The New True Beauty]

The New True Beauty]
Part 11


__ADS_3

Selepas terbongkarnya kecerobohan Kayla, ia mulai Kembali ke tujuan awalnya dengan sungguh-sungguh. Dengan tekatnya itu kini Kayla mulai menggapai planning awalnya. Hari demi hari, minggu demi minggu, hingga kini sudah total tiga bulan, Kayla menekuni dan fokus dalam penurunan berat badannya. Kini ia sudah mencetak berat badan ideal meski harus dibarengi dengan pekerjaan yang menumpuk pula.


Pagi ini Kayla tengah membereskan baju-bajunya yang sudah tak terpakai. Bukannya tak terpakai, tapi sudah terlalu besar jika ia memakainya. Kayla berulang kali membeli baju baru untuk dirinya, tak jarang pula ia tetap mengenakan pakaian lamanya yang masih terpakai. Seperti saat ini, Kayla tampak memakai hoodie yang kini lebih terkesan kedodoran untuknya. Selama satu bulan terakhir ini Kayla berada di apartemen sendiri. Satu bulan ini Deevan meminta tolong kepada dokter Kevin untuk mengawasi Kayla. Istri dokter Kevin akan pergi mengunjungi Kayla setiap hari untuk memastikan pola makan dan progress hariannya terpenuhi.


Kemana Deevan? Ia tengah keluar negeri bersama Dady-nya untuk mengurus Kerja sama perusahaan. Kayla tetap bekerja di kantor cabang melanjutkan finishing untuk komik baru Deevan. Pagi hingga siang ia akan berada di kantor cabang, dan selanjutnya akan berada di apartemen yang super sepi ini. Tapi tenang saja, mulai besok hingga menjelang launching komik bru, Kayla akan liburan Panjang. Oke! Kayla bisa pulang ke rumah untuk bertemu Mama dan Papanya.


“Sepi bener dah ni apartemen,” celetuk Kayla.


Kini Kayla tengah berada di depan televisi menonton serial drama favoritnya di netflix. Ia tampak bosan kini. Baru saja ia selesai berolah raga sore, kini saatnya ia mengistirahatkan tubuh. Sembari menunggu Tante Aida berkunjung ke apartemen. Biasanya selepas maghrib, Tante Aida akan berkunjung.


Saat-saat sendiri seperti ini Kayla memang sedang bosan-bosannya. Pandangannya mengitari seluruh ruangan. Tak mungkin ia kesepian jika ada Deevan di sini.


Ting-Tong!


Benar dugaan Kayla, Tante Aida sudah datang. Kayla masih berlumuran keringat, padahal ia rasa sudah istirahat sedari tadi. Tapi masih saja terasa gerah. Kayla segera membuka pintu itu karena tak henti-hentinya berdering.


Cklek!


Salah dugaan Kayla, ternyata bukan Tante Aida. Entah siapa itu, Kayla begitu asing melihat Wanita itu. Tampak Wanita itu tersenyum dengan ramahnya kepada Kayla, membuat Kayla tersipu pula. Sepertinya ibu itu sebaya dengan mamanya, terlihat masih cantik sama seperti Sang Mama.


“Ada yang bisa dibantu Bu?” tanya Kayla ramah sembari mengusap keringat yang tak ada adabnya menetes di pelipisnya.


“Kamu Kayla ya?” tanya Ibu itu.

__ADS_1


“Ibu kenal sama saya?” tanya balik Kayla.


“Kenal dong! Kamu gadis yang dimentori Deevan untuk program dietkan?” tanya Momy Deevan.


Ya! Ternyata perempuan itu Momy Deevan. Kayla terkejut seketika. Kenapa ibunda sang Bos kemari? Apa ia tak tahu jika Deevan sedang perjalanan bisnis? Tapi, masak iya, Suami dan sang anak tak berpamitan dengan ibundanya?


“Astaga Tante, maafin saya… saya tidak tahu Tante ibunya Pak Deevan,” ujar Kayla menggapai jemari Momy Deevan.


“Maaf Tan, keringetnya kemana-mana,” celetuk Kayla mengelap punggung tangan Momy Deevan yang tak sengaja terkena peluhnya.


“Nggak papa, ayo kita masuk, Tante hanya ingin mengunjungi kamu,” jawab Momy Deevan.


Kayla dirangkul Momy memasuki apartemen. Percayalah, disini Kayla dredeg mendapatkan perlakuan seperti itu. Ia berhadapan dengan ibunda Sang Bos. Kini mereka duduk di sofa depan televisi. Bahkan televisi itu masih menyala dengan drama pilihan Kayla.


“Tante dari dulu penasaran sama kamu. Dulu Tante ketemu kamu Cuma sekilas-sekilas saja,” sambung Jassy.


“Tante tahu sama saya?” tanya Kayla.


“Tante kenal sama Mama kamu. Beberapa kali Tante main ke rumah kamu,” jawab Jassy.


“Iya Tan? Tante, boleh nggak Kayla minta permohonan sama Tante?” tanya Kayla memelas. Bisa bahaya kalau Momy Deevan memberitahu jika Kayla dimentori oleh Deevan, bukan di asrama.


“Aapa sayang?” tanya Jassy.

__ADS_1


“Kayla ngomongnya ikut program diet di asrama. Lebih tepatnya di sebuah naungan, bukan mentor individual gini,” jawab Kayla.


“Tenang, Tante jaga rahasia kamu,” ujar Jassy.


“Sejak kapan Tante tahu kalau Pak Deevan menjadi coach Kayla?” tanya Kayla dengan penasarannya.


“Sejak awal, justru Deevan meminta izin sama Tante,” jawab Jassy.


“Berarti Tante juga tahu kalau Kayla tinggal di sini?” tanyanya lagi.


Jassy mengangguk dengan senyumnya yang tak pernah luntur. Kayla dan Jassy berbincang cukup lama, hingga kemudian Kayla pamit sebentar untuk membersihkan diri. Kayla teringat jika dirinya belum mandi padahal ia baru saja selesai berolah raga. Tinggallah Jassy sendiri sekarang. Ia tampak sumringah. Jassy melihat progres yang Kayla jalani berjalan mulus. Bahkan ia pikir, Kayla sudah mencapai body goals. Deevan sudah berhasil merubah Kayla.


Tak berselang lama, datanglah Tante Aida disaat Kayla masih di kamarnya. Hingga saat keluar, Kayla dikejutkan dengan tawa dari dua Wanita itu. Tampak Tante Jassy sangat akrab dengan Tante Aida.


“Hai Kay! Sini sayang, kita makan malam Bersama,” ujar Tante Jassy.


Dengan ragu Kayla duduk di samping Momy Deevan setelah bercipika-cipiki dengan Tante Aida. Ternyata mereka memang saling kenal satu sama lain.


“Baju kamu kebesaran itu Kay,” celetuk Tante Aida.


“Hehe, sayang Tante, masih bagus,” jawab Kayla menggaruk pelipisnya yang tak gatal.


Kayla yang awalnya masih canggung, kini tampak mulai enjoy berbincang dengan dua Wanita paruh baya itu. Hingga kini mereka sudah berpindah posisi di sofa setelah makan malam Bersama.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2