Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris

Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris
Batasan


__ADS_3

Semua terdiam melihat Nayla yang beti marahmrnapar Darma yang sedang berbadan dua sama sepertinya.


"Aku tidak takut padamu atau pada kalian, bukan karena aku istri dari Alex. Kalian dengar aku bukan perempuan lemah." Sekali lagi Nayla menampar Darma sampai benar-benar badannya bergetar ketakutan.


"Cukup!"


"Cukup kubilang, Yaaa!" Teriak darma ketika Nayla tak berhenti menamparnya.


Seketika Darma di cengkram dagunya oleh Nayla sampai kuku jarinya pendek melukai pipi Darma.


"Kau bukan lah wanita yang pantah jika berhadapan denganku, jangan mencoba mengulangi kebodohanmu, aku tahu kau selama ini membenciku dan selalu mempengaruhi nenek tak selalu kau ikut campur bahkan bersikap sok lemah."


Kedua tangan Darma mengepal kencang.


"Kau!!" Darma berdiri dan ingin membalas seketika Alex menahan tangan Darma dan saat itu juga Darma menatap alex sangat dekat.


Ia malu juga tak bisa berkutik.


Ketika itu tawa Dipto menggema.


"Semua permainanku begitu indah tapi, sayang aku tak bisa bersama Nayla padahal aku yang membunuh kedua orang tuamu bukan abdulah dan ada lagi satuhal."


Tiba-tiba sebuah peluru melesat entah dariana menembus jantung ayah Nayla dan ibu juga Zoya tapi, meleset dan mengenai pot bunga.


Nayla mengepal kedua tangannya.


"Ayah... Mama...."


"Iblis... kalian semua Kalian iblis."


Seketika itu para detektif ternyata hanya berpura-pura menjadu detektif.


Alex menggeram.


Ternyata ia di jebak.


"Hahah..." Tawanya menatap Alex.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di halaman depan dan semua orang dengan pakaian serba hitam rapi berdiri di dekat Alex termasuk beberapa wanita cantik yang tak muda.


Salah satunya meminta Nayla menjauh. Sisanya menatap Cakra dan lainnya.


Darma di bantu berdiri paksa.


"Alex kau selalu memanggil kami dengan Tiba-tiba!"


"Suami kalian membuat masalah bisa kalian urus." Alex berbalik pergi dan saat yang sama semua tempat di bereskan dan tinggal Cakra dan semua keluarganya.


Cakra mengeram kesal memilih pergi ke luar. Kenapa selalu bisa Alex mengambil kelemahannya yang bahkan ia sendiri saja sudah menutupi semua informasi dimana pun istri-istrinya berada.


Sekarang kumpulan wanita istri Cakra membuat suasana sedikit teralihkan tapi, tidak dengan susana haru.


*


Kehilangan secara beruntun Nayla sangat sedih dan tak bisa mengatakan apapun untuk terakhir kalinya dan bahkan serasa tak beguna sama sekali untuknya bahkan Zoya juga terlihat sangat terpuruk.


"Aku tidak mau seperti ini kenapa sulit sekali." Nayla bicara pelan didepan kuburan orang-orang terdekatnya yang baru saja selesai di makamkan.


Pemakaman yang berlangsung singkat dan Zoya yang masih pingsan karena Syok tak bisa lagi berkutik untuk beralasan membenci Nayla, karena keluarganya hanya Nayla saja sekarang.


Zia sebenarnya menyelamatkan Zoya waktu itu dengan memukul salah satu anak buah Cakra tapi, untuk dua penembak hantu lainnya tak bisa Zia prediksi.


Setelah itu Zul hanya bisa memaklumi Zia yang terlihat lelah dan kewalahan pasti satu saja membuatnya sulit.


Sikap Nayla yang beberapa jam lalu tak bicara dengannya membuat Alex begitu kesal.


Alex duduk di ruangan ini menghajar Cakra membabi buta dan menyiksa nya dengan rasa sakit yang tak sebanding. Wajahnya pun tetap datar saat menyiksa.


Semuanya harus hilang secara bersamaan. Termasuk ekspresi istrinya sekarang, Cakra memang cari mati.


Alex menarik rambut Cakra dan menatapnya emosi.


Sedangkan Darma duduk diam didalam ruangan seperti kamar di rumah Dipto dan di jaga ibu mertuanya alias ibu kandung Dipto di tambah ibu tiri Dipto tiga orang. Darma tak akan berkutik lagi setelah di urus para wanita berbahaya dengan latar belakang yang Darma sendiri pun tak bisa melawannya dengan kekuasaan ayahnyapun itu sama saja Darma membunuh semua keluarganya secara bersamaan dengan dirinya menyerahkan diri pada kematian. Sebegitu menakutkannya dan sangat misterius.


Istri Cakra memang banyak tapi, mereka semua adalah orang suka berpihak pada hal yang bisa membuat mereka untung secara hukum negara dan finansial. Mereka juga ungin hidup layaknya orang biasa untuk dunia kejam mereka hanya di gunakan sebagai penghilang kebosanan.

__ADS_1


"Seharusnya kau menjaga calon cucuku bukan ikut menjadi pemberontak." Sindir keras ibu kandung Dipto.


Nasehat dari ibu kandung Dipto membuat kuping Darma panas. Darma juga tak mau mengandung kenapa juga harus di paksa.


Di tempatnya kini. Nayla meminta Zoya tinggal bersamanya.


Zoya terdiam seketika menangis lagi dan memeluk Nayla tiba-tiba. Zoya memang banyak salahnya pada Nayla tapi, ia tak bisa lagi melihat wajah ayah dan ibunya.


Nayla sudah pertimbangkan itu dan Ian akan tinggal di rumah utama nenek dan segera mencari kesibukan untuk menikah jika ia mau.


Alex tak tahu rencana ini tapi, Della tahu.


Della hanya diam saja dan menerima semua ide itu. Setelah beberapa jam kedepan mood Nayla berubah membaik.


*


Setelah puas menghajarnya. Alex membaw Cakra ke penjara dan memberikan semua bukti kejahatannya.


Tapi, sebelum itu Alex harus menangguk pengobatan wajah Cakra yang luka karena ulahnya.


Didalam penjara kini Cakra di tahan dengan pasal yang berlapis bahkan hakim sampai mengusap dahinya karena pelanggarannya. Didepan Alex hakim hanya diam.


"Tuan Garendra anda yakin dengan semua tuntutan ini?" Pertanyaan Hakim sudah ke tiga kalinya.


"Iya." Alex pamit pergi dan meninggalkan Jaksa Devan bersama dengan Hakim yang memang ada di ruang tunggu penjara yang tertutup. Jaksa yang sudah puluhan tahun dekat dengan keluarga Garendra Alex tak meragukan lagi keahliannya menangani kasus.


Sekarang semua bebas dari masalah Cakra yang hampir membuka identitas dunia gelapnya yang tak boleh Nayla atau orang luar tahu kecuali, ia Beno dan Zulfikar hanya tiga orang itu saja tapi, ia tak tahu jika semudah dan setenang ini akan cepat datang padanya dan keluarganya masalah lagi yang tidak di sangka. Alex akan berjaga kedepannya.


Masih didalam penjaranya, tertidur pulas setelah sidangnya kemarin. Cakra bermimpi sampai keringat di wajah dan tangannya hampir terlihat.


*


Cakra terdiam seribu bahasa ketika ia melihat Alex duduk bicara dengan putrinya yang sedang membicarakan bisnis.


Seketika itu. Alex menembak putri dengan begitu brutal.


Meninggal di tempat dan suasana Cafe sangat sepi.

__ADS_1


Itu membuatnya kaget saat pistol mengarah kearahnya. Tidak seperti itu, semuanya hanya bayangannya saja, imajinasinya. Begitu jelas dan setelah bangun dari mimpipun Alex begitu jelas terlihat di ingatan mimpinya tadi.


__ADS_2