Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 48


__ADS_3

Anisa mendelik kesal melihat tanggapan suaminya. Padahal dia sudah dengan baik hatinya menjelaskan semua. la bangun dan segera pergi dari ruangan suaminya. Daniel yang baru saja akan membuka berkas yang ketiga dibuat kaget oleh suara pintu. Ia melihat ke sekeliling dan tidak mendapati istrinya. Ia menutup berkas dan segera keluar. Baru saja di depan pintu bunyi ponselnya terdengar dari saku celananya. Dengan cepat merogoh saku dan melihat sebuah pesan dari istrinya.


"Selesaikan pekerjaanmu Secepatnya, aku menunggumu di rumah sama Savana, semangat suamiku."


Senyumnya mengembang sempurna, bedanya tanpa soda. la kembali ke meja sambil menyelesaikan pekerjaannya dengan hati riang. Ia tidak sabar ingin segera pulang ke rumah dan bertemu dengan dua wanita yang sangat ia cinta setelah sang ibu. Sesekali ia bersenandung ria.


"Cepat selesaikan pekerjaanmu Daniel !" ia melafazkan kalimat tersebut sampai jam menunjukkan pukul lima. la memanggil sekretarisnya melalui telepon.


"Ke ruangan saya sekarang," ucapnya dengan tegas.


Beberapa detik kemudian suara ketukan terdengar dari luar, Daniel mempersilakan pria itu masuk.


"Permisi, Pak."


"Laporannya sudah saya periksa dan sudah saya ACC juga. Ini berkasnya, apa saya masih ada jadwal?" tanya Daniel serius.


"Masih ada meeting dengan Pak Arzan pukul lima lewat sepuluh, Pak."

__ADS_1


"Seberapa penting?" tanya Daniel sudah seperti cacing kepanasan.


"Beliau investor dari Sumatra, Pak. Jika dilihat dari keuangan maka sangat penting!"


Daniel mendengkus kesal, walau bagaimana pun ia harus memprioritaskan perusahaan mengingat banyak karyawan yang bernaung di perusahaannya. Jika ia sampai gagal memimpin maka nasib ribuan karyawannya yang menjadi taruhannya.


"Baiklah, ingatkan saya lima menit lagi."


"Baik, Pak." Pria itu segera undur diri.


Daniel menghela napas pasrah, jika sudah meeting maka akan memakan waktu setidaknya 30 menit, itu juga paling cepatnya. Ia melihat jam tangan yang melingkar gagah di tangan kirinya dengan merk rolex keluaran terbaru. Bahkan menit pun berjalan lambat saat ini. Andai ada mesin teleportasi seperti dalam film ia akan membelinya. Memikirkan semuanya membuat Daniel pusing tujuh keliling. Padahal ia hanya meeting, bukan hendak keluar kota apalagi keluar negeri. Lebainya mulai kumat saat menjadi bucin akut.


Di sana ia bertemu dengan investor yang terbilang muda dan masih setampan dirinya. Bedanya hanya ia lebih tampan, begitulah penilaian awalnya.


"Selamat datang, Pak Arzan." Sambut Daniel sesampainya di sana. Mereka berdua bersalaman layaknya sebagai partner.


"Terima kasih, Pak Daniel. Senang bertemu dengan Anda," ucapnya dengan senyum menawan.

__ADS_1


Mereka segera memulai meeting kerja samanya yang memakan waktu kurang lebih 40 menit.


Sedikit lebih cepat dari yang Daniel perkirakan sebelumnya yakni satu jam. la melihat jam sambil mengelus pahanya pelan. Arzan tampak memperhatikan tingkah Daniel sesekali tersenyum.


"Pak Daniel tampaknya sangat gelisah, untungnya meeting kita sudah selesai jadi saya permisi dulu, Pak."


Daniel sedikit tersentak, lalu berjalan ke arah Arzan "Terima kasih atas kepercayaannya pada perusahaan kami Pak Arzan, senang bekerja sama dengan Anda," ucap Daniel dengan sopan.


Arzan segera pergi dari sana disusul oleh Daniel yang menghilang secepat kilat. Tujuannya adalah rumah, ia sudah sangat merindukan istri dan putrinya. Entah kenapa hari ini alaynya akut setengah mati. Melihat kepergiannya membuat sekretarisnya ingin tertawa sambil guling-guling. Tapi ia menahan semuanya


Bersambung.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2