Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 42


__ADS_3

Anisa menggendong Savana dan membawanya kepada Daniel yang sedang bersama Bagas di ruang tamu. Bagas menatap takjub pada putri dari sepupunya yang terlihat sangat cantik. Lagi-lagi ia melihat wajah Anisa . Daniel yang menyadari hal tersebut berdehem tajam penuh peringatan. la kemudian beralih pada putrinya.


"Anak kesayangan Papa, makin lama makin cantik aja."


"Ya dong, kan anaknya Mama makanya cantik." Anisa menirukan suara khas anak kecil.


"Mama memang sangat cantik, makanya Papa mau sama Mama, ya kan sayang." Daniel menciumi wajah Savana yang sedang memilin jemarinya dengan gemas. Sesekali mengulumnya.


Interaksi mereka tidak luput dari pengamatan Bagas yang tersenyum masam melihat kebahagiaan mereka. Dia jadi ingin memiliki istri yang wajah pas-pasan tapi hidup bahagia dengan anak-anaknya.


"Sayang, kapan lagi Savana imunisasi?"


"Minggu depan, kenapa?" tanya Anisa .


"Tadi Mama telpon katanya mau nemenin Savana imunisasi."


"Loh, Mama udah kembali Mas . Kapan?" tanya Anisa antusias.


"Mama belum pergi Sayang, besok baru pergi." Daniel terkekeh mendengar istrinya.


"Lah, kirain Mama udah pergi Ke Jombang."


"Masih besok, Sayang."


Keduanya dikagetkan oleh deheman Daniel yang memperhatikan mereka seperti pajangan. Bedanya ia pajangan yang bisa bergerak dan memiliki perasaan.


"Kamu kehausan?" tanya Anisa tanpa mengalihkan tatapannya dari Savana.

__ADS_1


"Gue bukan kehausan, cuma kayak patung aja di sini, terlihat tapi diabaikan." sindir Bagas kesal.


"Anak Mama haus, ya!"


Bagas tersedak lagi oleh dahaknya. Bagaimana bisa Daniel hidup bersama wanita seaneh Anisa . la mulai berpikir untuk meminta wanita yang sama seperti Anisa pada Daniel .


"Bro! Lo nemu Anisa di mana?"


"Mau apa nanyak-nanyak istri gue, jangan bilang mau nikung!"


"Emang boleh ditikung?" tanya Bagas pura-pura polos.


"Boleh, asal Io bersedia kehilangan hidup selamanya!" ancam Daniel tajam.


Bagas bergidik ngeri melihat kelakuan Daniel . Seingatnya Daniel dulu dingin apalagi semenjak ia ditinggal pergi oleh Risma. Tapi lihatlah sekarang, pria itu seperti baru menetas dari tempurung yang baru. Sudah lama ia tidak melihat pria itu sebahagia ini.


"Dan , lo nggak ada kontakan lagi sama Clara semenjak kejadian itu?"


Bagas ingin sekali mengetok kepala sepupunya dengan sendok kayu. Masa mantan sendiri dilupakan, Keterlaluan!


"Man ...." ucapan Bagas terpaksa digantung saat Anisa berteriak histeris.


"Kenapa, Sayang?" tanya Daniel


"Mas , kamu dengar nggak tadi!" Suara Anisa terdengar kegirangan.


"Dengar apa?"

__ADS_1


"Savana berceloteh dan manggil Mama."


"Seriusan?" tanya Bagas tidak yakin.


Anisa mendengus kesal. Melihat wajah Bagas membuatnya mual seketika. Pria itu benar-benar membawa aura negatif untuknya.


"Wah, anak Papa pinter banget dong. Tapi masa cuma manggil Mama aja. Papa juga pengen dipanggil, Nak." celoteh Daniel sambil tersenyum senang.


Anisa tersenyum geli melihat Bagas seperti cacing kepanasan.


Dering panggilan membuyarkan perhatian Anisa dari Savana. la segera melihat ponsel yang ia letakkan di meja pojok ruangan. Keningnya bekernyit bingung. Nama si penelpon tidak terdaftar di kontaknya. Kemudian tidak lama setelah itu ia menerima sebuah pesan. Wajah Anisa berubah kaku saat membaca barisan pesan yang tertera di sana. Jantung yang awalnya beritme biasa kini memompa dengan sangat cepat. la hampir limbung. Namun, sebuah tangan menahannya.


Daniel menatap heran gerak gerik istrinya yang terlihat tidak nyaman. Ia mendatangi Anisa, saat ia sampai tubuh istrinya hampir saja jatuh.


"Sayang, kenapa?" Daniel bertanya khawatir.


Anisa meletakkan ponselnya ke meja. la menatap Daniel dan Savana dengan sendu. la tidak ingin lagi kembali jatuh seperti kemarin. Ia kini punya kekuatan, suami dan putrinya. la harus kuat!


"Kau tidak akan bisa menghancurkanku seperti dulu lagi Bima!" Peringat Anisa dalam hati.


Nama pria itu selalu melekat dalam benak Anisa , mengingat namanya saja sudah membuat Anisa muak. Mungkin jika dia memiliki kekuatan, maka akan dia ubah menjadi katak atau makhluk lainnya.


Bersambung....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗

__ADS_1


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2