Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris

Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris
Darma tidak mau tersingkir


__ADS_3

Nayla duduk termenung di pinggir tepi kasur menatap kosong kaca jendela yang basah.


"Aku lupa jika nikah mendadak pasti pemikiran semua orang seperti itu."


"Tapi, buat apa aku berpikir tentang pernikahan ini dan mereka menilai apa, aku menikah juga terpaksa itupun Alex yang memaksaku," ucapnya sendiri.


Di lantai bawah Alex baru tiba dengan Nenek dan Darma.


"Kalian berdua teruslah menjalin hubungan, Alex kan menikahin perempuan itu terpaksa." Seketika terhenti langkahnya dan berbalik melihat kearah Nenek dan Darma yang jalan mendekat ke arahnya. Perkataan sang nenek sangat mengganggu pendengarannya dan Alex tak bisa diam saja.


"Alex sudah berjanji dan dia tak akan mengingkarinya," ucap Nenek dengan sesekali melirik ke arah tangga tepat Alex berdiri didepan tangga.


"Benarkah, bukannya Alex sudah menikah nek." Sahut Darma dengan wajah sedih terlihat ikhlas terpaksa.


Seketika keduanua berhenti tepat didepan Alex.


"Iyaa sih dia menikah tapi, terpaksa kan itu... itu tak masalah lagi pula itu dia lakukan demi kita semua dan pamannya yang mau menguasai yang bukan miliknya."


"Kenapa Nenek..."


"Alex Janjimu kan bilang akan membagi perhatianmu pada Nenek dan juga orang yang nenek sayang," ucapnya. Menatap Alex seolah meminta di maklumi lalu bergantian menatap Darma penuh cinta.


Alex menghela nafasnya melihat ulah kedua orang didepannya.


Maksud Alex bukan seperti ini, Alex tidak ingin menyakiti siapapun termasuk Darma. Nenek malah membuat sesuatunya jadi agak rumit sekarang.


"Sekarang kalian tidur dan Nenek juga akan tidur." Nenek pergi diantar Darma menaiki tangga dan saat Alex ikut berbalik ternyata ada Nayla diatas tangga menatap kearah mereka, tidak tahu sejak kapan tapi, Alex melihat penampilan Nayla sekarang sedikit mengganggu matanya, dengan rambut di sanggul dan menyisakan beberapa helai yang menggantung.


Leher putih jenjangnya dan tangan yang memegang pegangan tangga mencengkram kuat tapi, wajahnya datar seperti tak terjadi apapun. Gaun tidur satin warna putih perak dengan motif bunga lili putih.


Nenek dan Darma melewatinya. Nayla tetap di posisinya. Nenek pura-pura tak melihat Nayla dan Darma memeperlihatkan betapa senang dirinya sekarang.


"Selamat datang, orang asing." Darma tersenyum senang menatap Nayla dan memperlihatkan kalo Nayla bukan siapapun di rumah ini.


Alex menatap Nayla dan Darma yang saling berpapasan dan kemudian Alex ikut menaiki tangga.


Melewati Nayla begitu saja.


Sendirian berdiri di tempat yang sama.


"Orang asing!" Seketika wajahnya tersenyum.


Nayla tak perlu berpura-pura dan berusaha agar terlihat buruk.


Pernikahan ini memang terpaksa tapi, Nayla tak mau terus berada di dalam ikatan ini mau bagaimanapun cara keterpaksaan ini harus berakhir.


Melangkahkan kakinya ke dapur dan mengambil air lalu menemui bibi.


*


Didalam kamar Alex baru saja mengganti pakaiannya dengan jubah satin untuk tidur.


"Apa kau terganggu?" Nayla memasuki kamar tanpa menoleh atau melihat Alex berdiri di depan cermin.


Menutup kembali pintu dan mengambil bantal dengan selimut lalu duduk di sofa.


"Kau bisa tidur di kasur."


Nayla merapikan bantalnya dan mulai melebarkan selimutnya saat akan membaringkan badannya. Selimutnya di tarik kasar tiba-tiba terhempas entah kemana dan memperlihatkan wajah marah seseorang di sana dengan mata menatap tajam.


"Apa orang tuamu mengajarkan putrinya untuk bertingkah tidak sopan pada suaminya," ujar Alex sedikit dengan wajah mengejek.


Nayla menoleh tatapan matanya tajam.


"Jangan bawa orang tuaku, Mereka tidak ada urusannya," ujarnya tegas.


Alex mendekat.


"Kau!" Menunjuk Alex dengan cepat bangkit dari duduknya menjauh dan berdiri didepan Alex.

__ADS_1


"Aku bertanya kau diam, aku berusaha lebih baik."


"Cih... baik, kau tidak akan pernah baik, Kau jahat buruk dan kejam."


"Lalu apa bedanya dengan orang tuamu, Nayla."


Nayla terdiam.


"Kau diam Heh!"


"Ibuku mati karena ayahmu dan Abdulah, lalu ayahku mati karena mereka berdua juga, Siapa yang jahat siapa yang buruk siapa yang kejam."


Nayla terdiam di tempatnya wajahnya bingung juga gelisah.


Kedua tangannya mengepal erat.


"Aku memang tidak tahu tapi, jangan pertanyakan didikan mereka..."


"Wajib Nay! Aku bertanya didikan mereka yang seorang pembunuh untuk putri mereka yang juga tidak waras, Kau sengaja membuat kudaku terluka juga kan kau puaskan, atau... Jangan-jangan kau sengaja melukai Tonic untuk kesenangan."


"Hey.. aku tidak gila ya! aku waras!"


"Kau yang Gila kau marah-marah menuduh lalu tiba-tiba mengajakku menikah? Siapa yang aneh disini yang bilang aku gila kau, berkacalah!"


Alex terdiam, sorot matanya menatap tajam pada mata yang menatapnya tajam juga namun, terlihat ada genangan air mata di sana.


"Tidurlah di kasur aku akan tidur di sofa." Mengalah saja karena ini tak akan berakhir mudah. Nayla membuang wajahnya seketika menusap pipinya yang Alex lihat dari samping, walaupun tertutup beberapa rambut yang tak diikat.


Nayla berjalan ke sofa mengacuhkan Alex yang menyuruhnya untuk tidur di kasur.


"Kau saja, Aku biasa hidup sulit," ucapnya sedikit menyindir sambil memungut selimut dan mulai membentangkannya.


Alex menatap lelah seketika sekali tarik Nayla di gendongnya dan di pindahkan ke kasur beserta bantal dan selimutnya.


"Tidur! Atau kau tak bisa bebas besok," ucap Alex. Nayla terdiam menatap Alex yang berjalan mengarah ke sisi lain kasur.


"Aku tidak takut," ucapnya tapi tetap tidur di kasur dan memunggungi Alex.


****


Semakin malam Alex tidak tidur dan masih duduk dengan kaki di luruskan dan buku yang ada dipangkuannya masih ia baca dengan tenang.


...Flash back...


..."Kemana kau mau membawaku," berucap dengan nada marah sambil terus meronta meminta tangannya di lepaskan....


..."Kau harus ikut dan tak usah banyak bicara, apapun."...


...Nayla menatap wajah garang didepannya....


..."Kau tak bisa jelaskan sedikit kita kemana, Kau mau membunuhku bunuh saja di sini tidak usah cari tempat lain," ucapnya seketika membuat Alex menghentikan tangannya untuk membuka pintu mobil....


...Alex berbalik dan tangan lainnya masih mencengkram satu tangan Nayla....


..."Tidak mau!"...


..."Masuk!" Paksa nya mendorong Nayla untuk masuk kedalam Mobil....


...Duduk dengan wajah kesalnya dan di tahan untuk pakai sabuk pangaman....


...Sepanjang perjalanan yang Nayla juga tidak tahu mau di bawa kemana....


...Di halaman yang luas rumah yang terasa tak asing....


...Tunggu ini rumah Nyonya besar Garendra. Nayla menoleh menatap tajam Alex....


...Dia benar-benar putra Garendra....


...Alex menghentikan mobilnya tepat didepan pintu utama dan membuka sabuk pengamannya lalu turun dengan mengitari mobil membuat kedua pengawal yang berjaga menatap aneh, Siapa yang tuan mudanya bawa....

__ADS_1


..."Tuan muda membawa siapa, bukannya nona Darma bersama Nyonya."...


...Bisik salah satu penjaga....


...Penjaga lain hanya mengedikkan bahunya....


..."Siapa?" Seketika apa yang ada di pikiran mereka terjawab dan turun seorang wanita rambut panjang agak pirang kulit putih dan hidung mancung....


..."Bukannya itu..."...


..."Penjaga kuda, Tuan muda."...


..."Nayla?"...


...Mereka berempat saling menatap....


...Bisikan mereka begitu pas dan tepat beruntung Alex fokus dengan Nayla. Mereka selamat, untuk sekarang karena membicarakan Alex dan istrinya di belakang Alex....


..."Aku tidak mau turun."...


...Alex tetap menariknya dan menyeretnya masuk menjadi tontonan penjaga yang melihat mereke....


...Alex tetap masuk menarik tangan Nayla....


...Saat didalam mereka melihat ada asisten paman dan juga kerabat jauh yang kebetulan mampir....


...Nayla menoleh menatap Alex dari samping. Semua yang ada di ruangan itu terdiam....


...Arah langkah Darma yang di minta membuat teh khusus untuk Nenek seketika terkejut dan menjatuhkan cangkir dan camilan khusus nenek....


...Siapa wanita berama Alex itu, batin Darma. Tatapan mereka semua tak teralihkan ke arah kebisingan yang Darma buat....


..."Nenek dia istriku, dia yang aku nikahi."...


..."Kalian semua, tolong aku lepaskan aku dari ikatan ini, aku tidak mau menjadi bagian dari anak laki-laki keluarga kalian, aku mohon aku tahu kalian tak bisa menerimaku karena aku bukan sederajad dengan keluarga kalian." Nenek berdiri menatap lekat wajah Nayla....


...Ekspresi nenek terlihat datar tanpa lekukan senyum atau marah tergaris di alisnya....


..."Siapkan pesta untuk resepsi dan ya buatkan gaun sesuai dengan ukuran menantu Garendra" Darma terkejut....


...Apa maksud nya? Kenapa Nenek tua itu setuju... tidak boleh terjadi Alexzavero hanya milikku dan tempat istri dari Alexzavero juga milikku, batin Darma....


...Setelah acara resepsinya malam tiba....


...Alex datang bersama dengan Nayla. seketikapelayan datang dan meminta Nayla menunggu dan Alex pergi menemui orang yang pelayan katakan....


..."Kamu tetap sayang dengan nenek kan?" Seketika Alex mengangguk menatap Nenek dan Darma sebentar....


..."Iya nek, Alex tetep sayang sama nenek."...


..."Semua orang yang nenek sayang juga kamu sayang kan Alex?" Alex mengikan dan tersenyum sambil mencium kedua tangan Nenek....


...Nenek tersenyum....


..."Kukira dia terlihat buruk."...


..."Tapi, sayang tidak seperti Darma walaupun pengurus Tonic tetap saja dia rakyak biasa, orang biasa."...


..."Darma tetap di rumah dan kau juga biarkan istrimu tinggal di rumah biar dia berkenalan dengan keluarga kita," ujarnya lagi dengan tersenyum menis menatap ke arah nayla yang melirik kearah mereka bicara."...


...Nenek terus menagatakam hal yang membandingkan dan mengunggulkan Darma. Alexzaverosebenarnya tak nyaman dia berusaha terlihat tenang....


...Alex merasa sesuatu memperhatikannya dari belakang....


...Flashbackoff**....


***


Nayla lagi-lagi salah di mata Nenek bahkan ia di sengaja terkena siram air panas tangannya oleh Darma dengan sengaja Nenek menyakinkan kalo Darma tak salah tapi, Darma mengatakan itu perbuatan Nayla sendiri dan Nenek percaya itu.

__ADS_1


Alex tak ada di rumah dan sedang pergi baru saja keluar lagi setelah pulang kantor tadi.


Di dalam kamar Nayla memegang tangannya yang memerah terkelupas karena terkena Air mendidih dan itu ia tahan dengan di sembunyikan dari pandangan matanya.


__ADS_2