The New True Beauty]

The New True Beauty]
Part 31


__ADS_3

"Kay, besok temani saya menghadiri acara ya," ujar Deevan.


"Apa tidak dengan Nona Anggia Pak?" tanya Kayla.


"Saya butuh kamu yang bisa Berbahasa Perancis. Saya kenalkan kamu dengan salah satu rekan novelis dari Perancis," jawab Kayla.


Kayla berbinar mendengarnya. Jika benar, besok adalah perdana baginya bertemu novelis luar negeri. Kayla mengangguk semangat menyetujui.


Ting! Tong!


Baru saja hendak memulai makannya, sudah ada yang mengganggu mereka. Deevan yang hendak beranjak dicegah Kayla. Biar Kayla yang membukanya.


Jeng! Jeng! Jeng!


Ternyata si Mak Lampir kemari. Siapa lagi kalau bukan Anggia? Dengan sedikit terpaksa, Kayla mempersilakan wanita itu masuk. Hampir saja Deevan tersedak saat melihat siapa yang datang.


"Sayaang, padahal dari tadi aku nyariin kamu di kantor tapi nggak ada," rengek Anggia menggelanyut manja pada lengan Deevan.


"Aku ada keperluan di luar tadi," jawab Deevan.


Anggia duduk tepat di samping Deevan kini. Tengah menatap sinis pada Kayla. Kayla yang ditatap pun acuh tak acuh. Memilih untuk menikmati makanannya.


"Saya istirahat terlebih dahulu Nona, Pak," pamit Kayla setelah merapihkan alat makannya.

__ADS_1


Kayla yang melihat tingkah manja Anggia yang tentunya dibuat-buat untuk memanasi dirinya, tentu jengah sendiri. Lebih terkesan hendak pamer, tapi malah membuat dirinya ill feel.


"Kamu ngapain kemari?" Tanya Deevan setelah Kayla masuk ke kamarnya.


"Masa iya aku nggak boleh ketemu pacar aku sih?" jawab Anggia yang kini memeluk lengan Deevan.


"Jangan gini, aku lagi makan ini... Kamu udah makan belum?" tanya Deevan.


"Udah, aku lagi diet Sayang, jangan nawarin makan terus," rengek Anggia.


"Ya udah, kamu yang anteng, aku mau makan dulu," ujar Deevan melepas pelukan Anggia.


***


Selepas makan malam, Kayla membereskan pakaian yang akan dibawa untuk perjalanan bisnis besok. Menurut Deevan, mereka akan menghabiskan kira-kira 3 hari di sana. Kayla pun tak tahu tempat pastinya di mana. Biarlah esok ia tanyakan lagi. Kayla sesak mengenakan pakaiannya. Karena kini memang ia mengenakan hoodie dan celana training di cuaca yang lumayan panas ini.


Beruntung Kayla memiliki koper mini, sehingga lebih praktis untuk perjalanan dinas besok. Siap dengan barang bawaannya, Kayla memilih untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya yang tertunda. Dengan begitu, ia tak perlu menyelesaikan pekerjaan kantor selama menemani Deevan perjalanan bisnis.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


Fokus dengan pekerjaan ternyata bisa membuat tersedak. Air dalam tumbler juga sudah habis. Dengan langkah gontai Kayla ke luar mengambil air. Tepat setelah membuka pintu kamar, disuguhkan dengan pemandangan Anggia yang duduk sembari memeluk Deevan di sampingnya. Tampaknya mereka tengah menonton tv.


Speechless Kayla memukul dadanya yang tiba-tiba sesak.

__ADS_1


"Kenapa kamu Kay? Kenapa dada kamu terasa sesak melihat mereka? Kamu bukan siapa-siapanya," batin Kayla.


Mereka tak dapat melihat posisi Kayla, karena memang posisi sofa ruang tv membelakangi kamar. Pelan-pelan Kayla berjalan ke dapur seolah tak mempedulikan mereka.


Sembari menunggu botolnya terisi, Kayla berjongkok di tembok samping dispenser. Memukul dadanya yang terasa sesak. Sebenarnya ia ingin mengeluarkan air matanya, dengan sekuat tenaga ia tahan.


Puas menenangkan diri, Kayla berdiri mengambil air minumnya. Tak melihat di bawahnya yang ada pipa kecil, Kayla tergelincir seketika.


Grepp!


Sebuah tangan kekar menumpang tubuhnya hingga tak jadi jatuh ke lantai.


"Kamu nggak papa Kay?" tanya Deevan.


"Nggak papa Pak, terima kasih," jawab Kayla melepaskan pelukan Deevan.


Siapa yang meletakkan bekas potongan pipa kecil di sini? Beruntung Kayla tak benar-benar terjatuh. Tapi jantungnya kini tak aman.


"Kay! Botolnya ketinggalan," ujar Deevan mengejar Kayla.


Anggia yang awalnya fokus pada tontonan ikut penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Pandangan Anggia tertuju pada kaki jenjang nan mulus milik Kayla yang terekspos hingga lututnya.


"Mas! Sini!" panggil Anggia pada Deevan.

__ADS_1


Kayla mengambil botol itu dan lekas masuk ke kamarnya.


...Bersambung ...


__ADS_2