
Shita melajukan mobilnya menuju Apartemen Cindy, sesampai di sana Shita langsung bisa masuk, karena Cindy tidak merubah kode keamanan Apartemennya. Dia merebahkan diri di sofa yang ada dalam Apartemen itu, sambil menunggu Cindy kembali. Berjam-jam Shita melamun, akhirnya dia tertidur di situ.
Shita terbangun dari tidurnya, matanya langsung terbuka lebar, saat melihat jam sudah menunjuakan pukul 01:00. Dia duduk bersandar menunggu kedatangan Cindy, pikiran Shita semakin kacau, mengingat bagaimana dia dan Mark ketika bercinta, tentu Mark juga melakukan hal yang sama pada Cindy.
Di bagian luar.
Cindy berjalan santai menuju apartemennya. Setelah membuka sandi keamanannya, pintu terbuka, dia segera masuk dan mengunci lagi apartemennya.
"Ternyata kamu tidak merubah sandi keamanan kamu," suara wanita yang ada dalam apartmennya membuatnya terkejut.
"Shi---Shita?" Dia gugup melihat istri Mark ada dalam apartemennya.
"Aku tahu kamu jadi seorang jal*ng sejak kita kuliah, aku membiarkan kamu melakukan apa keinginan kamu, selama kamu tidak merusak rumah tangga orang lain, tapi?" Shita tidak bisa meneruskan kata-katanya. Dia berusaha menahan rasa pilu hatinya, agar Cindy tidak melihatnya.
"Apa salah aku padamu? Kenapa harus Mark yang kamu goda?" Shita berusaha nampak tegar, walau air matanya sangat ingin tumpah.
"Shita … Shita, aku tidak menggoda Mark, aku dan Mark sudah bersama jauh sebelum Mark menikah dengan kamu, kamu ingat kalau Mark meninggalkan kamu di malam pengantin kalian? Saat itu Mark bersamaku Shita," Cindy menyeringai.
Shita terdiam, mengingat malam pengantinnya dia tidur sendirian, menghabiskan malam menonton tv dan memainkan ponselnya dalam kamar hotelnya, saat dia melihat Mark berada di kamar hotel, itu sudah pagi, saat kedua orang tuanya datang berkunjung.
Shita segera menyadarkan dirinya dari lamunan mengingat masa lalunya. Menarik nafas begitu dalam untuk mengutarakan kalimat yang sangat berat dia ungkapkan. "Jika kalian saling cinta, kenapa kalian menarik aku dalam ikatan ini?"
"Shita, kamu bodoh! Kamu lupa kalau kalian harus menikah karena desakan kedua orang tua kalian, orang tua kono! Main jodoh-jodohin anak, mereka nggak tau apa, kalau anak mereka juga bisa cari pasangan sendiri.
Shita melamun, mengingat masa lalu sebab pernikahan dia dan Mark. "Kamu salah! pernikahan kami bukan atas dasar perjodohan, Mark menikahiku karena ...." Shita tidak mampu meneruskan perkataannya. Mengingat sebab pernikahan yang terjadi bukan hal yang indah.
Shita segera mengubah arah pembicaraannya. "Kalau kamu dan Mark masih saling cinta, menikahlah, jangan melakukan hal buruk seperti tadi, selamatkan harga diri kamu, aku akan mundur dari kehidupan Mark. Oh ya, aku minta maaf, sejak jam 9 atau 10 tadi aku numpang tidur di sini," Shita segera pergi meninggalkan apartemen itu.
Setelah Shita pergi, Cindy langsung menelpon Mark.
Di rumahnya Mark nampak gelisah, dia masih berbaring di tempat tidur memikirkan nasib Shita, melihat ponselnya berdering, Mark langsung mengangkat panggilan itu.
"Apalagi!" Suara Mark terdengar sangat marah.
"Shita ada di Apartemenku."
Mark langsung menutup panggilan telepon, dia meraih kunci mobilnya dan segera menuju Apartemen Cindy.
Mark mengebut di jalanan menuju Apartemen Cindy. Sesampai di sana dia langsung masuk kedalam Apartemen. "Mana Shita!?" Teriak Mark.
"Dia sudah pergi." Jawab Cindy.
"Kamu bilang dia di sini!"
"Dia memang kesini, dia bilang, dia merestui hubungan kita, bahkan dia bilang dia rela mundur demi kebahagiaan kita." Senyuman Cindy nampak sumringah.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan padanya? Kenapa dia berkata seperti itu?!"
"Aku hanya berkata jujur, aku bilang kalau hubungan kita, jauh terjalin sebelum kalian menikah, tapi aku bohong sedikit, aku bilang saat malam pernikahan kalian, kau dan aku menghabiskan waktu bersama." Seringai Cindy begitu bahagia.
"Malam pengantin, aku menghabiskan waktu dengan Ara, Arggt! Kau membuat luka lama Shita menganga kembali, karena mengingatkan awal pernikahan kami!" Gerutu Mark.
"Mark, ayolah, tinggalkan Shita, saatnya kita merajut kisah kita yang berantakan ini, tunggu apa lagi? Shita dengan senang hati akan pergi meninggalkan kamu," rengek Cindy.
"Bagaimanapun aku tidak akan melepaskan Shita! Mana dia!? Teriak Mark.
"Dia sudah pergi setelah bilang akan pergi dari kamu." Seru Cindy.
Mark sangat geram, dia langsung pergi dari Apartemen Cindy.
"Mark!" Teriak Cindy.
"Sampai kapanpun, aku tidak akan melepaskan Shita!" Teriak Mark. Dia terus mempercepat langkahnya, berharap bisa menemukan Shita.
Sesampai di mobilnya, Mark mengerahkan anak buahnya untuk mencari Shita.
"Aku tidak akan melepaskan kamu Shita, apalagi sekarang kamu mengandung buah cinta kita." Mark langsung melajukan mobilnya untuk mencari Shita.
****
"Cindy bukan pelakor, tapi aku yang merebut Mark darinya." Ringis Shita.
Pikiran Shita tertuju pada teman lamanya, Jane, dia langsung menuju alamat Jane. Setelah memasuki area halaman rumah yang nampak sederhana itu, Shita segera mengetok pintu rumah itu.
Tokkk tok tok!
"Jane! Aku Shita." Ucapnya.
Tidak lama, lampu dalam ruangan itu menyala. Pintupun di bukakan oleh yang punya rumah.
"Shita?!" Jane nampak kaget melihat Shita yang nampak kacau.
"Boleh aku menginap?" Tanya Shita, dengan suara yang masih sesegukan, karena dia terus saja menangis.
"Masuklah," Jane mempersilahkan Shita masuk kedalam rumahnya.
***
Jane menyelimuti Shita, dan mulai mendengarkan cerita Shita. Jane mengerti kenapa Shita sekacau ini. Jane memeluk Shita, sedang Shita terus menangis melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
"Kenapa Mark membuat aku jatuh cinta padanya, kalau dia masih menginginkan Cindy," isak tangis Shita.
"Tuan muda memang benar-benar jatuh pada anda, selama tiga bulan ini, dia jauh berubah, dia bukan Mark yang menikahi anda dulu, tapi Mark yang mencintai anda." Suara orang itu membuat Shita menegakkan tubuhnya.
Shita kaget melihat laki-laki itu.
"Dia Abi, suamiku." Seru Jane.
"Oh, tidak! Aku datang ketempat yang salah! Dia orang Emanuel Group! Aku pernah melihat fotonya di ruangan kerja Mark!" Seru Shita.
"Kamu datang ketempat yang tepat nona muda, aku sudah lama berhenti dari Emanuel Group." Seru Abi. Abi memulai ceritanya, kenapa dia berhenti dari Emanuel Group.
"Kalian?" Shita sangat terharu mendengar perjuangan Jane dan Abi.
"Kami senang tuan muda benar-benar jatuh cinta pada anda, tapi aku sama sekali tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi." Seru Abi.
"Satu hal, Cindy bohong pada anda nona muda, tuan muda menghabiskan malam pernikahan kalian dengan Ara, bukan dengan Cindy." Seru Abi.
"Aku tidak perduli, aku hanya ingin pergi dari Mark, aku tidak mau lagi melihatnya." Air mata Shita kembali menetes lagi.
Tekanan batin yang terlalu, membuat Shita kehilangan kesadarannya.
"Bagaimana ini?" Tanya Jane.
"Hubungi dokter Sandy, dia dokter yang bisa kita percaya, aku takut ceritamu waktu itu benar." Seru Abi.
"Cerita yang mana?" Tanya Jane.
"Cerita, tentang dugaanmu kalau nona muda hamil." Jawab Abi.
Jane langsung menelpon dokter Sandy. Setelah ditelepon, tidak lama dokter Sandy datang dan langsung memeriksa Shita.
"Dia memang hamil, sebaiknya jaga dia, jangan sampai dia stres dan merasa tertekan, saat Jane menelpon ku menceritakan semuanya, aku siapkan vitamin buat dia. Untuk saat ini dia baik-baik saja, kalau begitu aku permisi, jangan lupa suruh dia minum vitaminnya." Seru dokter Sandy.
Setelah kepergian Sandy, Jane dan Abi hanya saling pandang.
"Bagaimana ini?" Tanya Abi.
"Biarkan dia di sini, dengan begitu kita bisa menjaganya." Jawab Jane.
"Aku setuju." jawab Abi.
Bersambung.
[Ini Bagian cerita epesode 2 ya.]
__ADS_1