Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda
Bab 56 Salad Buah


__ADS_3

Tidak terasa, tiga bulan sudah semua ini berlalu, setiap pagi Shita selalu memandangi wajah Mark jika dia bangun lebih dulu, entah kenapa, akhir-akhir ini dia merasa sangat bahagia jika memandangi wajah Mark. Mark mulai mengerjapkan matanya. Saat dia membuka mata, senyuman Shita mengambang didepan matanya.



"Pagi beib," sapa Shita dengan nada yang begitu lembut.


"Pagi juga," jawab Mark, dia menarik wajah Shita, hingga bibir Shita mendarat di bibirnya.


Setelah kegiatan pagi yang ringan, mereka langsung menyegarkan diri dan segera bersiap. Shita dan Mark turun bersama menuju meja makan.


Shita hanya bengong melihat menu sarapan yang ada.


"Kamu mau apa beib?" Tanya Mark.


Shita menggeleng, karena menu yang tersaji sama sekali tidak menarik baginya.


"Boleh aku sarapan kampus saja?" Rengek Shita.


"Terserah kamu saja," jawab Mark.


Shita hanya diam memandangi semua orang menikmati sarapan mereka.


Seorang pembatu mendekat ke arah meja makan sambil membawa satu wadah. "Nyonya Shima, ini salad buah mayo yang nyona pinta." Serunya sambil memberikan satu toples persegi yang ber isi salad buah pada Shima.


"Makasih bi," jawab Shima sambil menerima toples itu.


"Bi," Shima memanggil pembantunya yang tadi.


"Iya nyah."


"Bisa nggak, jangan panggil aku nyonya, aku berasa tua, secara aku ini masih sendiri dan masih muda." Seru Shima.


"Maafkan saya, saya terbiasa panggil majikan saya nyonya," jawab pembantu itu.


Shita berulang kali menelan air liurnya melihat salad buah mayo yang di pegang Shima. "Bi, aku juga mau salad buah seperti punya Shima." Seru Shita.


"Oh, iya nyah, sebentar saya buatkan." Jawab pembantu itu.


"Aku ikut buat bi," seru Shita begitu semangat.


Shita memandang ke arah Mark. "Beib, aku tinggal boleh?" Tanya Shita pada Mark.


Mark tersenyum dan mengangguk. Dengan semangat Shita mengikuti pembantu itu kedapur.


****


Di dapur.


Dua orang pembantu sibuk memotong buah segar, sedang Shita hanya menggerecoki mereka dengan permintaannya, sambil memakan potongan buah yang ada.


Terlihat pembatunya mulai mencampurkan mayones dan yogurt kedalam wadah yang berisi bermacam potongan buah segar.

__ADS_1


"Banyakin buahnya bi." Pinta Shita.


"Non emang habis makan saladnya nanti?" Tanya salah satu pembantu.


"Aku bawa kekampus bi, tenang aja," seru Shita.


Pembantu pun menuruti permintaan Shita.


"Keju nya banyakin bi." Pinta Shita lagi.


"Ini sudah banyak nona,"


"Kurang banyak." Rengek Shita.


"Gini aja, non bawa keju sama parutannya, biar non nambah sesuka hati." Seru pembantu yang satunya.


"Ide bagus!" Seru Shita.


Beberapa saat menunggu, akhirnya salad buah permintaan Shita selsesai. Shita langsung memasukan salad buah itu ke piring, dia melahap salad yang ada di piringnya, membuat para pembantu menggeleng melihat kelakuan nona muda mereka itu.


"Kau makan salad buah apa makan keju?!" Seru Mark yang baru datang, dia menggeleng melihat piring yang Shita pegang.


"Salad buah plus keju." Seru Shita dengan seringai manja nya.


"Jangan kebanyakan makan keju, nanti kamu gendut loh," seru Mark.


"Kalau aku gendut kau mau apa?!" Bentak Shita.


Mark mulai sadar, kalau membahas kata gendut dengan pasangan hanya membuat api perseteruan menyala. "Tidak apa-apa, kalau kau gendut, kau harus rela ku cubit tiap waktu, aku nggak tahan lihat pipi chubby, maunya nyubit terus!" Seru Mark. Dia memeluk Shita dari belakang dan menumpukan wajahnya di ceruk leher Shita.



"Ini nyah, dalam wadah ini di jamin salad buah nyonyah tambah seger!" Seru pembatu memberikan cooler bag pada Shita.


"Terima kasih," seru Shita.


Dia dan Mark segera meninggalkan area dapur. Mark berangkat dengan mobilnya ke kantor, sedang Shita berangkat dengan mobilnya menuju kampus.


***


Baru sampai di area kampus, Shita kembali terbayang salad buah yang dia bawa. Dia segera duduk di taman kampus dan mengambil satu wadah yang berisi salad buah tersebut. Yang dinikmatinya kali ini terasa lebih nikmat, karena terasa segar karena salad buah itu dingin. Shita sungguh menikmati salad buah yang dia bawa. Merasa kejunya masih terasa kurang, Shita kembali menambah parutan keju di atas salad buahnya.


"Hai Shita." Sapaan seseorang menyapanya.


Mata Shita melotot melihat siapa yang mendatanginya. Kak Jane!" Seru Shita, dia menaruh salad buahnya dan langsung memeluk Jane.


"Apa kabar?" Tanya Jane.


"Aku baik, kakak gimana? Lama banget nggak ketemu kak Jane." Rengek Shita.


"Maafan aku, aku menikah beberapa bulan lalu, pernikahan kami terpaksa kami rahasiakan, karena pekerjaan suamiku." Jawab Jane.

__ADS_1


Dia dan Shita duduk di bangku taman itu. Shita kembali mengambil salad buahnya tadi dan memakannya kembali. "Kakak mau? Aku bawa banyak lho."


"Enggak, pagi-pagi kok makan salad buah, siangan dikit enak, lah pagi gini apa enaknya?" Seru Jane.


"Ya sudah, kalau nggak mau aku makan lagi." Seru Shita.


"Shita, bagaimana pernikahan kamu?" Jane memberanikan diri untuk bertanya.


"Baik, Mark sudah menganggap aku istrinya." Jawab Shita.


Mata Jane melotot mendengar jawaban Shita. "Beneran istri?" Tanya Jane lagi.


"Iya, untuk apa aku bohong." Jawab Shita.


"Sejak kapan kau dan Mark mulai tidur bersama?" Tanya Jane langsung.


"Kurang lebih tiga bulan." Jawab Shita, wajahnya memerah menahan malu.


Jane mulai memandangi Shita, apalagi melihat Shita begitu lahap menyuap salad buahnya. "Kamu hamil?"


Uhuukkk!


Spontan potongan buah yang sudah masuk ke mulut Shita kembali melompat keluar.


"Ih kakak apaan," rengek Shita, Shita langsung terdiam, karena memang tiga bulan ini dia tidak mendapatkan haid lagi.


"Kalau kau dan Mark sudah tidur bersama, kemungkinan kamu hamil itu pasti." Seru Jane.


Shita melamun, namum mulutnya masih mengunyah potongan buah yang baru dia masukan lagi ke mulutnya.


"Sudah jangan di pikir, kalau hamil bagus dong, kan kamu nikah! Untuk kepastiannya, nanti kamu beli testpack, untuk tes kehamilan kamu." Seru Jane.


"Aku---" lidah Shita terasa kelu, dia tidak bisa meneruskan kata-katanya.


"Sudah, aku kemari mau beri alamat rumah aku, ini alamatnya, nanti sesekali datang aja, tapi jangan sama suami kamu ya." Seru Jane.


Setelah mengucapkan salam perpisahan Jane langsung pergi dari kampus itu. Dia datang hanya untuk bertemu Shita.


Selama di kampus hanya salad buah yang dia bawa itu yang Shita makan, tiga toples persegi yang dia bawa, habis dia nikmati seorang diri. Sedang Ara dan Loiz menggeleng melihat tingkah Shita. Sepulang kuliah Shita mampir di apotek untuk membeli testpack.


Shita memegang banyak jenis testpack, akhirnya dia membeli dua macam. "Gimana gunain nya mba?" Tanya Shita pada petugas Apotek tersebut.


Petugas Apotek memberi tahu cara menggunakan testpack tersebut.


"Kenapa harus pagi? Kan setiap waktu bisa." Rengek Shita.


"Biar lebih jelas dan akurat mba,"


Shita mengguk dan tersenyum.


"Sudah berapa lama nikah mba?" Tanya petugas Apotek.

__ADS_1


"Kurang lebih 9 bulan," jawab Shita, dia masih fokus melihat benda yang bernama testpack tersebut.


Setelah membayar barang yang di beli, Shita langsung pulang ke rumah Mark.


__ADS_2