Terpaksa Menjadi Istri CEO

Terpaksa Menjadi Istri CEO
Episode 56


__ADS_3

Daniel menemui temannya tanpa sepengetahuan Anisa. Ia tidak ingin membuat wanita itu kembali tertekan, mengurus bayi mereka saja sudah sangat merepotkan. Daniel bahkan meminta agar mereka bertukar ponsel. Namun, sebelum itu ia akan mematikan tidak ada yang akan mengirim sesuatu ke ponselnya.


"Ini ponsel milik Anisa," ucap Daniel sambil menunjukkan ponsel tersebut ke pada pria itu.


"Kita akan lacak nomornya menggunakan alat ini, kebetulan aku ada kenalan seorang hacker handal yang bisa membantu kita menemukan siapa dalangnya."


"Kapan kita bisa bertemu dengannya?" tanya Daniel dengan senang.


"Sebentar lagi dia akan datang, nah itu dia!" tunjuknya


"Maaf, aku sedikit terlambat." Pria dengan rambut gondrong berwarna hitam, tinggi 170 cm dengan pakaian lumayan rapi menghampiri mereka berdua.


"Tidak apa-apa, santai aja."


"Aku sudah mengamati kasusnya dan lihat ini." pria dengan nama lengkap Rain menunjuk tablet yang selalu ia bawa kemana-mana ke pada keduanya.


"Dia mengirim pesan tidak jauh dari kediamanmu, itu artinya mereka tahu betul gerak gerik di rumahmu."


Daniel menarik napas saat mengetahui fakta itu. Jika benar, maka bisa dipastikan orang itu sangat dekat dengan lingkungan mereka tinggal saat ini.


"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Daniel .


"Kusarankan agar kamu tetap bersikap biasa saja. Jangan terbaca gerakan yang mencurigakan atau dia akan kabur dan kembali meneror istrimu."

__ADS_1


Daniel mengangguk paham, lalu sebuah notif kembali masuk dan Daniel membukanya. la menunjukkan isi pesan tersebut ke pada keduanya dan Rain segera melacak tempat saat ini pria itu berada.


"Ayo kita berburu, kali ini akan sangat seru karena dia tidak berada jauh dari sini."


Mereka segera bergerak dengan cepat dan menuju tempat yang dituju. Kita sampai, Rain terus melacak keberadaan pria itu.


"Dapat kau!"


Mereka berdua menoleh ke arah seorang pria yang sangat mencurigakan. Dengan memakai hodie hitam, topi panjang dengan celana jeans. Terlihat usianya masih sangat muda, itu dilihat dari belakang. Teman Daniel yang biasa dipanggil Rona, segera menciduk dan membawanya ke dalam mobil. Di sana mereka mengintrogasi. Namun, sialnya ternyata mereka salah sasaran. Pria itu sengaja memberikan ponselnya kepada pria tadi dan kabur.


"Sial!" rutuk Daniel kesal. Tapi ia belum menyerah. Pedomannya adalah sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh."


"Dia ternyata cerdik juga," ucap Rona dan mereka kembali mengerahkan segalanya. Rona menghubungi beberapa temannya dan meminta bantuan.


"Tenang, dia malah akan membawa kita menuju sarangnya." kekeh Rain sambil tertawa.


"Dia sangat bodoh, penjahat yang pintar tidak akan meninggalkan barang bukti sepenting ponsel ini.


"Kita bisa mencari informasi dari sini."


Mereka berdua pun menyadari dan benar, orang itu sangat ceroboh. Pikirnya lalu kembali melajukan mobil ke arah yang dituju. Rain tanpa menunggu lama segera meretas ponsel tersebut dan mengembalikan data yang sudah dihapus dengan sempurna.


"Kediamannya tidak jauh dari sini, ikuti saja jalan yang ada di depan sana." tunjuk Rain.

__ADS_1


Mereka pun sudah sampai di sebuah gedung tua yang terlihat tidak terpakai lagi. Mereka jelas bingung kenapa Rain malah membawa mereka kemari. Tapi setelah mendapat penjelasan darinya, mereka berdua mengangguk paham.


"Kita tidak boleh membawa mobil ini ke sana, kita jalan kaki saja."


Mereka bertiga datang mengendap-endap, Rona juga sudah menghubungi timnya yang siap membantu.


"Kita harus berpencar, Rain tetap bersamaku."


Mereka segera melakukan tugas masing-masing. Rain terus memantau dari tabletnya. Mereka berdua mendengar ada suara beberapa orang yang sedang berbicara.


"Bodoh! Kenapa kau meninggalkan jejak!" teriak seorang pria paruh baya dengan sengit.


"Maaf, Bos. Saya panik!"


"Sial!" dengkusnya.


Daniel kini mulai memahami jika dalang dari semua teror itu adalah pria yang sedang memarahi anak buahnya barusan.


Bersambung.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗

__ADS_1


Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2