Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris

Terpaksa Terikat Pernikahan Pewaris
Dia milikku


__ADS_3

Nayla menjauhkan kakinya yang sudah terikat dan itupun tak besama sekali bahkan telapak tangan besar Dipto sudah ada di atas pergelangan kaki kirinya.


"Sangat cantik dan kaki ini milikku."


"Kau Gila, Saraf sadar dan warasmu putus sejak kapan, Wanita di luar sana bahkan ada yang lebih baik dari aku, Dipto sadar lah, dasar gila!"


Terkekeh lagi dan lagi-lagi membuat Nayla menelan ludahnya takut wajahnya kembali menciut.


"Mereka berbeda, sayang."


"Kau yang hanya melihatku! Cobalah sadar Dipto."


"Kau juga sadarlah nay!"


Nayla menggeleng.


"Aku sudah sadar bahkan aku terlalu sadar untuk menghadapi, Alex! Walaupun aku menikah paksa dengannya tapi, di hadapan Tuhan pernikahan itu asli."


"Bohong!" Teriak Dipto melempar rubiknya dengan keras ke dinding sampai hancur lebur berantakan dan serpihannya hampir mengenai Nayla jika tak menghindar secepat mungkin.


"Lihat aku bisa menghancurkan apapun termasuk membunuh Alex untuk mu!"


Nayla merasa takut sekarang tapi, ia tak bisa mundur ia harus maju sekarang bukan untuk pernikahannya tapi, dirinya sendiri dan ayahnya.


"Kau tahu ayahmu masuk rumah sakit dan koma beliau melakukan oprasi ring untung jantungnya dan kau tak tahu itu bukan."


Nayla semakin lemas seketika menatap nanar bersamaan air mata yang hampir tumpah.


"Apa maksud..apa maksudmu?"


Lemah berucap meminta jawaban cepat dari ucapan yang Dipto bilang.


"Makanya kau bersedialah menikah denganku atau kita akan tidur bersama lebih dulu dan kau akan menikah denganku," ucapnya sangat ringan sampai Nayla tak jadi menangis karena saking hebatnya ucapan Dipto memancing amarah Nayla untuk kembali bergantian tempat dengan kesedihannya.


"Tidak sudi! Dengar!"


Dipto tersenyum miris tiba-tiba berganti tertawa yang terdengar mengerikan di telinga Nayla sampai terbahak seketika melampar semua benda dalam ruangan dan memecahkan tv juga menghancurkan kaca dan belum lagi menarik tirai sampai robek dan melempar hiasan kaca ke dinding sampai kamar begitu berantakan dan hancur.


Tanpa sadar tatapan Nayla jatuh pada tangan Dipto, keduanya mengeluarkan darah dan terus menetes ke lantai.


"Darah? Tangamu Dipto?" Nayla menatapnya dan beralih menatap wajah Dipto yang datar.


"Maaf tapi, aku tak mau kau pergi dariku, Nay... Kumohon bersama ku kau akan bahagia!"


Nayla menggeleng wajahnya tak bisa terlihat tegas tegar lagi.


"Tapi," ucapnya terhenti ketika Dipto mendekat.


Nayla harus berani, suara di kepalanya mendorongnya untuk terus berani.


"Maafkan aku Dipto kau tak bisa bersamaku, Aku sudah menikah dengan alex," ucapnya seakan pernikahan ini di dasari cinta dan kepercayaan dan Nayla merasa ini jalan satu-satunya.

__ADS_1


Padahal hanya beberapa bulan lagi pernikahan ini akan berakhir.


"Boohong! kau hanya menikah selama Enam bulan setengah tahun kurang lebih dengan Alex!"


Terkejut sampai tersedak. Nayla tidak tahu kalo Dipto sampai tahu ke informasi itu, Siapa Dipto sebenarnya. Nayla tidak takut lagi jika Dipto dan Alex sama-sama orang yang punya kekuasaan pasti mereka sama-sama mencari peluang untuk bisnis dan mereka mengincar Nayla untuk apasih.


"Kau tahu?"


"Aku sangat mencintaimu bahkan aku tahu kau selalu terluka di tempat Alex."


Nayla sedikit goyah seketika suara dentuman keras di luar atau di lantai bawah rasanya begitu dekat.


Nayla menoleh cepat ke arah pintu. Dipto berdiri dan mengambil tongkat golfnya yang tergeletak asal di lantai lalu pistol yang entah sejak kapan ada di dekat kaki Nayla dan Nayla tak sadar ada benda itu di dekat kakinya.


Di bawah Alex menyerang semua orang-orang nya Dipto sampai mereka semua tergeletak bersimba darah di lantai.


Alex bahkan sudah terlihat beberapa kali terciprat darah dari orang-orang nya Dipto.


Sampai seoran kepala pelayan lelaki berdiri di sana menatap Alex ketakutan.


"Katakan dimana Tuan muda kalian," ucapnya dengan wajah marah bahkan matanya terlihat lebih datar dan tajam menusuk.


"Ka- Kami tak bis..." Seketika terdiam dengan kepalanya di ancam pistol sampai membentur tulang tengkoraknya.


Tidak perduli tua atau muda Alex akan membunuh siapapun yangembantu Dipto menyembunyikan Nayla bahkan jika itu wanita nekat sekalipun.


Salah satu pelayan wanita mendekat dan meminta membiarkan kepala pelayan pergi. Alex mengalihkan pandangannya menganggap tidak ada siapapun kecuali, ia dan kepala pelayan lelaki didepannya yang sudah mengangkat tangan.


Kulitnya putih kedua tangannya memegang senjata.


Berdiri bersandar di pagar lantai dua mengantungkan tangannya.


"Kenapa hanya diam?"


"Kau mencari wanitaku?"


Alex seketika terbakar saat kata wanitaku di ucapkan Dipto.


"Apa maksudnya?!" Teriaknya lantang membuat semuanya terdiam kaget.


"Rasanya kau belum pernah menjamahi setiap lekuk tubuhnya bukan, Aku sudah menyentuh semuanya bahkan sampai tempat terindah yang istrimu miliki dan sekarang dia ada di kamarku menungguku untuk bermalam denganku."


Alex menembak kearah Dipto seketika menghindar dan peluru meleset tak mengenai Dipto.


Dipto terkekeh.


Alex terus menembak hingga Dipto memberi isyarat untuk diam dengan telunjuk didepan bibirnya.


"Dia terlalu lelah untuk mendengar suara bising yang kau buat!"


Seketika tongkat Golf melayang dan hampir memecahkan kepala Alex jika tak sempat menghindar.

__ADS_1


Alex mengindar terus sampai tepat saat lengah tongkat golf Dipto di tangkisnya dengan tangan dan di tarik kasar lalu menendang dada Dipto sampai siempunya terbatuk lalu menyikut dan membantingnya mencengkram lehernya.


Dipto tak berkutik.


"Kau sudah merusaknya bagaimana jika aku merusak tubuhmu juga mematahkan tulang tangamu."


Dipto terkekeh. Dia melakukan serangan balasan mendndang Alex dengan selah yang lupa Alex kunci aksesnya dan Dipto lepas.


Ketika akan mendekat Alex lebih cepat mendekat ke Dipto memukul wajahnya dan saling memukul sampai Dipti terhuyung ke sampaing.


Alex sudah tak bisa membuang waktu mengalahkan Dipto ia memilih naik ke lantai atas dan membuka semua pintu sekatika tembakan dari lantai bawah di layangkan terus menerus oleh Dipto.


"Sial!" Umpatnya peluru hampir mengenai kepala bekangnya.


Satu pintu tak bisa di buka seketika Alex mendorong mendobrak sampai ia merusak kunci pintu dengan sandi itu dengan tangan kosong. Tangannya terluka dan pintu terbuka terlihat kamar berantakan dan Nayla terikat diatas kasur dengan wajah dan pakaian tersingkap terbuka sedikit memperlihatkan kulit indahnya.


Semakin meradang Alex menghampiri Nayla dengan cepat menariknya lepas dari tali dan seketika melihat pakaian Nayla rusak di kancingnya.


Dengan cepat melepas jasnya dan menutup bagian dada dan meminta untuk berdiri seketika mengerang sakit.


Tatapan mata Alex mengarah ke pergelangan kaki dan tangan bahkan betusnya terluka.


Lagi-lagi Alex murka dan hanya bisa menahannya. Tanpa banyak membuang waktu Alex mengajak Nayla keluar dengan menggendongnya.


Di lantai bawah semua anak buah Zulfikar datang mereka semua tak menemukan apapun bahkan Dipto sekalipun.


"Biarkan mereka sekarang urus semua yang Cakra buat termasuk panggilang Dokter Rafa ke kantor!"


Zulfikar mengangguk mengerti.


Nayla menatap alex begitu khawatir juga terlihat kesal dan marah.


Nayla hanya bisa diam dan tak bisa bicara apapun.


Didalam mobil Nayla didudukkan dengan kasar bahkan memasang sabuk pengaman pun tanpa menatap wajah Nayla.


Alex segera melajukan mobilnya dan Nayla tak buta jika tangan suaminya berdarah.


"Alex ?"


"Bagian mana yang sudah di sentuh hah!"


Nayla terdiam membulatkan matanya.


"Mananya?"


"Tak usah pura-pura bodoh, Nay kau menjual harga dirimu demi kebebasan hah," ucapnya sangat menyakiti hati Nayla seketika meneteskan airmatanya.


Bentakan dan ucapan itu membuatnya sakit hati.


Nayla hanya milik Alexzavero Garendra bukan siapapun, batinya berteriak gila bahkan mampu menbuat Alex kalut ketika menyalip motor dan mobil didepannya.

__ADS_1


Nayla tak perduli jika harus mati sekarang ia akan lebih puas.


__ADS_2