Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 33


__ADS_3

Savana menatap takut-takut mata Daniel. Gadis kecil nan mungil itu sedang berada dalam pangkuan pria itu. Sedangkan sang ibu sedang berperang di dapur bersama sang nenek. Daniel masih asyik menatap mata bulat putrinya yang terlihat sangat menggemaskan. Ia memelototkan mata guna menghibur Savana. Namun, suara nyaring tangisan terdengar sampai ke telinga Anisa. Laras sudah paham betul tabiat anaknya yang bisa dikatakan keterlaluan.


"Ma, Anisa naik dulu, pasti Daniel mengganggu Savana lagi." desahnya membuat Laras menganguk sambil tersenyum.


Wanita itu mulai menaiki anak tangga satu persatu. la mengepalkan tangan saat tangisan putrinya tidak kunjung berhenti. la membuka pintu dengan kesal.


"Kamu apakan lagi putri kita?" tanya Anisa langsung lalu mengambil alih tubuh mungil putrinya.


"Aku hanya menatapnya karena sangat gemas," ucap Anisa sambil menatap ujung kaki istrinya.


"Daniel, kalau kamu menatap kakiku, artinya kamu sedang berbohong." dengkusnya.


"Aku tu nggak bermaksud loh, sayang buat Savana nangis. Cuma, wajah putri kita sangat menggemaskan. Lihat bola matanya yang bulat dengan netra kehitaman, itu sangat menggemaskan."


Anisa menghela napas pelan mendengar alasan Daniel mengganggu putri kesayangannya.


"Pokoknya ya, kalau kamu gangguin lagi, tidur di luar selama satu bulan!"


Ancaman Anisa jelas membuatnya merinding tujuh keliling. Pria itu tampak menyatukan kedua tangan dan mengucap janji suci yang kesekian kalinya.


"Baiklah, istriku tapi malam ini kita jadi kan," ucapnya dengan genit.Tangannya membentuk isyarat keharmonisan.


"Malas KB, tunggu usia Savana lima tahun."

__ADS_1


Daniel menatap tidak percaya akan ucapan sang istri. Putrinya saja baru berusia satu bulan, bagaimana bisa dia menunggu empat tahun sebelas bulan. Ini sungguh tidak adil.


"Kenapa? Keberatan?" tanya Anisa sambil menaikkan alisnya.


la perlahan merebahkan tubuhnya ke ranjang sembari membaringkan tubuh mungil yang kini melihat ke arahnya dengan mata berbinar.


"Anak Bunda cepat besar ya, supaya Papa nggak gibahin Bunda ke temennya," ucap Anisa yang disambut gembira oleh bayi tersebut. Seolah paham dengan celotehan sang ibu.


Daniel berdecih menatap keduanya, lalu ikut berbaring bersama keduanya. la menopang tubuhnya dengan tangan kanan. Mata tajam nan tampan itu menatap Anisa dengan seksama. Setiap kali ia menjelajahi wajah sang permaisuri, hatinya selalu menghangat. Matanya kemudian beralih ke bayi mungil yang sedang menyusu dengan niikmat tanpa merasa terganggu.


"Daniel , apa yang akan kamu lakukan kalau suatu saat aku tidak seperti yang kamu kenal?"


Daniel menegakkan tangan yang memangku tubuhnya. la cukup tersentak dengan ucapan Kanaya.


"Lupakan, itu hanya seandainya." kekeh Anisa.


Daniel tahu jika tawa itu hambar, ia tidak suka jika wanita yang sangat ia cintai merahasiakan sesuatu darinya. Namun, ia tidak ingin memaksakan kehendak yang bisa saja melukai hati Anisa. bagi Daniel , kebagaiaannya adalah Daniel, maka ia harus bisa membuat wanita itu selalu merasa bahagia saat berada di sisinya.


"Dengar, apa pun yang kamu maksud Sayang, kamu akan selalu berada di sini." tunjuk Daniel pada dadanya.


"Bagaimana kalau aku memiliki sesuatu yang akan kamu benci nantinya?"


"Maka aku bersumpah, jika aku membencimu, petir akan menjadi saksinya. la akan menyambarku saat aku menyakitimu."

__ADS_1


Suara petir tiba-tiba terdengar menggelegar dari luar membuat Daniel sedikit tersentak. Bayinya yang sudah memejamkan mata sampai kaget dan menangis keras. Anisa bangun dan memeluk tubuh mungilnya. Mendekapnya dengan lembut sembari mengelus pelan kepala bayi itu sampai kembali tertidur dengan lelap.


"Janjimu baru saja disambut oleh langit,” ucap Anisa sambil menatap suaminya jenaka.


Daniel merasa Anisa sedang tidak baik-baik saja meski kelihatan sangat baik-baik saja. Apa pun itu, satu hal yang ia janjikan, selama nadi masih berdetak, jantungnya masih bergetar, ia akan sellau memastikan Anisa hidup bahagia bersama dia.


...**********...


...HAI!! Terima kasih buat para pembaca...


...yang sudah mendukung saya agar tetap...


...semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!! Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...


...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...


...( ⭐⭐⭐⭐⭐)...


...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...


...Terima kasih. 😘😘😘...


...**********...

__ADS_1


__ADS_2