Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 21


__ADS_3

Kamu pembunuh, Pembawa sial! Kelahiranmu menjadi sebuah petaka dalam keluarga ini. Harusnya kamu tidak pernah lahir! Anisa bangun dengan napas menggila. Kerongkongan seperti tercekik sesuatu. la melihat jam sudah dini hari. Melihat ke samping, kosong. Suaminya tidak ada di sana. Ia hendak mengambil gelas yang biasanya berisi air dan ternyata kosong. Ia bangun untuk mengambil air ke dapur sekalian mencari Daniel. la menuruni anak tangga dengan hati-hati. Melewati ruang tamu ia segera melipir menuju dapur dan melepas rasa hausnya.


Selesai dengan ritual malamnya,Anisa berjalan pelan menuju lantai atas, di terlihat pintu balkon sedikit terbuka. Ia segera menuju kesana. Niatnya hendak mengagetkan Daniel , ia malah dibuat kaget akan isi percakapan suaminya. Pegangan Anisa terlepas dari gagang pintu.


la berjalan dengan derai air mata membanjiri kedua pipi. Suaminya sangat tega. Ia sedang hamil begini tapi pria itu bermain gila di belakangnya.


"Iya terima kasih sayang atas bantuannya." Daniel mematikan panggilan. Ia kembali berjalan ke kamarnya.


Di kamar, ia melihat istrinya tidak ada di sana. Daniel mengira Anisa sedang di kamar mandi. Ia memilih berbaring. Sepuluh menit kemudian, ranjangnya tak kunjung berisi, ia tidak merasakan adanya pergerakan. Perlahan Daniel membuka mata dan kosong. Ia bangun sesegera mungkin menuju kamar mandi dan nihil. Istri polosnya tidak ada di sana. Ia mulai panik, mencari Anisa ke dapur, bahkan membuka kulkas. Takut istrinya nyasar di sana. la membuka semua ruangan yang berpotensi menjadi tempat persembunyian, nihil. Istrinya tidak ada di mana pun. Daniel mendadak histeris dan berteriak memanggil Anisa. Laras dan Angga yang sedang tidur lelap pun ikut terbangun akibat gedoran dari luar.


Laras membuka pintu dengan mata lima watt. Sampai sebuah pukulan membuatnya sadar.


"Maaf, Daniel pikir wajah Mama masih pintu," ucapnya sambil terkekeh.


"Dasar durhaka!" kesal Larad.


"Ma, ngutuknya nanti aja. Ini Anisa hilang Ma, nggak ada di mana pun.


Laras kanget mendengarnya.


"Kamu apakan menantu kesayangan Mama, hah!"


"Mama, nanti aja marah-marahnya. Sekarang kita harus mencari istri Daniel."


"Ada apa?" tanya Angga sambil menguap. Belek di matanya masih bertengger nyaman tanpa ia sadari.


"Nanyaknya nanti aja Pa, ini istri Daniel hilang. Bantu cariin Pa." rengek Daniel dengan wajah khawatir.


Mereka bertiga mencari Anisa sambil memencar ke seluruh penjuru rumah. Mereka mencari sampai pukul 05:30 WIB. tidak membuahkan hasil. Sampai ruang tamu terbuka dan menampilkan wajah Anisa dengan mata sembab. Mereka melihat ke Anisa sambil mengernyit heran lalu menepok jidat. Mereka tidak terpikir untuk mengecek kamar tamu. Laras mendekati Anisadan bertanya.


"Sayang, kamu ngapain di sini. Suami kamu khawatir loh nyariin kamu Nak." Laras menatap lembut wajah menantunya.


Daniel hendak berjalan ke arah istrinya. Namun, wanita itu terlihat enggan untuk sekadar melihatnya. Laras dan Angga mengernyit heran.


"Nak ada apa, hm?".

__ADS_1


"Ma, Pa, Naya nggak mau lihat wajah Daniel. Dia...." isakan kecil kembali lolos dari bibirnya.


"Ada apa dengan Daniel ? Apa dia menyakiti kamu sayang?"


Anisa menganguk pelan lalu menarik ingusnya agar tidak jatuh. "Daniel selingkuh Ma." beritahunya.


"Sayang, apa ini semua?" Daniel mendekat perlahan dengan wajah kebingungan.


"Aku udah tau semuanya, kamu tidak perlu lagi bersandiwara." tukas Anisa terisak pelan.


"Tahu apa?"


"Kamu selingkuh!" Hardiknya.


Laras beserta suami sudah menatap putranya dengan garang. Jika benar Daniel selingkuh, mereka akan mengulitinya hidup-hidup. Meski Daniel adalah putranya, tapi perbuatan menduakan pasangan tidak bisa mereka tolerir. Bagaimana pun Daniel harus diberi pelajaran kalau benar melakukannya.


"Tolong jelaskan sayang, di bagian mananya aku selingkuh."


"Kamu tidak perlu berpura-pura bodoh!"


"Aku memang sedang bodoh!" teriak Daniel kesal. Anisa kembali menangis. la memeluk tubuh Laras dengan tubuh gemetar.


Daniel menarik napas panjang, ia sudah kelewatan karena berteriak di depan istrinya.


"Sayang, aku nggak selingkuh sama sekali."


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu!"


"Terus, kamu maunya apa?" Daniel menjambak rambut frustrasi.


"Kamu menggunakan panggilan itu untuk kekasihmu!" suara Anisa sudah terputus-putus.


"Aku tidak punya kekas...." ingatan Eiden kembali ke beberapa puluh menit yang lalu.


la lalu tertawa menyadari istrinya sudah salah paham.

__ADS_1


"Lihat Ma, sekarang dia menertawakan Naya." Anisa pergi ke lantai atas dengan wajah sembab.


Laras melototkan matanya melihat kerah Daniel.


"Jangan membuat wanita hamil menangis, selesaikan dengan damai. Kalau pun ada yang harus pergi dari rumah ini, itu bukan menantu kesayangan Mama tapi kamu!"


Daniel terdiam setelah kepergian kedua orang tuanya. Ia naik ke atas untuk memperjelas semuanya.


"Anisa ." Daniel sampai memangilnya tiga kali. Namun, tidak ada sahutan.


"Sekarang kamu memanggil namaku, ucap Anisa dengan suara serak.


Daniel menghela napas pelan. "Sayang."


"Jangan memanggilku sayang!"


"Kamu salah paham, sayang itu ...."


"Sayang itu selingkuhanmu, kamu memanggilnya sayang!" tangis Anisa pecah. Entah kenapa sekarang ia sangat cengeng. Ia mengeluarkan ponselnya lalu memanggil seseorang. Tak lupa ia membesarkan volume suara.


"Selamat pagi, dengan Sayang di sini! Ada yang bisa saya bantu?" terdengar suara operator dari seberang.


"Mbak, batalkan kejutan yang saya pesan tadi malam." Daniel lalu mematikan ponselnya.


Anisa menatap Daniel dengan canggung, ternyata ia sudah salah paham. Dia mendekati suaminya sambil berkata.


"Aku lapar." Sambil menyunggingkan senyum, "Kejutannya juga, jangan dibatalin."


Daniel tersenyum kering dan membenamkan wajahnya di bantal, untung istrinya wanita yang dia cintai, coba kalau tidak. Sudah melayang ke udara bersama angin.


...******...


...Hallo guys saya author baru nie jangan lupa dukungan nya iya , maaf kalau masih ada kata-kata yang sulit kalian pahami mohon maklum saya baru belajar....


...******...

__ADS_1


...Happy Reading All 😉...


...******...


__ADS_2