Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 57


__ADS_3

Pria dengan rambut gondrong dengan kulit hitam legam sedang menendang pria yang sudah membuatnya kesal sampai babak belur. Kemarahan terlihat jelas di bibirnya. Wajahnya yang terlihat garang dengan postur yang tidak begitu tinggi ikut membuat Daniel bergidik ngeri saking jeleknya. Kenapa juga pria jelek berubah menjadi sejahat itu. Ingin sekali wajah itu ia remukkan dan hancur berkeping-keping.


"Gua nggak mau tau, lu harus teror balik wanita sialan itu!" teriaknya dengan suara menggelegar.


Daniel mengepalkan tinjunya saat mendengar sebutan untuk istrinya. Apa pria itu tidak memiliki kaca atau sejenisnya. Yang sialan di sini adalah dia, bukan istrinya. Ingin sekali ia memaki pria jelek itu tapi Rain mengingatkan agar tetap selow.


"Anisa, gua akan pastikan hidup lu nggak akan tenang selamanya. Jangan harap bisa hidup bahagia sama suami lu." la kembali tertawa.


"Kalau perlu, gua akan bunuh anak lu dan menggantungnya di hadapan suami lu yang bodoh itu."


Cukup sudah kemarahan Daniel. la menendang pintu yang terbuka sedikit dengan keras sampai engselnya lepas. Mereka yang ada di sana tampak kaget dan syok karena melihat pria tampan sedang berdiri dengan amarah yang menggebu di depan pintu. Beberapa dari mereka menatap Daniel dengan terpana. Sedangkan Rain menepuk jidatnya atas apa yang dilakukan Daniel barusan. Padahal dia sedang menyusun sebuah rencana yang brilian tapi kini hancur berkeping-keping.


Dengan berat hati, ia menyimpan tablet ke dalam tasnya dan maju menemani Daniel di sana. Apa pun yang terjadi maka terjadilah yang penting asal dia masih bernyawa nanti. Satu lagi, jangan sampai dia cacat di usia muda.

__ADS_1


"Siapa kalian! Beraninya masuk kemari tanpa memberitahu terlebih dahulu." pria kribo itu berteriak marah melihat kehadiran keduanya.


"Pakek nanyak lagi, saya suami dari wanita yang selalu Anda ganggu, kurang ajar emang, udah jelek jadi penjahat lagi." cibirnya.


Pria gondrong yang tidak terima dipanggil jelek, mencoba menghadiahkan sebuah tendangan kepada Daniel . Tapi memang sialnya pria itu sudah jelek, bodoh lagi.


Tendangannya meleset dan tanpa


sengaja menginjak kulit pisang yang membuatnya jatuh dengan kepala membentur ke lantai. Anak buahnya yang terdiri dari enam orang tidak melihat ada kulit pisang di sana. Mereka mengira Daniel memiliki kekuatan tak kasat mata.


"Belum ditendang udah pingsan duluan, emang dasar begok." cemooh Rain sambil mencari sebuah tali untuk mengikat kedua tangan tali untuk mengikat kedua tangan dan kaki pria tersebut sampai polisi datang. Penjahat seperti itu tidak boleh dibiarkan lepas dengan bebas.


"Angkat tangan!" teriak beberapa polisi kepada mereka berdua. Rain dan Eiden menoleh dan mendengkus saat melihat Rona di sana menodongkan pistol.

__ADS_1


"Tuh penjahatnya baru diikat sama Rain."


"Wah kamu ternyata selain pintar mengobrak abrik data juga pintar bertindak. Siapa yang melumpuhkan pria ini? Tanya Rona penasaran. Ia takjub melihat keduanya tidak lecet sama sekali.


Rain dan Daniel serentak menunjuk kulit pisang. Rona ingin sekali mencakar tembok, jika semudah ini melumpuhkan pria itu kenapa juga dia repot-repot membawa pasukan kemari. Harga dirinya sebagai pria macho sudah hancur berantakan.


"Bawa dia!" perintah Rona dan selesai sudah kisruh teror yang dialami istri dari sahabatnya.


Bersambung.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗

__ADS_1


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2