Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda
Bab 55 Mobil Baru


__ADS_3

Perlahan Shita membuka matanya, Sinar matahari sudah menembus di sela-sela gorden dan ventilasi kamar itu, Shita tersenyum melihat Mark ada di sampingnya, dia mendekatkan wajahnya pada wajah Mark, senyumannya terus merekah memandangi wajah Mark yang tidur itu. Shita mendaratkan ciumannya di bibir Mark, namun Mark tidak juga bangun.




"Pasti kamu lelah." Gumamnya, Shita langsung bangun menuju kamar mandi untuk meyegarkan dirinya.


Saat Shita kembali lagi ke kamar, Mark sudah bangun, dia langsung memeluk Shita. "Aku melakukan kesalahan besar yang tidak mungkin bisa aku ceritakan padamu, aku mohon, jangan pergi dariku, aku sangaaaat cinta kamu Beib." Bisik Mark.


Shita melepaskan pelukan Mark. "Bukankah selama kamu tidak pernah salah, jika kamu salah, maka yang bersalah orang yang menjadi penyebab kamu berbuat salah yang bersalah." seru Shita dengan seringai senyuman manisnya.


"Untuk apa minta maaf padaku, kau tidak pernah salah bukan?" Shita langsung memeluk Mark lebih dulu.



Mark tidak mampu berkata lagi, perbuatannya tadi malam dengan Cindy membuat batinnya tersiksa.


"Hei, lupakan, ayo sana mandi, aku harus kuliah pagi ini," rengek Shita.


"Hei, mobil baru buatmu, pagi ini sudah datang, maaf, karena kesibukanku, aku baru bisa memilihkannya. Semoga kamu suka nanti," Mark berusaha santai.


"Apapun pilihanmu aku pasti suka." Jawab Shita.


*******


Setelah keduanya rapi, Shita dan Mark segera turun untuk sarapan pagi bersama. Seperti biasa, selesai sarapan, mereka melanjutkan rutinitas mereka masing-masing.


Namun pagi ini Shita di percaya Mark, pergi kuliah dengan menyetir sendiri mobil baru, yang Mark belikan buatnya. Setelah mengucapkan salam perpisahan dengan Mark pagi ini, Shita segera melajukan mobilnya menuju kampusnya.


Sesampai halaman kampus, Shita menjadi pusat perhatian, biasanya dia diantar jemput, namun hari ini dia datang mengendarai mobilnya sendiri. Apalagi mobil yang di bawa Shita termasu kategore mobil mewah.


"Sultan!" Seru seseorang.


"Loiz! Kau apa-apaan." Rengek Shita yang baru turun dari mobilnya.


"Waw, kau dapat mobil baru, bunny mu kemana?" Tanya Ara yang juga ikut mendekat.


"Bunny ku di kurung Mark, dia cemburu pada bunny." Rengek Shita, cerita Shita membuat Ara dan Loiz tertawa.


"Kalian bareng, apa kalian?"


"Jangan gosip pagi-pagi! Ayo kita masuk kelas!" Seru Ara yang langsung menyela ucapan Shita.


Langkah mereka terhenti, saat melihat Cindy keluar dari mobil mewah. Namun tiba-tiba terjadi keributan di dekat Cindy, seorang wanita mengamuk dan menjambak Cindy. Melihat kejadian itu, Ara, Shita, dan Loiz berlari ke arah kerumunan, melihat Cindy tersungkur, Ara dan Shita membantunya.


"Fiola, kenapa kamu kasar sama Cindy?" Seru Shita sambil membantu Cindy bangkit.


"Dia menggoda papaku! Kalian mau bela in itu pelakor!" Teriak wanita yang bernama Fiola itu.


Ara dan Shita memandangi Cindy. "Cindy, kamu tidak berubah," ringis Shita, mereka berdua melepaskan tangan Cindy.


"Hei pel*cur! Kenapa? Bukankah kalian sama dengan rekan kalian ini? Ups aku lupa, kalau Ara sudah pensuin, sekarang Shita juga ikutan jadi jal*ng, oh, kau dapat mobil mewah rupanya hasil jualan itu." Seru Fiola.

__ADS_1


"Fiola, selesaikan urusan kamu dengan Cindy, kami tidak ikut campur," ucap Shita lembut.


"Berapa kamu jual keperawanan kamu Shita!" Teriak Fiola.


"Fiola, yang bermasalah sama kamu Cindy, kenapa kamu bawa-bawa kami?" Bentak Ara.


"Karena kalian bertiga sama! Sama-sama jal*ng!" Teriak Fiola.


Teriakan Fiola membuat semakin banyak Mahasiwa dan Mahasiswi berkumpul di area parkir itu. Bahkan beberapa orang merekam kejadian itu dengan kamera ponsel mereka.


"Sudah Ara, Shita, ayo kita pergi, meladeni orang seperti ini tidak ada habisnya. Kau juga Cindy! Kenapa kau merayu suami orang? Apa tidak ada lagi laki-laki single di dunia ini?!" Bentak Loiz. Loiz menarik Ara dan Shita menjauhi Fiola dan Cindy.


"Kau punya mobil baru Shita, apa mobil itu hasil menjual diri kamu!" Seru Fiola lagi.


Langkah kaki Shita terhenti, dia melepaskan tangan Loiz yang memegang tangannya, dia berbalik menghadap Fiola.


"Ow, aku takut dengan tatapan mata itu," ucap Fiola dengan nada mengejek.


"Tunggu, mobil mewah di sana itu, kemaren tuan muda Emanuel Group yang membeli di Showroom papaku, awh, apa kamu salah satu peliharaan tuan muda itu?"


Shita mulai emosi, dia berjalan mendekati Fiola.


"Jangan terlalu bernafsu Shita, tuan muda itu memang suka mengoleksi perempuan, kupastikan koleksinya bukan kalian bertiga saja, itu bukan rahasia publik, semua orang tau Mark penjahat kel*min, tapi semua orang bisu, tidak berani berkata," ucap Fiola dengan serangai ejekannya.


Plakkk!


Tamparan keras dari tangan Shita mendarat di pipi Fiola. "Jangan pernah menghina suamiku!" Bentak Shita.


Fiola mengelus pipinya yang sakit. "Kalau mimpi jangan ketinggian, kau hanya simpanan! Tidak mungkin kau jadi istri tuan muda itu, apa untungnya Mark menikahi dirimu, secara simpanan Mark model kelas dunia semua, sedangkan kau?" Fiola menatap sini dari ujung kaki Shita hingga ujung kepalanya. "Kau tau, sahabatmu di sana itu juga peliharaan Mark," seru Fiola lagi.


******


Sammy dan Ana sangat gusar, ini pertama kalinya mereka dipanggil karena kasus Shita. Sammy dan Ana juga kedua orang tua Fiola berada di kantor dosen kampus itu. Mereka menghadap beberapa petinggi kampus tersebut.


Kecemasan terlihat di wajah kedua orang tua Fiola, karena mereka tahu siapa Shita. Namun, mereka tidak bisa memarahi Fiola. Karena sednag menghadap para petinggi kampus itu.


Di gedung Emanuel Group.


Mark langsung pergi menuju Fakultas di mana Shita kuliah, dia sangat geram saat menerima laporan kalau Shita berkelahi di sana. "Dasar anak kecil!" Gerutu Mark yang terus mempercepat langkahnya.


***


Kedatangan Mark di tengah-tengah ruangan dosen itu, semakin membuat orang-orang di sana tegang. Mereka sangat takut akan kemarahan tuan muda itu.


"Kenapa kamu berkelahi!?" Tanya Mark pada Shita, nada suaranya terdengar sangat tegas.


"Dia bilang kau penjahat kel*min! Aku tidak rela dia menghina suamiku!" Jawab Shita.


Semua orang di ruangan kaget, karena beberapa dari mereka belum tahu siapa Shita.


Mark menatap tajam kearah kedua orang tua Fiola.


"Itu bohong! Aku tidak berkata begitu!" Fiola membela diri.

__ADS_1


"Ini video perkelahian mereka tuan muda." Seru seorang dosen sambil memberikan ponselnya pada Mark. Wajah Mark nampak memerah setelah melihat rekaman video itu.


"Keluarkan gadis itu dari sini, atau ku tutup kampus ini!" Mendengar ancaman Mark, pihak yang berkaitan langsung memproses permintaan Mark.


"Kau berani menyebut istriku ******! Untung saja tidak korobek mulutmu!" Tatapan Mark begitu tajam pada Fiola.


Setelah semua urusan selesai, semua orang segera kembali. Namun tidak dengan Shita, dia masih bertahan di ruangan itu, karena permintaan Mark. Sedang semua orang sudah keluar dari ruangan itu.


"Kenapa kau ikut campur urusan orang lain!" Suara Mark terdengar dingin.


"Aku tidak ikut campur, tadi aku hanya membantu Cindy bangkit, ternyata Fiola malah mengataiku dan menghina kamu." Wajah shita nampak masam mengingat kejadian barusan.


"Aku tidak perlu dibela, aku memang hina di mata semua orang, aku merasa berharga hanya di mata kamu." Mark berjalan mendekati Shita.


Mark langsung memeluk Shita. "Jangan bahayakan dirimu, aku tidak memaafkan siapapun jika kamu terluka."


"Hem," jawab Shita sambil menganggukkan kepalanya.


"Kamu ada kelas lagi?"


"Ya ada lah beib, ini masih pagi." Rengek Shita.


"Masih pagi tapi kau malah berkelahi." Seru Mark, sambil menyentil lembut hidung Shita.



Selesai dengan Mark, Shita segera masuk ke kelasnya.


***


Kedua orang tua Fiola menunggu Mark di tempat parkir. mereka masih bertahan di tempat parkir, untuk menemui tuan muda itu.


"Tuan muda, saya mohon jangan keluarkan anak kami dari fakultas ini, tuan muda pasti tahu, kalau di keluarkan dari sini, tidak ada lagi Fakultas yang mau menerima anak kami."


"Masih untung hanya putrimu yang aku keluarkan, bukan sahamku, tadinya aku berniat menarik semua sahamku! Tapi, yang salah putrimu, aku hanya menghukum putrimu." Mark berlalu begitu saja meninggalkan kedua orang tua Fiola.


*****


Kelas pagi yang Shita ikuti sudah ber akhir, dia berjalan menyusuri lorong kampus mencari sosok Cindy. Saat melihat wanita itu, Shita langsung mendekatinya.


"Cindy, berhentilah jadi wanita simpanan, sayangi diri kamu, kamu itu cantik, pintar, masa depan kamu akan cerah jika kamu mau berusaha lebih keras lagi." Ucap Shita lirih.


"Iya Cind, mending fokus model dan kuliah, jadi simapanan pengusaha hanya membahayakan dirimu saja." Tambah Ara yang baru mendekat.


"Urus urusan kalian sendiri, kamu lagi Ara, bukannya kamu tahu dari dulu aku gini." Ucap Cindy dengan nada yang ketus.


"Kami tau, tapi jangan ganggu rumah tangga orang, ini baru Fiola yang marah, bagaimana kalau kakak-kakak Fiola juga ikutan serang kamu?" Ucap Shita, berharap temannya itu mau berubah.


"Kalian sok suci! Ah aku pergi!"


"Kalau kamu ganggu rumah tangga orang lagi, aku tidak akan tingal diam Cind," teriak Shita.


Namun Cindy tidak perduli, di tetap pergi meninggalkan dua orang itu.

__ADS_1


Sejak kejadian itu, Shita tidak terlalu akrab lagi dengan Cindy, karena kelakuan Cindy yang semakin hari semakin menakutkan. Datang dan pergi kuliah dengan pria yang berbeda. Ara dan Shita memilih diam dan fokus dengan kuliah mereka.


__ADS_2