyugarkan rambutnya dengan kasar. Kenapa semua jadi kacau seperti ini. bukan ini yang diharapkan akan terjadi.


" Apa yang kamu harapkan dari wanita ini belum menikah tapi sudah hamil dan tidak tahu anak siapa!" mata Laras terlihat sinis dan jijik secara bersamaan.


Anisa menangis mendengar makian dan hinaan yang dilemparkan Laras padanya. ia tahu dan memahami reaksi wanita itu, siapa pun di dunia ini tidak ada orang yang tidak jelas berada dalam lingkungannya.


"Maafkan saya Tante, " ucap Sniss menangis.Ia hendak bsngkit dari duduknya, tapi lenganya ditahsn oleh Daniel. Pria itu menatapnya dengan iba.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu pergi kemana pun Anisa, " ucap Daniel lembut.


" Daniel Apa yang kamu lakukan kamu nggak mendengarkan ucapan mamamu barusan ? suara Angga Ikut meninggi melihat kelakuan putra kebanggaannya.


"Ma,Pa dengekan Daniel dulu, " ucapnya memohon.


"Tidak ada yang perlu di dengarkan sekarang juga kamu bahwa Gadis itu pergi dari sini,sekarang!" Teriak Laras garang. Ia tidak percaya putranya membawa wanita sehina itu untuk menemuinya dan memperkenalkan sebagai kekasihny.


"Aku tidak akan melakukannya,Ma."


"Kenapa? Apa kamu sudah gila! "


"Karena anak yang dia kandungan Anisa ituh anak Daniel Ma. Anaknya Daniel." teriak Daniel. Bola mata Angga dan Laras hampir saja keluar dari tempatnya mendengar kalimat paling mematikan itu.


Keduanya tampak terdiam ditempat, Anisa sendiri sudah tahu akan Seperti apa endingnya. ia yang yang terlalu berharap bahwa orang kaya tidak akan memandang status nya tapi ternyata semua anggapannya salah, apa yang dialami tokoh dalam novelnya benar tidak ada keluarga kaya akan benar-benar menerimanya.


"Syukurlah! "Teriak Laras dengan wajah bahagia.


" Kalian akan menikah secepatnya!"


Anisa dan Daniel melongo melihat perubahan sikap Laras yang menurut mereka sangat plin-plan.


" Kamu Daniel, Akan mama hukum karena sudah berani melakukan hal itu sebelum menikah " Ia menjewer telinga putranya kemudian beralih kearah Anisa yang menatapnya dengan ketakutan.


" Kamu, harus mau menikah dengan anak Mama yang kurang ajar ini. Anisa Maafkan Mama karena sempat menghinamu tanpa mencari tahu terlebih dahulu, Maafkan Mama sayang. "


" Mama nggak salah kok, semua ini terjadi karena kesalahan Saya, bahkan Daniel sama sekali tidak bersalah. "


" kamu tidak perlu membela Si Nakal ini, berani-beraninya dia sudah membuatmu merana. pokoknya kalian harus menikah dalam waktu dekat ini!"


Sekarang Annisa tahu dari mana sikap dictator Daniel.


"Yes! " teriak Daniel senang sembari memeluk ibunya dengan sayang tapi kemudian ia mengaduh kesakitan saat perutnya dicubit dengan kekuatan penuh.


...******...


...Happy Reading All 😉...


...******...

__ADS_1


__ADS_2