
Kehidupan yang mereka jalani penuh dengan kebahagiaan, usia Savana kini sudah menginjak satu tahun tiga bulan. Berbagai celotehan dan sekarang sudah mulai bisa berdiri dan berjalan beberapa langkah. Aniaa dengan setia menuntunnya dibantu dengan Daniel. Laras dan suaminya juga kerap datang dan menghampiri kediaman putranya. Membawa berbagai jenis mainan dan baju mungil yang sengaja mereka beli saat jalan-jalan ke luar negeri.
Tidak ada lagi penganggu yang menghantui keluarga mereka, satu-satunya penganggu hanya Savana kecil yang sering menangis jika mereka berdua mau bermesraan. Padahal cuma cium pipi kanan dan kiri. Mereka selalu mencari waktu saat Savana tidur. Namun, Daniel harus puas dengan hasilnya.
"Yank, Savana kenapa sih, nganggu kita mulu." desah Daniel membuat sudut bibir Kanaya terangkat sedikit.
"Namanya juga anak-anak, mungkin dikiranya kamu penjahat yang mau ngapain bundanya."
"Ya kan halal, Yank. Mau kugulingkan juga halal." rungut Daniel kesal.
"Oh, jadi kamu mau gulingin aku ke jurang, biar bisa nikah sama tetangga sebelah?" tanya Anisa sedikit merajuk.
Mentang-mentang mereka mempunyai tetangga bohai aduhai melemahkan iman kaum pria, suaminya mendadak tega mau
menggulingkannya.
"Astaga, bukan ke jurang Sayang. Mana bisa nambah anggota baru kalau pabriknya di jurang."
"Abis kamu ngapain pakai kata guling segala. Ngeselin!"
"Iya, maaf atuh Neng," ucapnya.
Anisa menatap Daniel dengan penuh cinta, semua yang ia alami berhasil terlewati berkat dukungan serta bantuan dari Daniel . Pria yang awalnya suka pamer ketampanan dan kekayaan, ternyata juga bisa diandalkan dalam segala hal. Tidak pernah membiarkan istrinya terluka apalagi anaknya. Meski terkadang sering merasa cemburu dengan Savana, tapi Daniel tahu satu hal, jika suaminya sangat menyayangi dan mencintai Savana.
Masa lalu yang menyakitkan ikut terkuak, sang paman yang sering menerornya sudah di penjara. Tidak ada lagi yang bisa
__ADS_1
memporak-porandakan rumah tangga yang ia bangun bersama Daniel penuh cinta. Sekarang ia menikmati hasil dari ujian yang diberikan Tuhan, serta masa lalunya yang menyakitkan mampu membuat Anisa kembali tersenyum. Banyaknya duka membuat ia, tidak pernah menyangka akan bisa merasakan hidup sedamai sekarang.
"Terima kasih, Tuhan untuk segala yang sudah kau balas dengan bahagia. Dulu aku sering menangis, sekarang bahkan suamiku tidak mengizinkan satu air pun keluar dari mataku." bisiknya dalam hati.
"Yank," panggil Daniel.
"Ada apa? Tanya Anisa.
"Kamu ngapain merem, nggak lagi melakukan persugihan kan?" introgasinya.
"Kalau iya, emang kenapa? Masbulog."
"Eh, masbulog, apaan itu Yank."
"Itu bukannya masbulo ya Yank?"
"Yang ngucapin siapa?" tanya Anisa kesal.
"Ya kamu, Yank. Masa aku."
"Ya udah kalau gitu, ngapain protes."
"Astaga beha naga, kamu suka sensian sekarang Yank," ucap Anisa bergidik ngeri.
"Mungkin lagi hamil," jawab Anisa, matanya masih fokus menonton televisi. Hal tersebut membuat Daniel kegirangan tanpa sadar. la sudah seperti ikan salmon
__ADS_1
yang melompati arus deras.
"Kamu hamil lagi, Yank. Duh senangnya, Mama pasti makin senang karena akan memiliki dua Cucu."
"Dua cucu? Kenapa juga Mama harus senang?" tanya Anisa heran. Bahkan ia heran kenapa suaminya jingkrak-jingkrak tidak jelas.
"Kan katanya kamu hamil, Yank."
"Kapan aku bilang lagi hamil?"
"Tadi."
"Oh itu, itu sih film indosiar bikin gerget aja Mas. Masa istrinya hamil malah dibilang masuk angin. Jelas-jelas istrinya sedang hamil. Suami macam apa dia."
Daniel menatap televisi dengan kesal. Lusa ia akan menyuruh teknisi televisi menghapus INDOSIAR.
Bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1