
Anisa menatap garang saat wanita yang masih berada di lantai menataapnya dengan marah.
"Jangan pernah menguji kesabaran seorang istri! Kamu tidak akan tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan rumah tangganya dari bibit pelakor sepertimu!"
Wanita itu bangkit dengan amarah yang membara. la segera keluar dan menahan rasa sakit hatinya. Ia bersumpah akan kembali membalas semuanya. Daniel dan Anisa sudah membuatnya malu. Bukan Clara namanya jika kalah dari Anisa.
Wanita yang belum mengenal luas dunia tidak akan tahu apa yang bisa ia lakukan untuk segalanya.
"Sayang kamu nggak kenapa-napa kan?" Daniel menatap cemas pada Anisa.
"Aku baik-baik aja, kenapa kamu bisa kenal sama wanita seperti itu?" omel Anisa sembari duduk di sofa dan diikuti oleh Daniel.
Pria itu tampak menggenggam lembut jemari Anisa. la mengelus pelan sembari mengecup dengan lembut. la membawa Anisa masuk dalam pelukannya. Entah apa yang merasuki jiwa Daniel sampai bersikap Semanis itu. Padahal Anisa baik-baik saja. Namun, berdasarkan pengalaman Daniel, wanita sedang tidak baik-baik saja kalau ia mengatakan baik-baik saja. Untuk itu, ia tidak ingin menjadi suami yang durhaka dan tidak pengertian.
"Mas , kamu kenapa? Tiba-tiba meluk cium manjain aku gini? Kamu nggak lagi selingkuh kan?" tanya Anisa penuh selidik. Berdasarkan info dari sebuah majalah kekinian, mengatakan bahwa apabila suami tiba-tiba romantis maka berkemungkinan besar sedang menyembunyikan sesuatu. Misal perselingkuhan.
Daniel mengernyit heran, sejak kapan ia selingkuh. Membayangkan Anisa saja sudah membuatnya melayang tinggi. Mana sempat ia memikirkan wanita selain istrinya yang sangat menggemaskan.
"Ya enggak lah, lagian kalau suami romantis gini ya kamunya harus seneng dong sayang."
Anisa masih menatap penuh selidik. Posenya yang sangat imut membuat wajahnya jadi amukan Daniel. Pria itu menyerang wajahnya dengan bibir seksinya. Sampai terjadi pergulatan panas antar keduanya. Keasyikan bermain sehingga tidak mendengar suara ketukan yang berasal dari pintu. Sekeretarisnya langsung masuk karena surat yang ia pegang sangat penting dan harus ditanda tangani segera oleh pimpinannya.
__ADS_1
"Maaf, Pak ini ada berk ...." Sekretarisnya mematung sejenak sebelum alam bawah sadar mencubit ginjalnya.
Anisa yang sedang berada di bawah langsung menyadari kehadiran sekretaris tersebut karena mata keduanya langsung bertemu. la menendang kaki Daniel sampai pria itu tersungkur kesakitan. Anisa segera membenahi pakaiannya yang sedikit berantakan akibat ulah suaminya. la memasang wajah tersenyum kaku ke arah sekretaris suaminya yang sedang melakukan hal yang sama. Sedangkan Daniel belum menyadari kehadiran sekretarisnya. la melakukan protes dan hendak menerkam Anisa .
"Sayang, kamu kenapa nendang aku sih? Servisnya kurang enak? Mau yang lebih."
Wajah Anisa sudah memerah bagai kepiting rebus, sedangkan bibir sekretarisnya tampak bergetar menahan gejolak tawa yang berusaha ia tahan sedari tadi.
Jika drama ini disajikan setiap hari mungkin ia akan segera wafat karena harus menahan tawa.
"Sekretaris kamu ada di belakang," bisik Anisa membuat Daniel berbalik dan menatap tajam sekretarisnya.
"Ada pa?" tanyanya dengan kesal.
"Pak, apa boleh saya keluar sebentar. Nanti saya akan kembali."
"Tunggu saya periksa semuanya baru kamu boleh keluar," ucap Daniel tegas.
"Tapi, Pak ...."
"Apa sekarang lagi ngetren membantah atasan?" sembur Daniel dengan sarkas.
__ADS_1
Sekretarisnya sekarang hanya bisa pasrah menunggu nasibnya yang sebentar lagi akan berakhir. Ia mengutuk kecerobohannya karena masuk dengan gegabah. Sekarang semua jadi seperti buah simalakama baginya.
"Daniel , sepertinya sekretarismu sangat sibuk, biarkan saja dia keluar."
Mendengar ucapan Anisa sekretaris laki-laki itu tampak mendapat dewi penolong dari surga. la mengangguk menatap Daniel dengan mata memohon.
Daniel tampak menghela napas, lalu memberi isyarat pada pria itu.
Tanpa menunggu lama sekretaris itu segera menghilang secepat kilat setelah mengucapkan terima kasih pada Anisa yang sudah membantunya keluar dari mulut buaya.
"Sekretarismu tampak sedang tersiksa, kamu nggak lihat kakinya gemetar dari tadi," ucap Anisa sambil terekeh pelan.
"Oh, ya!"
Ini sekretaris ke dua belas yang bekerja bersama Daniel. Ia tidak ingin lagi mempekerjakan kaum hawa karena tidak ingin bermasalah dengan istri tercintanya. Begitu ada kau adam yang melamar, ia langsung menerimanya.
Bersambung.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
__ADS_1
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...