Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 40


__ADS_3

Anisa sudah mulai membaik setelah ia curhat dengan Daniel . Ia tahu bahwa pria itu sedang diliput masalah besar. Sebagai istri ia tidak ingin egois dan menjadi beban. Malam ini ia mempersiapkan makanan sederhana tapi istimewa. Nasi liwet ditemani ayam geprek kesukaan Eiden. Savana sendiri sedang diasuh oleh baby sister yang sengaja dipekerjakan Daniel untuk menjaga bayi itu. Ia tidak tahu kapan Anisa akan terpuruk seperti yang sudah-sudah. Anisa menatap lama wajah nyenyak putrinya yang baru saja tertidur. Selesai memasak ia langsung menuju kamar putrinya.


Anisa menguatkan tekat untuk tidak menjadi lemah. Dia meyakinkan diri bahwa dirinya yang sekarang bukan seperti dulu. la membenci ketika menjadi lemah.


"Ava, maafin, Mama ya sayang. Mama sudah menelantarkan Ava beberapa hari yang lalu. Maafkan kekhilafan Mama." Anisa mengelus pelas puncak kepala bayinya yang terlihat sangat pulas.


Bibirnya tersenyum melihat wajah pilos tanpa noda dan dosa tersenyum tanpa beban.


"Mama harap, Ava akan selalu bahagia di mana pun Ava berada. Meski ada atau tidaknya Mama."


Anisa sedang tidak ingin drama. la hanya mengatakan isi hatinya. Bunyi suara bel mengalihkan atensinya. la berjalan keluar dari kamar. Berjalan mendekati pintu untuk membukanya. Di sana seseorang terlihat sedang membelakanginya. Namun, postur tubuhnya sangat tegap dan kokoh.


"Maaf, mencari siapa?" tanya Anisa sopan.


Pria itu berbalik arah dan tersenyum menatap kearah Anisa . Ia mengangkat alisnya saat melihat pria itu tersenyum aneh.


"Apa benar ini rumah Daniel Wijaya ?" tanya suara baritonnya.


"Iya, Benar. Ada keperluan apa?"

__ADS_1


Pria itu lagi-lagi tersenyum lalu beberapa saat mengulurkan tangan pada Anisa .


"Perkenalkan saya Bagas sepupu jauhnya."


Anisa menatap wajah itu sambil ber oh ria tanpa menyuruhnya masuk.


"Ehem, apa saya hanya akan berdiri di sini?"


"Oh, maaf silakan masuk!"


Pria itu mengikuti punggung Aniaa dari belakang. Ia sejak tadi bertanya-tanya siapa wanita dengan wajah pas-pasan dan penampilannya terlihat sederhana ini.


Anisa melongo melihat pria itu yang terlihat kurang ajar dalam menilainya. Lalu ia melihat pakaiannya sekilas memang mirip pembantu. la menganguk asal. Anisa berdiri kikuk, dan perlahan duduk di sofa. Sampai suara bariton itu kembali membuatnya kikuk.


"Apa tidak ada sejenis minuman yang bisa diminum di sini?" Anisa bangun sambil bertanya.


"Maaf, mau minum apa?"


"Terserah asal jangan air putih." Anisa berjalan sambil melongo menatap heran pada tamu yang mengaku sebagai saudara jauh suaminya. la sampai dikira pembantu. Anisa meletakkan nampan berisi jus sirsak ke hadapan pria itu. la kemudian pamit undur diri ke belakang untuk mengambil ponselnya. Anisa memanggil nomor suaminya dengan ekpresi wajahnya masih melongo. Ia tidak menunggu Daniel basa basi dan langsung berbicara pada intinya.

__ADS_1


"Mas , ada pria di rumah. Katanya saudara jauh tapi orangnya ngeselin!" semprot Anisa membuat Daniel mengernyitkan kening.


"Tunggu, pria? Seperti apa bentuknya?" tanya Daniel seperti menanyakan bentuk makanan.


"Yang jelas bukan lembek, tinggi, putih dan wajahnya menyebalkan."


"****!" Daniel mengumpat di jalanan. Ia tahu siapa yang datang ke rumahnya.


"Sayang, kamu jangan dekat-dekat sama dia, pokoknya jangan!" peringat Daniel dan segera menambah kecepatan mobilnya.


"Bagas ngapain lagi lo muncul di Indonesia!" geram Daniel .


Bersambung....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2