Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris

Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris
Dalangnya


__ADS_3

Alex mengusap pinggir pistolnya dan melihat Zul juga Beno melakukan tugasnya.


"Nyonya Marcella mengikuti dan bergabung dengan Darto, gengster Keristal kematian." Jelasnya ketika hasilnya mengutak atik tabletnya juga terus menghubungi anak buahnya.


Zul menerima pesan dari Manuel dan memperlihatkan vidio terkini, bersamaan dengan panggilan vidio.


"Ada Melda disana? Ibu Dipto?" Kata Beno ketika melihat salah satu wajah tak asing.


"Darto adalah kakak tiri Melda dan termasuk paman Dipto. Selama ini Dipto di bantu Darto bahkan Cakra tapi, tak sepenuh Dipto bantuan yang Cakra terima dari Darto. Darto malas-malasan membantu cakra, sampai Cakra masuk penjarapun bantuan itu hilang seperti debu." Jelas Zul.


"Tapi, Kematian Dipto waktu itu membuat Darto memulai siasatnya. Ini hari kedua aku mengintai, bos." Jelas Manuel di vidio yang tak memperlihatkan wajahnya. Kondisi yang sepi gelap dan beberapa orang berdiri di dalam sebuah gedung dengan penerangan biasa dan Manuel ada di atap gedung yang bisa menangkap gambar dengan sempurna termasuk cctv yang sudah di sadapnya.


" Tapi, kenapa Nyonya Marcella bergabung disana?" Penasaran Zul.


"Jelaskan suaranya!" Perintah Alex. Manuel langsung mendekatkan gambar dan mulai memperbesar suara juga kecerahan vidio.


"Surat yang kukirimkan mungkin akan sampai, dan yaa.. sipir penjara itu salah satu anak buahku yang sudah menghabisi Cakra. Ia tak bis menghabisi Alex dan juga keturunannya. Ini sangat menjengkelkan." Jelas Darto. Lelaki dengan rambut gimbal di kepang seperti regge dan jenggot di kepang tiga bagian kulitnya kecoklatan sawo matang.


"Tidak ada hasilnya meminta Neneknya melakukan itu pada Nayla, aku yakin Nayla masih memiliki darah Prabudya." Alex mengeriyit.


Raut didahinya tergaris jelas.


Prabudya?


"Cari siapa itu Prabudya dan juga semua orang yang terhubung."


Alex mengepalkan keduatangannya.


Alex benar-benar semakin penasaran dengan hubungan Garendra dan Prabudya Karena Alex pernah dengar nama itu dan termasuk istilah pendekatakan di tengah nama Garendra dan Prabudya.


Alex kembali menatap layar dan saat itu juga ia bis melihat Melda, juga terlihat merubah penampilan dengan warna rambut perak putih mengkilatnya dan juga wajah yang terlihat agak awet muda.


Marcella terlihat seperti wanita yang siap berperang dari wajah rambut berbeda dari yang Alex lihat waktu itu. Juga Alex baru tahu kalo Tantenya itu benar-benar mengiginkan tahta Garendra dengan tiba-tiba mendekat ke nenek dan seolah terlihat baik.


Mereka ini sebenarnya melakukan hal percuma jika tidak mendapatkan nyawa Alex dan anakknya.


Rencana pembunuhan lalu nama Garendra juga perusahaan pengendali terbesar sebelum Garendra.


"Dapat, Bos." Seru Zul menyerahkan beberapa file di layar tabletnya.

__ADS_1


"File ini sudah di hapus Tiga puluh tahun lalu dan ini adalah hubungan kontrak pernikahan di mana cucu pertama Prabudya akan di nikahkan dengan Keturunan Garendra harus anak lelaki pertama di keluarga Garendra dan di Prabudya harus anak perempuan pertama. Walaupun ia punya adik perempuan kandung atau tiri tetap anak pertama dengan anak pertama jika di ubah makan kontrak batal otomatis. Dan ini seumur hidup." Zul menjelaskan singkatnya.


Alex fukus membaca sampai ia melihat foto Eyangnya ayah dari neneknya Alex lalu ada lelaki muda.


Ada ayah Nayla tapi, kenapa wajah lelaki muda itu lebih mirip nayla daripada wajah ayah Nayla disana.


"Ternyata selama ini Prabudya ada di dalam Garendra dan Garendra itu adalah sampulnya Prabudya. Nayla dan ayahnya bukan anak kandung tapi, angkat dan Nayla juga pewaris sah Prabudya." Kata Beno ketika ikut mempelajari file yang ia dapat.


Alex meletakkan tablet itu perlahan.


"Bos... Bos..." Panggilan Manuel membuat ketiganya teralih lagi.


"Marcella mengincar tanggal kelahiran anakmu dan juga tanggal dimana Prabudya berdiri karena hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun putrinya." Alex terdiam seketika Beno memeprlihatkan kalo semua keturunan Prabudya lahir di bulan dan tanggal yang sama seperti sudah di atur dan tahunnya saja berbeda.


Alex menatap datar file uang di tablet Beno.


"Hem... kalian pasti tahu apa yang harus dilakukan dan Kau Manuel lakukan tugasmu dan jika Marcella berbuat melampaui batas aku memberikan wewenang padamu melakukan apapun padanya asal jangan sampai mati."


"Baik Bos." Panggilan vidio tertutup dan rekaman vidio masih berlangsung untuk Manuel sedangkan di tempatnya sudah Alex tutup.


Manurl tetap di tempatnya mengawasi dengan baik.


Ian yang baru selesai mandi seketika di kagetkan dengan kedatangan tantenya yang tiba-tiba melewatinya ketika ia sedang mengambil sekaleng susu murni didalam kulkas.


Setelah memperlihatkan sesuatu pada Alex, Ian langsung kembali dan bersamaan itu teman-teman nya menghubunginya untuk mampir.


"Hallo, Ponakan?"


"Tante?" Heran Ian malah memanggil dengan nada bicara bertanya.


Marcella menatap dengan wajah memelas.


"Kamu gak mau gitu tanya tante baik-baik gak ditempat tante? Kapan Tante dateng? Tante mau makan apa mau minum apa?" Alex jelas tahu itu karena Ian langsung mengirim pesan padanya.


Alex minta Ian agak menjauh dari Marcella karena Alex sudah memberi peringatan. Ian juga akan melakukan apa yang kakaknya katakan.


Saat bersamaan Marcella mendekat dan melewati Ian.


"Aku akan mengantarmu kekampus, bersiaplah." Ian berbalik badan.

__ADS_1


"Tidak perlu tante aku bisa berangkat sendiri. Tante pasti lelah okay." Langsung pergi naik ke atas kamarnya.


Wajah Ian yang tadi terlihat ramah dan polos seperti orang bodoh didepan Marcella membuat Marcella tersenyum sennag.


"Dasar polos.. aku akan gunakan kau untuk menghabisi kakakmu sendiri." Alangkah senangnya Marcella sekarang.


Marcella akan menjadi pemilik Garendra dan menyelesaikan pemburuan pewaris Prabudya lalu setelah itu ia akan menjadi orang paling kaya.


Alex merasa telinganya gatal Nayla terus saja mengusik dirinya yang bekerja dengan minta di temani makan rujak buah didepan kantor.


"Yok.. Alex. ayok..."Memelas menatap suaminya.


Alex yakin itu bukan Nayla tapi, ibu hamil. Nayla bahkan tak mau memperlihatkan wajah memelas di imut-imutkan.


"Minta sekertaris resepsionis atau ob carikan.. aku sedang menyelesaikan ini untuk pertemuan pejabat besok sayang."


Nayla menggebrak meja.


"Alex...kalo aku minta sekarang ya sekarang kalo minta sama kamu itu berarti anak kamu, kalo yang lain berarti aku istri resepsionis ganteng istri sekertaris kamu yang ganteng atau ob baru yang ganteng masih muda juga."


Alex berdiri mendesah malas dan mengulurkan tangannya.


Nayla tersenyum dengan cantiknya langsung memeluk manja tangan Alex dan itu bisa membuat Alex tersenyum geli.


Kadang-kadang Nayla terlihat lucu.


Tapi, saat mengingat kalo istri dan anaknya dalam bahaya belakangan ini juga nanti atau besok alex langsung kembali murung.


Alex juga memikirkan Marcella yang mau mendekatinya dan anak istrinya.


Didepan kantor Alex Marcella sampai dan baru turun dari mobil di saat yang sama Alex keluar dari lift dan bersamaan itu mereka berhadapan.


"Haah.. alex." mendekat dengan senyum lebarnya dan menatap nayla dengan tatapan lembutnya.


Suatu saat semuanya terbongkar dan kita lihat siapa orang di balik topeng ini. Tatapan Alex datar menatap Marcella bicara dengan ramah dengan nayla yang menjawabnya malu-malu.


"Kalo begitu dengan tante saja.. bagimana?" Alex menatap Nayla dan Nayla menatap Alex.


Pikir Nayla kapan lagi ada keluarga Alex yang terlihat mau mendekatinya. Jangan buruk sangka coba percaya sedikit saja.

__ADS_1


"Marcella."


__ADS_2