
Sesampai area hotel, Mark melemparkan kunci mobilnya pada valet parkir yang bertugas di hotel itu, dia melajukan langkah kakinya, agar lebih cepat sampai di kamar Shita. Sesampainya di depan kamar hotel Shita, Mark membuka kunci kamar itu dengan kartu acces yang dia pegang beruntung Shita tidak memakai double lock pada pintu hotel tersebut.
Perlahan Mark mendekati tempat tidur, di mana di sana terlihat seorang gadis tertidur pulas. Mark membuka jas nya dan melempar sembarang arah, lalu membuka kemejanya, dia bertelanjang dada berjalan mendekati tempat tidur Shita. Dia berjongkok di sisi tempat tidur, memandangi wajah Shita begitu lekat.
Mark menarik nafasnya begitu berat, sambil memandangi wajah Shita. Mark bergumam. "Wajah yang sama sekali tidak bersalah."
"Kadang aku masih berpikir, atas dasar apa aku menyakitimu?" Ucap Mark lirih. Perlahan Mark membelai wajah Shita.
"Kamu nampak polos dan kenapa aku malah menyasar kamu? Kamu tidak bersalah," Mark bingung dengan perasaan yang sangat aneh ini. Dia berdiri lalu duduk di tepi tempat tidur. Merenungi perbuatannya, juga teringat akan perselisihanya dengan Abi waktu itu dan mengingat apa kata-kata Abi waktu itu.
Nafas Mark terdengar begitu jelas mendengus, dilema yang berkecamuk di batinnya membuat dirinya frustrasi.
Antara melanjutkan pembalasan dendamnya pada Gildan lewat Shita, atau melepaskan gadis yang sama sekali tidak bersalah ini.
Dengan perasaan yang begitu sesak, Mark berjalan menuju lemari, mengambil baju santainya dan memakainya. Dia segera merebahkan tubuhnya di samping Shita dengan posisi membelakanginya.
****
Mentari pagi menyapa, sinaran lembutnya mulai menyinari bumi, cahaya menembus sela-sela gorden, membuat Shita mengerjapkan matanya berulang kali.
"Hem, sudah pagi," gumamnya. Dia tidak melihat sisi tempat tidur yang lain, hingga dia tidak sadar kalau Mark ada di kamarnya, dengan mata yang setengah terbuka Shita menuju lemari, mengambil satu setel baju santainya. Lalu berjalan menuju kamar mandi.
Shita tengah asyik menyegarkan tubuhnya di kamar mandi. Sedang di luar terdengar berulang kali bel pintu berbunyi.
Mark terbangun dari tidurnya, karena mendengar bunyi bel yang berulang kali, Mark perlahan membuka matanya dan merubah posisi berbaringnya, dia kaget karena Shita tidak ada lagi di sampingnya. Mark berusaha membuka sempurna kedua matanya, lalu bangun dan segera berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Mama, papa?" Mark berusaha santai melihat mertuanya yang berdiri di depan pintu.
"Mari masuk," Mark membuka pintu selebarnya.
Melihat tempat tidur yang berantakan membuat Ana dan Sammy saling pandang.
"Maaf, kami baru bangun, kami tidur larut malam," ucap Mark sambil memijat tengkuk lehernya dengan sebelah tangannya.
Pintu kamar mandi terbuka, Shita nampak terkejut melihat kedua orang tuanya dan Mark, berada dalam kamarnya. "Untung manusia aneh itu sudah di sini, kalau tidak ada, apa alasanku pada mama dan papa," gerutu hati Shita, dia memandang Mark dengan senyuman kaku.
Shita berusaha santai. "Papa, mama?" Serunya, dia langsung melempar sembarang arah handuk yang dia pegang, sedang dia berjalan cepat mendekati kedua orang tuanya.
"Kamu makin cantik sayang," seru Ana yang langsung memeluk putrinya.
__ADS_1
"Mama lupa, aku kan memang cantik dari lahir," seru Shita.
Mark memutar kedua bola matanya mendengar kalimat Shita barusan.
Ana hanya diam, dia memeluk putrinya begitu erat.
"Mama dan papa berangkat sekarang," seru Sammy.
Shita langsung melepas pelukannya pada Ana kemudian memeluk Sammy. Sammy membalas pelukan Shita, kemudian dia melepaskan pelukannya lalu menarik Shita, hingga Shita berdiri tepat di samping Mark.
"Mark, tolong jaga mutiara kami yang paling beharga ini, aku rela menukar dengan nyawaku untuk kebahagiaannya." Ucap Sammy sambil menahan air matanya yang ingin menetes, selama ini dia hanya meninggalkan Shita hanya beberapa hari, namun sekarang, entah kapan lagi bisa untuk bertemu putrinya ini.
Mark hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Shita, jadilah istri yang baik sayang, jangan membangkang suami kamu, apalagi menyakitinya, sebagian golongan bahkan menganggap, suami mereka itu dewa," ucap Ana.
Shita hanya memasang senyuman palsu. "Mama benar, suami bagaikan dewa bagi istrinya, namun suamiku mungkin dewa kematian buatku!" Gerutu hati Shita. Sedang bibirnya masih melengkung membentuk senyuman yang manis.
Setelah berpamitan dengan Shita dan Mark, Ana dan Sammy pergi dari hotel itu, perjalanan panjang mereka akan di mulai, meninggalkan kota mereka. Juga meninggalkan putri yang sangat mereka sayangi.
***
"Kenapa lihat-lihat?!" Bentak Mark.
Shita yang dari tadi melamun langsung tersentak, karena bentakan Mark. "Aku hanya ingin mengingat, bagaimana wujud yang akan mencabut nyawaku nanti, setidaknya kalau aku mati dan jadi hantu, aku tidak sulit mengenalimu!" Ucap Shita. Dia langsung meningalkan Mark dan melangkah menuju pintu.
"Hei! Mau kemana kau!" Teriak Mark.
Langkah kaki Shita terhenti, dia membalikkan arah tubuhnya, hingga dia mengahadap ke arah Mark.
"Aku mau makan, kalau kau mau bunuh aku, setidaknya izinkan aku mati dalam keadaan kenyang!" Jawab Shita. Dia berusaha tegar, namun batinnya sungguh ketakutan melihat sorot tajam tatapan mata Mark.
"Hei!" Teriak Mark kembali, saat dia melihat Shita mulai berbalik untuk pergi. Dia berjalan kedekat sofa lalu meraih sesuatu.
"Pakai ini!" Mark melempar cardigan yang senada dengan baju yang Shita pakai saat ini.
"Tidak mau!" Jawab Shita. Dia melempar ke sembarang arah cardigan yang Mark lempar padanya.
Mark mendengus, dia mulai kesal dengan Shita.
__ADS_1
"Selama ini aku memakai pakaian panjang hanya untuk menjaga diri dari terkaman buaya seperti kamu! Sekarang apa bedanya? Aku sudah berada di mulut buaya, untuk apa aku menutup bagian tubuhku?" Jawab Shita yang sengaja menantang Mark. Entah kenapa Shita merasa senang jika dirinya mampu sedikit melawan Mark. Shita membalas tatapan tajam Mark dengan memasang senyuman manis di wajahnya.
"Tubuhku tidak terlalu jelek, aku bangga memperlihatkannya pada mata-mata di luar sana," seru Shita dengan seringai di bibirnya.
"Kalau kau tidak menutup bagian tubuhmu yang jelek itu, aku akan melukiskan tanda merah di seluruh bagian itu, hingga dirimu sendiri saja malu jika melihatnya." Seru Mark yang mulai berjalan mendekati Shita.
Shita mulai takut, dengan sigap dia berlari ke arah cardigan yang ter onggok di lantai. "Baiklah, aku pakai," seru Shita sambil mengambil cardigan yang dia lempar sebelumnya dan segera memakainya. "Bagaimana? Sudah puas?" Seru Shita.
Mark tersenyum, Shita merasa senyuman yang terukir di wajah Mark begitu tulus, tanpa dia sadari dia mengagumi wajah laki-laki yang berdiri di depannya.
Mark sadar Shita memperhatikan dirinya. "Kenapa? Apa kau mau melihat dan mencoba, bagaimana pandainya diriku melukis pada tubuh wanita?"
Kekaguman Shita langsung buyar karena pertanyaan Mark barusan. "Shita kau bodoh! sempat-sempatnya kau terpesona dengan buaya itu!" Gerutu hati Shita mengutuki dirinya sendiri.
Sedang Mark menyeringai penuh kemenangan. Melihat Shita yang kesal padanya.
"Mau kemana kau?" Mark menatap tajam pada Shita yang meraih gagang pintu.
"Aku tidak ingin membawamu dalam masalah jika aku mati kelaparan, maka dari itu, izinkan aku makan, aku lapar dan aku ingin makan sekarang," jawab Shita dengan nada yang penuh kekekesalan.
"Kenapa keluar? Kita bisa saling makan di sini," seru Mark, dia mulai membuka baju santainya.
"Iyuh!" Shita menggidik dan langsung membuka pintu kamar hotel dan pergi dari kamar dari kamar hotelnya tersebut.
Sedang Mark tertawa begitu puas dan sangat lepas karena melihat reaksi dari Shita. Tawanya seketika kaku, saat melihat pantulan wajahnya dari cermin. "Hei, sejak kapan aku bisa tertawa selepas ini? Biasanya tawaku hanya menutupi beban di hatiku." Gerutu hati Mark yang mematung memandangi dirinya pada cermin.
***
Bersambung
***
Besok tidak up sepertinya, kesibukan di RL membuat Author fokus dengan kegiatan. Jadi mohon maaf ya.
Semoga bisa up secepatnya.
Eh dah eps 37 ya, nggak kerasa,
Jangan lupa jempol dan tanda love nya sobat ... jempol dan tanda love cuma 1 kali tekan, tapi Author sangat bahagia jika sobat berkenan meninggalkan tanda itu.
__ADS_1
Terima kasih pasrtisipasi dan dukungannya sobatš„°