
"Eh, lihat tuh! Perebut pacar orang. Tau nggak sih, kemarin kekasih Pak Daniel datang kemari. Dia cerita si cewek ganjen itu udah jadi duri dalam hubungannya. Nggak tau malu banget kan.” Amalia menatap sinis pada Anisa yang sedang melewati mereka.
Anisa menghentikan langkah kakinya lalu menatap datar ke arah mereka. Mereka bertiga memutuskan pergi bahkan Kanaya belum mengatakan apa pun.
"Mereka beraninya main belakang. Ketika dihampiri malah pergi," ucap Anisa tertawa kecil.
"Kamu kenapa? Kayak seneng banget."
"Itu, tadi ada pertunjukkan opera, tokohnya badut jelek," jawab Anisa sambil menggeser kursi kerjanya.
"Hah, di mana?" tanya Daniel serius.
"Di bawah, tapi sepertinya sudah bubar."
Daniel mencoba mencerna ucapan istrinya. Namun, kedangkalan memenuhi otaknya. Mana ada opera badut di kantornya. Daniel menatap istrinya lama. Wajah itu terlihat sangat lembut dan tulus. Bahkan setiap kepolosan yang dimiliki Anisa seolah menjadi daya tarik tersendiri. Matanya secara perlahan turun ke perut istrinya. Pandangannya terhalang oleh sisi meja.
"Nisa, coba kamu berdiri!"
"Buat apa?" tanyanya tanpa mengalihkan tatapan dari komputer yang baru saja ia hidupkan.
"Mau nyapa dedek kecil."
"Di mana dedek kecil?" Tanya Anisa dengan mata masih fokus menari di atas keyboard.
__ADS_1
Daniel kesal lalu berjalan ke arah belakang istrinya. Dengan pelan tangannya menyusup dari bawah ketiak Anisa . Hal tersebut membuat Anisa kaget sambil melayangkan tangannya ke belakang. Alhasil wajah Daniel pun terkena pukulan mautnya. Pria itu mengaduh kesakitan.
"Aw, wajah tampanku." Ringisnya sambil mengelus wajah tampannya.
"Kamu ngapain sih, ngagetin aja. Masa tiba-tiba meluk dari belakang. Geli tau!" kesal Anisa . Bulu tangannya sampai merinding akibat ulah suaminya. Bahkan bulu tangannya ikutan berdiri.
"Aku cuma mau nyapa anak kita aja. Habis kamu disuruh berdiri nggak mau!" Dengkusnya.
"Astaga Daniel, harusnya kamu bilang dong kalau mau ngelus biar aku nggak kaget."
"Tadi suami tampanmu ini udah bilang, istriku ini aja yang budeg!" Kesalnya.
Anisa yang sedang mengetik, menghentikan aktivitasnya lalu menatap mata Daniel dengan binar berkaca-kaca. Sebulir air mata jatuh membasahi pipinya. Daniel tampak tersentak dan kelabakan saat melihat istrinya menangis.
Anisa bangun dari kursinya lalu menuju toilet. Ia menangis entah karena alasan apa. Perkataan Daniel telah melukai hatinya. Sejak kapan budeg, tangisnya semakin menjadi. Lagi-lagi entah karena alasan apa.
"Eh, lo tau kan aku benci banget sama Anisa si centil."
Mereka memasuki toilet yang sedang dipakai oleh Anisa .
Anisa menghentikan isakannya saat ia mendengar suara seseorang yang sedang mengumpatnya. hal ini selalu terjadi padanya, di mana pun ia bekerja selalu jadi bahan gibahan karyawan lain.
"Terus apa rencana lo?"
__ADS_1
"Gue akan buat dia menyesal karena sudah ngerebut CEO kesayangan kita. Lagian gue heran deh. Apa sih spesialnya cewek itu." dengkus Amalia.
"Iya, gue juga kesel banget." timpal kedua temannya.
“Terus apa yang mau lo lakuin ke dia?"
"Gue bakal mencelakakan dia. Eh, lo liatkan dia lagi buncit, gue yakin itu anak haram."
Air mata Anisa kembali mengalir. la mematikan ponselnya lalu keluar setelah wajahnya datar. Ketiganya yang sedang tertawa sambil memoles make up tebal ke wajah masing-masing. Pantulan Anisa terlihat di cermin dan berhasil membuat mereka kaget. Wajah ketiganya mendadak pucat. Anisa tersenyum melihat mereka bertiga. Entah kenapa atmosfir toilet tersebut berubah drastis. Ia bisa terima jika dihina tapi bukan dengan kandungannya. Seorang ibu bisa menjadi singa jika calon anaknya dikatakan yang tidak-tidak oleh orang lain.
"Apa sudah selesai?" tanya Anisa dengan polos.
"Sudah," ucap salah satu dari mereka dengan gugup.
Anisa kembali memamerkan senyumannya.
"Lain kali pastikan dulu toiletnya kosong baru gibah! Ah, satu lagi! Jangan pernah mencaci calon anakku apalagi berniat mencelakainya."
Anisa melihat mereka bertiga dengan tatapan sedingin kutub utara. Ketiganya mendadak kehilangan aliran darah di wajahnya. Bahkan Amelia yang katanya garang dan ganas jika menyangkut pria yang dia sukai, ikut menunduk dengan takut.
...******...
...Happy Reading All 😉 ...
__ADS_1
...******...