
Bagas menatap lekat sosok Anisa yang sedang berdiri di sebelahnya. Jika dilihat meski wajah Anisa pas-pasan. Namun, ada sesuatu yang menarik dari diri Anisa, wanginya yang khas bayi dan asi menguat saat wanita itu berada di dekatnya. Lalu Bagas menatap lagi dengan seksama.
"Maaf, bisa dikondisikan matanya." tegur Anisa saat melihat Bagas memperhatikannya.
"Maaf, hanya saja kamu tidak cocok jadi pembantu di sini."
Anisa memutar pelan bola natanya. la tidak ingin repot-repot memperjelas statusnya di rumah ini. Biarkan waktu yang memberitahunya. Meladeni pria seperti bagas hanya akan membuang tenaganya yang berharga. Lebih baik dia melanjutkan aktivitasnya.
"Nama kamu siapa?" tanya Bagas serius. la mencoba peruntungan. Mana tahu bisa seperti pria-pria dalam novel yang menggaet seorang pembantu.
"Sania," jawabnya asal. Daniel tersenyum manis.
"Nama yang indah."
"Nama indah kalau dilihat dari ujung sedotan." gumam Anisa pelan.
"Kamu bilang apa barusan?" Bagas turut mendengar Anisa bergumam pelan hampir seperti bisikan.
"Bapak lebih manis kalau tetap diam tanpa bicara."
"O begi ... apa kamu bilang'"kesalnya lalu melanjutkan kembali kalimatnya.
"Saya nggak tahu dari mana Daniel mendapatkan pembantu kurang ajar seperti kamu. Tapi saya harap dia segera memecatmu." dengkus Bagas kesal. Mana pernah sejarahnya ada pembantu yang kurang ajar, seperti wanita yang berdiri di depannya dengan wajah polos minta dijambak.
Bagas hendak melanjutkan kalimatnya. Namun, suara pintu terbuka mengalihkan atensinya. Pria itu segera bangun dari duduknya dan menghampiri Daniel .
"Hai, Bro! Lama nggak ketemu," ucap Bagas saat melihat Daniel berjalan mendekatinya.
"Kapan sampainya?" tanya Daniel tanpa minat. Karena sesungguhnya ia tidak suka kehadiran Bagas di rumahnya saat ini mengingat hari ini cita-citanya ingin menghabiskan waktu bersama istri tercinta.
__ADS_1
"Ayolah, Bro! Mana sambutan yang biasanya lo kasih ke gue." melas Bagas membuat Daniel jengah.
"Ada apa datang kemari?" tanya Daniel sambil melihat heran pada istrinya yang masih berdiri.
"Gue rencananya akan menetap di Indonesia, bokap minta gantiin posisinya di perusahaan."
"Oh, gitu."
"Cuma itu tanggapan lo!"
"Terus maunya tanggapannya gimana. Nggak usah lebay!" dengkus Daniel masih melihat pada istrinya.
Bagas melihat tatapan Daniel yang berbeda dari biasanya. Pria itu sangat mengenal Daniel .
"Lo lagi jatuh cinta ya?" bisik Bagas .
"Maksudnya?"
Daniel tidak begitu memperhatikan siapa yang ditunjuk oleh Bagas karena dia sedang sibuk menatap istrinya. Setahunya tidak ada pembantu dengan status masih gadis di rumahnya.
"Nggak level kali main sama pembantu."
"Itu mata lo natap pembantu dengan penuh cinta. Gue kenal sama lo bukan setahun dua tahun ya. Tapi bertahun-tahun, jadi gue tau arti tatapan lo."
Daniel mengambil majalah yang ada di mejanya lalu memukul kepala Bagas . la sangat kesal karena pria itu menyebut istrinya sebagai pembantu.
"Kurang ajar banget jadi umat, dia istri gue begok!" maki Daniel membuat Bagas tersedak air liurnya sendiri.
"Sayang, kamu ngapain berdiri di sana."
__ADS_1
"Lagi memerankan peran pembantu, cocok nggak?" kesal Anisa membuat Bagas dihantui rasa bersalah dan malu.
"Ini pasti kerjaan lo kan! Gila aja, wanita secantik istri gue dibilang pembantu!"
"Ya habis penampilannya sederhana banget."
"Jangan menilai orang dari penampilannya! Lo nggak tau aja istri gue gimana garangnya kalau marah."
Bagas menatap Anisa dengan mata takut-takut.
"Maaf Sania , saya nggak bermaksud kurang ajar sama kamu."
Daniel mengerutkan alis saat mendengar Bagas memanggil nama istrinya dengan sebutan Sania . Kemarahannya kembali mencuat setelah mendengar sepupunya
memanggil dengan suka hati.
"Lo keterlaluan banget, setelah menganggap istri gue pembatu sekarang lo nuker-nuker nama istri gue.
"Loh, nukar gimana, Sania sendiri kok yang bilang kalau namanya itu. Iya kan Sania ," ucap Bagas meminta pembenaran.
"Ah, masa!" Anisa berujar ketus. Bagas dibuat mati kutu oleh Anisa yang sudah mengerjainya tapi tidak bertanggung jawab.
"Kurang ajar lo Bagas !" kesal Daniel . Nama istrinya beautiful begitu malah diubah seenaknya.
Bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
__ADS_1
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...