
Anisa menarik napas panjang, ia kini berdiri di depan sebuah gedung lantai tiga. la memasuki kantor tersebut bersama dengan Daniel yang menggandeng jemarinya. Memberi sedikit kekuatan yang tidak kasat mata melalui sentuhannya. Savana sendiri sudah dititipkan ke rumah
mertuanya.
"Daniel ! Di sini," ucap sebuah suara dan keduanya menghampiri sumber suara tersebut.
"Makasih, Bro! Atas bantuan kalian, istriku bisa hidup dengan tenang sekarang."
"Sama-sama Bro, sesama teman sudah seharusnya saling membantu."
"Terima kasih sekali lagi, oh iya kenalin ini istriku-Anisa." Kanaya tersenyum dan menyambut uluran tangan pria tersebut.
"Oh, iya. Kalau mau lihat pelakunya, aku akan mengantar kalian ke sana, mari."
Mereka bertiga pergi ke ruang introgasi dan di sana ada pria yang dikenal baik oleh Anisa. Wanita dengan anak satu itu tidak bisa membendung amarahnya. Pria yang mencampakkannya, pria itu yang menghinanya dan pria itu juga yang memberinya luka selama ini. Wajah yang awalnya menatap polisi perlahan tampak tertunduk setelah ia melihat Anisa.
"Jadi selama ini kamu pelakunya!"
Pria itu menatap Anisa dengan datar. Tidak ada ekspresi apa pun. Hal itu membuat Daniel juga ikut emosi melihat kelakuan pria yang sudah menyebabkan istrinya merana.
"Kenapa sih, kamu tega melakukan hal itu!" tanya Anisa tidak habis pikir.
Pria itu masih tetap diam di tempatnya.
__ADS_1
"Jawab!" teriak Daniel emosi.
"Dasar laki-laki pengecut! Saya akan pastikan kamu membusuk di penjara selamanya."
"Sabar, Daniel, aku akan pastikan kalau dia akan membayar perbuatannya."
"Makasih, Bro. Kamu udah membantu kami."
"Sama-sama, titip salam buat Savana."
Daniel menganguk dan mereka segera pergi dari sana. Namun, sebelum itu ia akan memastikan kehidupan pria itu akan terasa dalam neraka. Semua perbuatannya pada Anisa tidak bisa di maafkan lagi. Bahkan pria itu sempat membuat kejiwaan Anisa terganggu.
"Sayang, apa kamu sudah lega sekarang?" tanya Daniel lembut.
Daniel tampak sedikit kaget mendengar penuturan istrinya, jika hal itu benar, maka kemungkinan besar masih ada dalang yang berada di belakang layar. Semua hanya bisa dibuktikan jika Anisa mengalami teror lagi. Namun, semoga apa yang dipikirkan istrinya tidak benar-benar
terjadi.
"Semoga aja tidak seperti yang kamu takutkan sayang." Daniel menggandeng jemari Anisa menuju sebuah mobil. Mobil siapakah itu? Ya mobilnya lah.
Mereka meninggalkan kantor polisi menuju rumah orang tua Daniel untuk menjemput Savana. Sebuah mobil tampak mengikuti mereka dari belakang. Pria dengan kumis tebal dan gigi boneng dikombinasikan rambut kribo. Untung tidak ada sukro.
"Kemana pun kamu pergi, saya akan terus menghantui kamu Kanaya!" desisnya dari balik mobil.
__ADS_1
Pria itu menjadi penyebab semua kemalangan yang menimpa keluarga Anisa. Pria itu yang membuat kehidupan Anisa bagai di neraka. Pria itu yang membuat hidup Anisa suram. Masa kecilnya begitu kelam, untungnya ada yang merawatnya. Jika tidak, mungkin Anisa sudah mati.
Di dalam kedalaman mobil Daniel tampak ngilu melihat Anisa sedang memegang pahanya. Bisa-bisa mereka nyungsep di parit. Bukan karena sedang digoda hanya saja Anisa mencubit pahanya terlalu keras. Bahkan rasa sakitnya mengalahkan cakaran Anisa saat mereka iya iya. Bahkan Savana tidak segarang ibunya.
"Kamu cinta kan sama aku?" tanya Anisa dengan wajah imut maksimal. Bagaimana bisa Anisa tidak kejang-kejang.
"Tentu sayang, kamu segalanya."
"Makasih suamiku."
Daniel tersenyum masam, kalau dia teriak, Anisa akan merasa kalau dirinya tidak mencintai Anisa. la hanya mampu tawakal menahan sakit ala cubitan Anisa. Pegangannya seperti kepiting yang gagal menikah karena keasyikan jomblo.
"Selesai juga," ucap Anisa tersenyum senang. Sedangkan wajah Daniel memerah menahan siksaan pedih.
Bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1