Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda
Bab 77 Paling Tampan


__ADS_3

Mark dan Shita duduk di ruang tamu, dia asyik dengan laptopnya, sedang Shita asyik memandangi Mark yang sibuk bekerja. Shita terus mengagumi wajah suaminya. Namun kekagumannya pada wajah suaminya tiba-tiba berubah. Shita mulai merasakaan nyeri pada perut dan pinggulnya.


"Beib …." Ringisnya.


Mark langsung melepas laptopnya dan mendekati Shita. "Dia?" Tanya Mark.


Shita tidak bisa menjawab Mark.



Melihat Shita kesakitan Mark langsung menggendong Shita menuju mobilnya, dia lupa mengabari orang-orang yang ada di rumah, dia perlahan mendudukan Shita di kursi mobil, setelah memasangkan sabuk pengaman, Mark langsung melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit. Beruntung jalanan sepi.


Sesampai di Rumah Sakit, Shita langsung dibawa para perawat menuju ruang bersalin. Keadaan di dalam ruangan itu sangat menegangkan.


"Aakkkk!" Pekikan teriakan Shita, membuat Mark juga ikut berteriak.



"Tuan muda, bisakah anda membantu nona tenang?" Dokter Tedy mulai pusing karena Mark juga ikut-ikutan mengiringi jeritan Shita.


Dokter Tedy berdiri dihadapan kaki Shita yang terbuka.


"Mau apa kau!" Bentak Mark, dia mendorong dokter Tedy.


"Membantu proses persalinan istrimu, kalau kau keberatan, silahkan tangani sendiri!" Bentak dokter Tedy, rasa hormatnya pada Mark hilang, karena kekesalannya pada tuan muda ini.


"Apa tidak ada dokter perempuan?!" Teriak Mark.


"Mark!" Teriak Shita.


Mark langsung mendekati istrinya. "Iya sayang." Bisik Mark, dia membelai pucuk kepala Shita.


Shita menarik kasar dasi Mark, membuat Mark merasa tercekik. "Biarkan dokter itu melakukan tugasnya, aku seperti ini juga karena ulahmu!" Teriak Shita.


"Bab---bbaik sayang," ucap Mark, lehernya tercekik karena ulah Shita. Mark memberi isyarat pada dokter Tedy, agar melakukan tugasnya.


Dokter Tedy dibantu beberapa perawat wanita mulai memeriksa Shita. Shita tengah berjuang, melahirkan buah cintanya dan Mark


*****


Dari pagi Shita merasakan kontraksi, namun belum juga pada pembukaan sempurna. Mark sangat frustrasi melihat keadaan Shita. Berulang kali Andreas menenangkan Mark. Namun ketika Shita kembali merasakan rasa sakit, membuat Mark begitu panik.


Akhirnya sampai pada pembukaan akhir, dokter Tedy dibantu beberapa perawat membantu persalinan Shita, perjuangan yang panjang, akhirnya yang dinantikan selama sembilan bulan itu keluar juga.


"Bayinya laki-laki." Ucap dokter Tedy, namun perasaan dokter Tedy tegang, karena bayi Shita tidak menangis.


Mark tersenyum melihat bayinya sudah keluar, namun tidak bagi Shita, wajahnya mendadak pucat, karena bayinya diam. "Dok, kenapa bayiku?" Ringis Shita.


Dokter Tedy langsung mengusap punggung bayi itu, namun tidak juga ada respon. Air mata Shita mulai menetes, dia tahu ada yang tidak beres dengan bayinya.


Bermacam cara yang dilakukan dokter Tedy, namun bayi laki-laki itu tetap diam. Dokter Tedy memukul bagian pant*t bayi itu, seketika bayi itu langsung menangis, dokter Tedy lega, dia langsung menyerahkan bayi Mark dan Shita pada perawat. Namun tidak bagi Mark, dia marah karena bayi mungilnya di pukul dokter itu.

__ADS_1


Bouggghh! Tinjuan keras dari tangan Mark, mendarat telak di rahang dokter Tedy. Membuat dokter itu tersungkur kelantai.


"Mark!" Teriak Shita.


Mark tidak memperdulikan teriakan Shita. "Kalau kau kesal padaku, jangan menyakiti bayiku yang tidak bisa apa-apa!" Mark mencengkram krah baju dokter Tedy.


"Dokter itu menolong bayi kita bodoh!" Teriak Shita.


Tidak lama dokter Andreas masuk kedalam ruangan bersalin, karena mendengar keributan dari luar. Andreas terkejut, melihat dokter Tedy tersungkur di lantai. Dia segera membantu dokter Tedy. Sedang Mark masih tegang, dia benar-benar lupa. Kalau itu memang langkah yang dilakukan jika bayi lahir tidak menangis.


Mark mendekati dokter Tedy. "Maafkan aku." Ringis Mark, sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Aku mengerti, maafkan aku juga." Seru dokter Andreas, sambil menepuk pundak Mark.


Akhirnya kejadian menegangkan itu berlalu. Mark berjongkok, memandang bayinya yang kini sudah berada dalam box bayi.



"Hey, apa kau sudah memberi kabar pada ibu dan yang lain?" Tanya Shita.


Kekaguman Mark pada bayinya buyar, dia baru ingat kalau tidak memberi kabar pada siapapun. Mark tersenyum pada Shita. "Maafkan aku, aku lupa, aku tidak memberi kabar pada siapapun." Ringis Mark.


"Cepat kabari mereka!" Pinta Shita.


****


Beberapa jam kemudian ….



Orang-orang yang hadir hanya tersenyum melihat kebahagiaan pasangan itu.


"Siapa nama anak kalian?" Tanya Randha. Mata Randha begitu berbinar memandangi cucu pertamanya yang masih dalam gendongan Shita.


"Marshen Caldwell Emanuel." Jawab Mark.


"Apa kami harus memanggilnya Marr atau Apa?" Tanya Jane.


"Aku memanggilnya Cald!" Seru Mark.


"Dia anakmu, kau namai dia apapun itu hak mu." Seru Abi.


"Boleh mama menggendong Cald?" Tanya Randha.


"Tentu saja mama." Jawab Shita. Randha langsung menggendong cucu pertamanya. Air matanya menetes, dia tidak menyangka akan merasakan kebahagiaan sebesar ini.


Ana juga berjalan kearah Mark, dia memberikan ucapan selamat pada Shita. "Selamat sayang, kini kau juga jadi seorang ibu." Seru Ana sambil membelai pucuk kepala Shita.


"Terima kasih mama, karena menghadirkan wanita istimewa seperti dia." Seru Mark.


"Kau juga istimewa, hanya saja, kau ibarat berlian yang masih tersembunyi dalam bongkahan batu kasar." Seru Ana.

__ADS_1


Setelah bicara pada Shita, Ana mendekati Randha, dia menatap lekat cucu pertamanya, yang ada dalam gendongan Randha.


"Apa dia mirip Mark sewaktu kecil?" Tanya Ana.


"Tidak sama sekali, cucuku sangat tampan, sedang Mark sewaktu bayi euh!" Ringis Randha.


"Nasibku, mamaku sendiri menghinaku." Ringis Mark.


"Tapi bagiku, kau mahluk paling tampan di dunia." Goda Shita.


Mark tersenyum, dia menciumi Shita dengan gemas.


Semua orang turut berbahagia, atas kelahiran anak pertama tuan muda Emanuel Group itu.


Mereka yang hadir bergantian menggendong bayi Mark dan Shita, sedang Mark, melingkarkan tangannya di bahu Shita. Melihat langsung bagaimana perjuangan Shita melahirkan, membuat rasa cintanya semakin besar pada istrinya. Mark terus memandangi wajah Shita, sesekali menghujani wajah itu dengan ciumannya.


"Terima kasih, atas semua ini." Bisik Mark.


Sedang Shita menyadarkan tubuhnya dengan nyaman di badan Mark.


Sedang di tengah ruangan sana, Abi memberikan baby Cald pada Gimar, entah kenapa, tiba-tiba tangis baby Cald pecah, saat dia berada dalam gendongan Gimar.


"Hanya gendernya saja sama dengan papanya, tapi perasaannya sama dengan mamanya, dia takut padaku." Ringis Gimar. Wajah Gimar semakin masam, karena bayi yang memangis itu juga pipis dalam gendongannya.


Mark berjalan kearah Gimar, dia mengambil baby Cald yang ada pada gendongan Gimar dengan hati-hati. "Kau keterlaluan Gimar, bayiku sampai ngompol, karena dia sangat takut padamu." Gerutu Mark.


Semua orang tertawa, mengetahui baby Cald ngompol pada Gimar, padahal sebelumnya, baby Cald tidak menangis. Tapi saat bersama Gimar, baby Cald langsung menagis.


Gimar semakin kesal. Saat melihat baby Cald langsung berhenti menangis dalam gendongan Mark. Membuat Gimar mengacak-acak rambut kepalanya dengan sebelah tangannya yang tidak kena ompol baby Cald. Kekesalan seperti ini, pertama kali dia rasa, karena anak tuan mudanya itu tidak menyukainya.


******


Terima kasih buat kalian semua, atas semua dukungan Like, Coment, Favorite dan Vote nya pada karya ini.


Terima kasih juga, sudah berkenan mampir di coretan remahan Author. Kapan nulis lagi? Kalau Author rilis lagi, pasti akan kasih pengumuman di mari, tapi untuk sekarang, Author mau santai dulu, Author mau jadi readers setia dulu.


Semoga bahagia dan sehat selalu buat semuanya.


Paipaiii


Salam dari Author heni, nama akunku Miss Gaptek, Autor halu tanpa ilmu, yang labil tanpa pendirian😉😳


Dulu aku hanya pembaca, akhirnya aku beranikan coret-coret sejak desember 2019 lalu. Ayooo siapa yang punya halu tinggi, cobalah untuk menulis 🥰.


Siapa yang suka Chat story lucu? nih Chat Story kesukaan aku. Yang pasti menurut aku lucu.



*****


Beneran End.

__ADS_1


Akhirnya End juga, kalau tidak salah ini aku rilis tanggal 28-06-2020. End hari ini 09-08-2020.


__ADS_2