Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris

Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris
Vansiska


__ADS_3

Semua barang di gedung pabrik kulit hewan di pindahkan ke rumah Nenek sejak lusa tanpa ada yang tahu dan itu sudah Zul kerjakan tanpa aba-aba dari Alex karena melihat kondisi dari informasi Manuel kalo rencana Marcella selanjutnya adalah gudang Kulit hewan yang bahannya sangat mahal jika sampai benar- benar hancur Alex akan rugi bersamaan Prabudya juga Garendra.


Jika saja rugi sungguhan itu tak masalah tapi, itu juga sumber penghasilan Alex membayar karyawan dan uang makannya jadi Alex sudah pasti akan memberi perintah itu.


Saat selesai semua Ian bergegas masuk dan mulai istirahat dan beberapa anak buah menjaga didepan juga alarm yang terpasang rapi di gudang garasi bekas mobil orang tua Alex walaupun masih ada mobil tempatnya masih cukup luas meletakkan barang-barangnya.


Beno yang melihat kebakaran itu terdiam dan sedikit pusing walaupun lega. Kerugian yang timbul cukup banyak dan itu membuat Alex bisa bangkrut jika terjadi, perhitungan Beno yang sayang uang juga pengeluaran begitu.


Tapi, Zul beda karena Alex tentu tak akan bangkrut karena usaha lainnya membuatnya bisa melakukan jual beli itu lagi.


Beda bagian ilegal dan legal.


Alex melihat pemberitahuan vidio.


*


Pagi hari yang cerah untuk Marcella. Dan saat yang sama Marcella akan melanjutkan rencananya membuat Nayla takut juga sakit mentalnya dengan, Vansiska perantaranya.


"Halo.."


"Vansiska gimana sayang siap?"


"Iya dong tante ini kan buat kebaikan Siska sapa tahu Alex bisa suka dan buang istri paksanya."


Marcella terkekeh didalam telpon.


Vansiska mengubah gaya rambutnya jadi ikal panjang sedikit seperti rol di bawah. Sudah menghabiskan waktu cukup lama didepan kaca dan meminta para pelayannya membantu merias. Alangkah cantiknya Vansiska menatap dirinya di depan kaca.


Vansiska pergi keluar dan saat menuruni tangga pelayan datang menunduk.


"Didepan ada Nyonya Marcella, Nona!"


Vansiska mengangguk mengerti. Masih dengan telpon menyambung dengan telpon Marcella.


Sampai didepan Marcella. Keduanya berhadapan.


"Ok dah cantik?" Tanya Marcella di telpon yang masih tersambung dan Vansiska tersenyum mengangguk mematikan telpon. Keduanya berjalan keluar dan saat melihat ternyata mobil yang Marcella kendarai renge rover merah.


*

__ADS_1


Sampai di kantor semua mata tertuju pada kecantikan Vansiska mereka bukannya tak tahu tapi, kenapa Vansiska datang kekantor ini lagi?


Walaupun pembatalan pertunangan batal saat Nyonya besar Garendra sendiri yang batalkan itu tetap harus terlihat kalo mereka tidak ada hubungan tapi, siapa di samping Vansiska adalah Marcella tante dari Alexzavero Garendra.


Mereka agak bingung dan ada juga yang aneh tapi, sudah tahu drama orang kaya.


Sampai lif berjalan naik hanya ada Vansiska dan Marcella.


"Kamu turun di lantai Alex, tante mau pergi ke lantai lain dulu." Vansiska mengangguk mengerti.


Dirumahnya Nayla baru saja selesai memasak makan siang alex dan akan langsung pergi mengantarnya dan mempir sebentar ke toko bunga dan kueh karena Nayla mau mengganti bunga di ruangan Alex dan ingin makan kueh juga. Perjalanan tak memakan waktu lama.


Saat sampai di toko kueh bibi yang keluar dan mengantri karena perut Nayla mula besar dan Nayla juga cepat lelah Alex minta bibi yang terus bersama Nayla untuk berdiri terlalu lama atau terlalu kepanasan di luar ruangan segala macam larangan aneh sampai Nayla ingin marah karena ia hanya di minta berdiri sebentar lalu duduk lalu bergerak dikit tak boleh lebih dari sepuluh menit.


Selesai saat semua sudah dapat. Mobil langsung mengarah ke kantor.


Di ruangan Alex sibuk dengan pekerjaan dan tiba-tiba menghela nafas menyandarkan punggungnya. Ketika itu pintu terketuk dan terlihat Vansiska masuk diantar seorang asisten dari Beno. Wanita cantik yang mengangguk dan mempersilakan Vansiska masuk lalu Alex kembali terlihat formal.


"Ada apa?" Tanyanya tanpa basa basi.


"Tidak ada, aku hanya ingin bicara sedikit karena perusahan ayahku bisa berjaya itu berkat kerja sama kedua perusahaan."


"Lalu." Menatap datar dan rasa malas memperhatikan apa yang Vansiska lakukan juga katakan.


"Kau pasti ingin sesuatu Siska?" Tanya alex tepat sasaran dan Siska menoleh dengan senyum manisnya.


"Aku mau kau, Kau alex!" Alex berdiri dan menghampiri Vansiska.


"Oh yaa.. Kau mau mengabulkannya." Melihat alex segera berdiri berjalan mendekat kearahnya.


Tersenyum sinis.


"Kau terlalu baik untuk seorang ba*ingan dan yaa kau tak pantas jika kau untukku..." Merasa tersindir. Siska tersenyum hambar.


Tapi, Siska tak menyerah dan memilih mendekat dan seketika tersandung dan jatuh kepelukan Alex dengan mudah pinggang Siska di pegang Alex agar tak menempel padanya.


Vansiska tersenyum puas Nayla datang di saat yang tepat dan ini pasti bisa membuatnya kesal dan marah.


"Hay Nay?" Pintu yang terbuka itu membuat Siska bersiap dan sapaan setelah pintu terbuka itu membuat alek kesal.

__ADS_1


Posisi mereka itu sangat terlihat seperti orang yang mau berciuman atau selesai berciuman.


"Oh ada tamu?" Kata Nayla acuh.


"Aku akan keluar jika sudah aku akan masuk sendiri." Nayla menatap datar dan dingin keduanya. Alex langsung melepaskan tangannya dari pinggang Siska.


"Anu... Aanu sayang aku tidak! Tidak sama sekali." Seketika nayla yang sudah berbalik badan berhenti dan kembali berbalik menatap alex dengan tatapan mata malas berdebat.


"Kenapa ?" Seketika Alex berkeringat.


Ia tak pernah segugup ini, apa yang ia lakukan sekarang apa Nayla sebegitu menakutkan di matanya.


"Bagus dong kenapa malah bilang Tidak? Tidak yang mana sayangku... tidak pelukan? Tidak tidur bersama? Tidak menyentuhnya? Sayangku yang manis... Kau itu ayah yang buruk." Seketika wajahnya berubah marah tajam matanya menatap dan ekspresinya berubah benci.


Alex kesal dan marah menatap Vansiska sebentar dan menatap Nayla lagi yang sedekap tangannya lalu pergi begitu saja membanting pintu.


Alex sampai terlonjak kaget dan Siska juga kaget tapi, juga senang.


"Siska.. berhenti mengekuti Marcella atau jika kau tetap mau mengikuti apa maunya, kau akan hancur dan semua aset keluargamu akan hangus, ingat itu."


Ancaman alex tak di dengar siska.


"Alex!" Berteriak menghentikan Alex yang hampir mendekat ke pintu keluar untuk mengejar Nayla.


"Tapi, aku menyukaimu, apa aku salah, kau harus melepaskan Nayla, itu mau nenek mu kan?" Alex mendengarnya merasa panas sendiri di hatinya.


"Nenekku urusanku, menyukaiku itu urusanmu, aku tidak perduli, maumu apa.." Siska terdiam baru kali ini ia mendengar alex mengatakan kata kasar.


"Menangis!" Bentak Alex.


Siska terkekeh.


"Kupikir aku mendapatkan mu mudah ternyata sulit kalo begitu Nayla juga akan ada di surga dengan cepat." Alex terdiam seketika berbalik pergi tanpa basa basi meninggalkan Vansiska sendirian.


Nayla melangkah ke basmant dimana mobil sopir terparkir.


Dari arah lain sebuah mobil melaju cepat bersamaan dengan motor.


Nayla yang berjalan tanpa melihat lihat seketika terkejut dengan lampu mobil dan suara kelakson motor.

__ADS_1


Tiiiinnnnn


"Woy.. minggir!"


__ADS_2