Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 55


__ADS_3

Sepuluh bulan kemudian ....


Kehidupan Anisa sudah lebih tentram, semenjak sepuluh bulan yang lalu ia tidak pernah lagi mengalami teror yang mengancam nyawa keluarganya. Mereka terlihat begitu bahagia. Seperti hari ini, mereka bertiga pergi piknik ke kebun binatang di Taman Satwa Anak. Tidak ada hal aneh selain canda tawa menggema. Savana sangat senang berinteraksi dengan beberapa jenis burung beo dan rusa betina.


"Sayang, Savana ngomong apa tadi sama burung beo?" tanya Anisa penasaran.


"Katanya, dia juga punya ayah tapi suka mengusilinya."


Daniel menatap kesal ke arah istrinya yang sedang tertawa.


"Vana, jawab Papa dong." rengeknya membuat tawa istrinya membahana.


"Pulang, yuk. Aku capek nih Mas," ucap Anisa.


"Uluh-uluh istriku kelelahan, mau digendong nggak?"


"Emang bisa gendong aku sama Vana?" ejeknya membuat Daniel tertawa hambar.


"Kan cuma becanda sayang, yuk ah, nanti keburu macet di jalan."

__ADS_1


Mereka pun sampai ke rumah pukul sembilan malam. Mereka sempat mampir ke restoran untuk makan malam. Savana masih dalam gendongan Daniel dan segera ke mengantar bayinya ke kamar terlebih dahulu.


"Capek nggak?" tanya Anisa lembut.


"Pasti lebih capek kamu kan sayang, maaf ya kalau aku belum jadi suami yang baik."


"Kenapa tiba-tiba ngomong kayak gini? Kamu sudah jadi seorang ayah dan suami yang baik banget. Tahu nggak, aku bahagia banget jadi istri kamu."


"Aku lebih bahagia karena jadi suami dari wanita sepertimu."


"Mau kupijatin nggak bahunya." tawar Aniza setelah selesai mengganti baju.


Anisa tersenyum mendengar ucapan suaminya barusan. Pria itu bisa saja menggodanya dan membuat dia merasa sudah menjadi istri paling beruntung di dunia ini. Meski awal hubungan dan perkenalan mereka tidak seperti pasangan pada umumnya. Namun, mereka sangat bahagia menjalani pernikahan dan membangun rumah tangga seperti yang diimpikan Anisa selama ini.


Malam itu kembali sebuah notif masuk ke ponsel. Daniel yang belum tidur terganggu oleh suara pesan dari ponsel Anisa. la melihat ke sisi kanan, sang istri sudah menjelajah ke alam mimpi.


"Siapa sih, malam-malam mengirim pesan."Daniel mengambil ponsel Anisa yang berada di nakas di sisi kirinya.


"Halo Anisa sayang, bagaimana hidupmu selama sepuluh bulan ini? Bahagia sekali kayaknya. Tapi jangan senang dulu!"

__ADS_1


Kening Daniel terangkat melihat isi pesannya. la segera membalas pesannya.


"Biar kutebak, kamu bukan Anisa , iya kan? Hahaha nikmatilah harimu bersama istri kesayanganmu sebelum aku mengambilnya."


Daniel menggenggam erat ponsel tersebut. Ia tidak boleh marah, atau emosi. la harus bisa bersikap tenang. Pesan tersebut segera ia kirim ke temannya dan nomor tersebut ikut dikirim olehnya untuk diselidiki.


"Jangan macam-macam dengan istriku! Atau kau akan menyesal karena sudah mengenal pria sepertiku." ancam Daniel membuat tawa orang itu membahana di sana.


Baginya Daniel tidak lebih dari psuami bucin yang tidak bisa melakukan apa pun karena sejatinya pria itu sangat lemah. Itulah hasil pengamatannya selama sepuluh tahun belakangan ini. Tapi satu hal yang tidak diketahui olehnya adalah setiap orang memiliki sisi gelap dalam dirinya. Sama seperti peneror yang menganggu istrinya, maka Daniel juga akan melindungi dengan sekuat tenaga.


Bersambung....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2