Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 5


__ADS_3

Daniel menatap wajah Anisa dengan bahagia titik cinta lagi akan mendapatkan anak dari wanita yang baru saja ia kenal. meskipun terdengar aneh namun, lagi Daniel semua tidak menjadi masalah asal ia tidak menikah dengan wanita pilihan ibunya bisalah pengamatan, mata Anisa terbuka secara perlahan mani kehitaman menatap aneh pada Daniel.


" Aku di mana?" Anisa mengedarkan pandang matanya ke depan ia terlihat meneliti tempat ia berada."


"kamu tadi pingsan terus saya bawa ke rumah sakit." Daniel menatap lekat wajah polos Anisa yang terlihat cantik. ia mulai berpikir betapa bodohnya pria sudah mencapakkan Anisa.


Anisa memilin jemarinya dengan pelan sambil membuang Pandang dari Daniel titik Daniel mendadak teringat dengan janjinya pada Kanjeng Ratu alias ibunya.


" Nisa Saya mau mempertanggungjawabkan kehamilan kamu."


Anisa menatap heran wajah Daniel. kebohongan bahkan tidak terdeteksi di sana. tampak serius dengan segala yang barusan dia ucapkan.


" Tapi, kamu. Nggak salah, ini murni kecelakaan semata. aku nggak mau menyeret kamu atas kesalahan yang tidak disengaja. lagi pula kamu tidak perlu berasa bersalah."


Daniel geram melihat penolakan Anisa terhadapnya.


" Nisa, mau mendengarkan saya. Oke , sekarang kamu menolak Tapi gimana kalau nanti perut kamu sudah berusaha dan buncit Terus ada yang nanya Itu anak siapa .Apa kamu bisa menjawab?" tanya Daniel panjang lebar. sesekali ia melihat ponselnya bergetar.


Anisa tampak berpikir keras mencerna Segala ucapan Daniel. mungkin sekarang dia bisa mengatakan perlu pertanggungjawaban Daniel. namun, bagaimana kalau perutnya buncit seperti yang Daniel katakan. Anisa merasa bimbang titik tapi kalau dia menikah dengan pria ini hanya karena hamil Bukankah itu akan menjadi hal menyeramkan. tidak ia harus kokoh pada pendiriannya.


" Gimana? kau mau menerima saya untuk bertanggung jawab? Lagian kamu nggak akan menyesal karena saya selain ganteng juga tajir melintir." Daniel tersenyum sombong .yakin dengan begitu Anisa akan mau menikah dengannya.


Anisa masih asyik memikirkan segala kemungkinan yang mengganggu otaknya. sampai ia menemukan ide.

__ADS_1


" Aku punya ide," ucapnya semangat.


" Ide apaan? jangan aneh-aneh!" dan ia sudah merasakan firasat aneh mengenai ide yang akan dilontarkan oleh Annisa. Gadis itu tidak pernah benar-benar memberikan ide yang bagus.


" kalau aku udah hamil besar ataupun anakku sudah lahir dan menanyakan mau kita bilang kalau ayah mereka sudah meninggal karena kecelakaan." Anisa menjentikkan jarinya seolah ia sudah mendapat sebuah ide berlian.


Daniel mengetok kepala Anisa dengan garam firasatnya memang salah jika menyangkut Anisa.


"Awwww!" Ringisnya sambil memegang kepala yang terasa sangat menyakitkan."


"Syukurin! Saya sehat wal afiat begini kamu doain mati."


" Bukan begitu tapi supaya kita nggak perlu nikah." Anisa menatap mata Dania sampai berkedip mirip anak kucing yang sedang meminta sumbangan di mulut buaya.


" kamu kan ganteng tajir melintir pula, apa etisnya kalau bersanding denganku yang wanita kampungan terus miskin lagi."


Kembali Daniel mengetuk kepala Anisa dengan gerak level dua membuat gadis tersebut mengaduh kesakitan. dia mengelus perutnya dan Hal itu membuat Daniel tertawa. tingkah Anisa yang seperti ini membuat Dia sangat berbeda dengan gadis Kebanyakan, yang Bahkan rela menjadi simpanan pria kaya raya yang sudah berumur panjang.


" sakit!" protes Annisa kesal. pasalnya sudah dua kali kepalanya menjadi korban.


" Salah sendiri, ngomong sembarangan! Lagian nuntut dari mana sih?"


" Dari novel yang kubaca cerita nya Keren tahu ada sedih lucu-lucunya." Anisa mencoba nostalgia dan mengingat kembali kisah-kisah yang selalu berhasil membuatnya baper tujuh turunan.

__ADS_1


" Dasar bego! masih aja jadi korban kebucinan Novel." Dengkus Daniel.


" Pokoknya saya nggak mau tai Eh tahu, lo harus mau saya nikahin No Bantahan!


Sontak Anisa mengurungkan niat melawan Daniel. Daniel tersenyum kecil melihat kepatuhan Anisa.


" Nanti malam kita akan bertemu kedua orang. ingat ya mereka tidak suka basa-basi."


Anisa mengerutkan alisnya Ia berpikir Memangnya dia tipe yang suka basa-basi.


" Oh iya Satu lagi, kata dokter kamu sudah bisa pulang. ingat! Nanti malam saya jemput ke rumah dandan yang cantik."


Anisa lagi lagi mengerutkan alisnya. Memangnya Anisa secantik apa sampai disuruh berdandan cantik Titik Anisa menarik nafas lelah dan menghembuskan perlahan. pria yang kini ada di sampingnya sangat menyebalkan.


" Denger nggak?" sontak Anisa kaget dan hampir menghafal semua nama hewan yang hidup di air.


" Ingatkan harus tampil cantik."


" Baik, Tuan pengatur. hiss ! Anisa mulai mendumel , Daniel terkekeh pelan melihat Anisa yang tampak sangat menuruti perkataannya. ini menjadi hal yang sangat menguntungkan bagi Daniel.


...******...


...Happy Reading All 😉...

__ADS_1


...******...


__ADS_2