Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris

Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris
Jalan keluar


__ADS_3

Nayla sampai di kantor Alex berjalan berdampingan beriringan dengan Beno dan lainnya tapi, mereka ada di samping Alex dan Nayla di belakang sendiri.


"Kita harus mengelola beberpa proyek hari ini," ujarnya singkat saat sampai dilift.


Beno dan wakilnya langsung menatap Alex dengan tatapan mohon maaf dan ampunan yang besar.


"Tuan tapi..." Seketika Alex menoleh dengan tatapan yang sulit diartikan.


Seketika Menoleh pada Nayla yang berdiri tepat di sebelahnya.


"Ambil barang itu dan simpan, kita akan lembur istriku akan menyiapkan makanannya jika memang kita harus lembur."


Nayla mengerutkan dahinya.


"Apa maksudnya?" Jerit dalam hatinya sangat keras sampai Alex menoleh sepertinya hanya Alex yang mendengar jeritan hatinya.


"Apaa yang kau pikirkan, Aku tak salah dengar dan tatapanmu," ujarnya.


"Kau harus melewati masa peecobaan." Nayla melirik sinis.


"Aku akan pulang."


"Sekarang!" Lanjutnya. Alex mencengkram tangannya dengan kencang.


"Coba saja jika kau mau pergi dari sampingku sekarang."


Meronta dan akhirnya mengalah.


"Dasar pemaksa."


Beno dan lainnya hanya bisa terdiam dan tak berani bersuara untuk mengganggu dunia pasutriyang baru sebulan bersama.


"Kenapa?" Tanya Nayla pada Beno yang meliriknya sambil sedikit menahan tawa kecil yang berusaha keluar.


"Jangan perdulikan mereka!" Nayla menatap alex tajam.


Di ruangan Alex kini Nayla duduk di sofa depan meja Alex dan alex di kursi kerja dan meja kerja yang sudah penuh dengan berkas.


"Isi Absen?"


"Sudah."


"Isi Datar kemarin dan bulan lalu juga yang nanti kita akan lakukan, Beno sudah mengajarimu tadi."


"Iya Aku sedang lakukan, Maunya cepat dan cepat, aku barusan belajar dan kau mau nya aku menyelesaikan semua tugas sempurna."


"Aku tak perduli," jawab Alex cepat.


Nayla mendesah kecil. Saat baru akan selesai Alex tiba-tiba berdiri merapikan jasnya.


"Selesaikan di mobil kita berangkat sekarang."


Mendelik tajam.


"Alex! Ya.... Ampun!"


Berbalik sebelum memegang pintu ruanganya untuk melangkah keluar.

__ADS_1


"Apa?"


"Kau Jelek, Sangat... Sangat jelek." Nayla keluar membawa semua pekerjaannya dan menyenggol bahu alex tapi, wajah Alex semakin datar dan seperti tak mau tersenyum ketika Nayla berekspresi menggemaskan sekalipun.


Jika lelaki lain mereka sudah senyum-senyum malu tapi, Alex malah semakin datar.


Disaat akan menaiki mobil Alex menarik kerah baju Nayla dan memintanya naik sesudah dirinya.


Nayla kaget bukan maen kesal juga iya.


"Sabar... sabar." Saat yang sama seorang dari kumpulan Karyawan yang hendak berjalan keluar pintu masuk mengambil Foto Nayla dan saat yang sama saat Nayla mau masuk mobil menghampiri mobil dan saat Alex memintanya naik setelahnya.


Di tempatnya. Seorang perempuan dengan pakaian hitam dan topi juga masker hitam menutup wajahnya memperlihatkan foto Nayla.


"Lakukan apapun yang bisa kau lakukan yang penting wanita itu jauh dari Alex dan jika bisa singkirkan keluarganya sekaligus."


Seketika lelaki tua itu terkekeh.


"Nona Darma, Ayahmu akan marah besar jika kau meminta bantuan dalam bentuk apapun pada..ku."


Darma menarik ponselnya.


"Jika kau melaporkannya kita kena masalah jika tidak ada ya tidak."


Senyum lelaki tua itu mengembang.


"Kenapa kau membencinya?"


"Alex milikku, harusnya aku yang menikah dengan Alex dan perempuan itu adalah orang yang ada diantara masa lalu juga masa depan Alex."


Cakra tertawa kencang memebuat Datma mengebrak mejanya dan menatap tajam. Perlahan Cakra menghentikan tawanya.


Saling mengulurkan tangan dan berjabat.


"Aku terima tawaranmu!" Darma dengan yakin menatap dan menjabat tangannya tapi Cakra, seperti melihat kebencian besar bahkan lebih besar.


Darma langsung pergi meninggalkan Cakra di ruangannya sendiri dengan asistennya.


*


Di daerah proyek yang sedang bekerja dan beberapa orang sedang istirahat.


Alex dan Nayla juga Beno mereka bertiga berdiri di gedung dengan jendela kaca yang besar menghadap lapangan luas tanpa rumput dan ada beberapa alat berat di setiap bagian dan terlihat bangunan setengah jadi ada disana.


"Dengan beberapa tambahan yang sudah saya berikan pada Pak Beno, Bapak bisa tahu bagian apa lagi yang sangat penting kita lengkapi sekarang." Katanya menjelaskan.


"Mulai sekarang beberpa bagian penting bisa masuk ke tempat saya dan Nona Nayla. Kami sama-sama asisten Tuan Alex."


Si bapak mengangguk.


"Oh.. baik, Baik Pak Beno saya akan ingat."


Sekarang semua berlajut berkeliling sampai kembali lagi ke kantor di perjalanan mereka sudah gelap.


"Kau terus tersenyum apa kau mulai kesurupan?" Bertanya dengan wajah datar itulah alex tapi, kali ini terlihat kesal.


"Apa urusanmu, aku juga ingin tersenyum." Sahutnya.

__ADS_1


Alex mendesah kesal.


"Periksa siapa itu Argo Dipto iskandar." Seketika Beno menoleh kebelakang.


"Dia bagian humas lapangan yang ada di tempat..."


"Periksa dia sebelum aku yang memeriksanya sendiri dan gajimu tak akan ku bayar dua bulan di tambah uang thr besok."


Beno langsung mengangguk mengiyakan apa yang di mau Bosnya.


Nayla menatap aneh Alex dari atas sampai bawah.


"Kenapa?"


Nayla menatap Alex bertanya tanya.


"Cemburu kan? Kan..."


"Kau diam atau aku yang melakukannya." Mengeriyit heran.


" Apa? Apa yang mau kau lakukan," ucapnya.


Alex diam malas menanggapi ucapan Nayla lagi.


Dalam perjalanan pulangnya Nayla diam-diam membalas pesan nomor asing yang tak sengaja mengirimnya pesan.


"Siapa?"


"Dipto!"


"Oh.. Nomorku, dapat dari siapa dan memang bisa?"


"Aku ini bagian tempat pekerjaan dimana data semua orang aku yang pegang."


Nayla terdiam sebentar.


Tidak mungkin ini bisa tersebar kan Nayla bekerja tidak mendaftar dan otomatis data dirinya yang pegang Alex dan Beno tapi, kenapa terlalu percaya diri dengan mereka yang menganggapnya tak penting.


Sudah Nayla juga malas mengurusi hidup orang lain, hidupnya sulit dan ponsel bagus ini pemberian Alex dan pasti sudah di ubahnya beberapa bagian, orang ini kan bilang tudak mau tahu dan terserah tapi, tetap saja diam-diam mengintai melihat dan menghentikan apa yang Nayla sukai.


Nayla blokir saja nomor ini dan memasukkan lagi kedalam saku mantel hitamnya.


Alex menerima Pesan M dari Beno dan membuka di tabletnya.


Bio data tentang Argo Dipto Iskandar ini sangat normal dan umum juga keseluruhan sampai pada salah satu lulusan kuliahnya.


Alex menatap dengan insting curiga.


Aku masih tak percaya dengan informasi ini, ternyata diam dan melihat tikus berusaha kabur dari jebakan cukup menyakinkan, batinnya melihat pemberitahuan juka ia telah membelokir salah satu pesan dan benar saja firasat Nayla.


Ternyata ponsel Nayla sudah di sadap dan pemberitahuan jika Nayla berkirim pesan lalu membelokir itu sangat menyakinkan, ada rasa bahagia sedikit di dadanya.


Nayla perlahan mengantuk tiba-tiba kaget dengan tumpukan file masuk notifikasi ponselnya.


"Kerjakan itu dalam perjalanan pulang, siapa yang memintamu tidur."


Mendengus sebal.

__ADS_1


"Dasar Jelek."


Alex hanya tersenyum tipis.


__ADS_2