![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Sepertinya cafe yang akan mereka tuju memang cukup terkenal. Tampak orang-orang yang memasuki lift kebanyakan bertujuan ke lantai 5 tempat cafe berada. Cukup sesak juga ternyata lift ini. Oh iya! Sejauh ini kalian belum tahu nama Papa dari Kayla. Papa yang super tampan. Meski umurnya sudah lebih dari kepala empat, tapi wajahnya masih terlihat kinyis-kinyis kalau kata emak-emak tetangga Lhu-Lhu. Hehehe.
Reymond. Laki-laki berusia 44 tahun dan istrinya berusia 40 tahun. Ia menikah diusia muda, lebih tepatnya diusia 21 tahun. Lulus jenjang sarjana ia langsung menikahi Sandra Mayangsari, ibunda Kayla. Yakni adik tingkatnya di Universitas yang sama.
Sandra merupakan istri yang benar-benar menemani Reymond mulai berkarir, hingga saat ini mereka sukses. Pernikahan mereka sempat ditentang oleh orang tua Sandra, karena Reymond bukan penduduk pribumi. Perjalanan yang cukup rumit mereka jalani setiap harinya hingga saat ini Reymond benar-benar telah sukses. Dua tahun pernikahan, mereka belum dikaruniai seorang anak, hingga tibalah Kayla yang menjadi sumber kekuatan baru untuk mereka.
Orang tua Sandra yang awalnya tak suka dengan Reymond, berangsur mulai menerimanya. Keluarga Sandra mulai menaruh kepercayaan penuh kepada Reymond.
Oke! Kiya kembali pada masa sekarang!
Reymond merangkul pundak Kayla agar merapat padanya. Kasihan sekali anaknya harus disesakkan oleh orang-orang.
"Tenang Sayanh, sebentar lagi kita akan tiba," ujar Papa Kayla.
Kayla memutar bola matanya jengah. Padahal ia tak keberatan sama sekali harus berdesakan, tapi Papanya pasti selalu memberikan hal ternyaman untuk anak sematawayangnya itu.
__ADS_1
"I'm Oke Pa," jawab Kayla dengan senyumnya.
Akhirnya sampailah mereka di lantai cafe itu berada. Beruntung Reymond sudah membooking salah satu meja untuk dirinya dan keluarga kecilnya. Sehingga ia tak perlu mengantri lagi. Japanes food merupakan menu pilihan Papa. Kayla mah nurut-nurut ajah!
"It's so yummy Pa!" celetuk Kayla.
Makanan dalam jumlah besar sudah tertata dengan rapi di meja mereka. Kayla duduk di sebelah Papanya, sedangkan Mamanya nanti di depannya. Lama menunggu Sang Mama datang, Kayla menyomot makanannya sedikit demi sedikit.
"Coba deh Kay! Enak," ujar Papa menyuapi anaknya.
"Kayla? Sama siapa anak itu?" gumam Deevan yang ternyata terdengar oleh Anggia. Sontak Anggia mengikuti arah pandang pacarnya itu.
"Mungkin sugar dady-nya. Hahaha. Mentang-mentang udah berubah, keluar sifat aslinya," jawab Anggia.
__ADS_1
"Jaga bicara kamu Nggi, aku rasa dia tak seburuk yang kamu kira," ujar Deevan.
"Tak buruk juga seleranya. Lihatlah Deev," ujar Anggia.
Deevan menurut, dilihatnya Kayla tengah bersendagurau dan sesekali menerima suapan dari laki-laki itu. Deevan seolah tak asih dengan wajah itu. Ia seolah pernah bertemu. Tapi siapa? Deevan terus berfikir keras, hingga sebuah bingkai foto muncul di otaknya.
"Itu Ayahnya," ujar Deevan seketika.
"Ayah? Yang jelas kamu Deev!" kaget Anggia.
Tak berselang lama datanglah Mama Kayla.
"Hai, maaf sayang, Mama terlalu lama," ujar Mamanya mencium pelipis Kayla dan suaminya.
Kayla memilih untuk berpindah tempat. Agar Mama dan Papanya dapat dusuk bersanding. Tapi ekor matanya masih melihat Deevan. Tampak Anggia mmasih memerhatikannya, sedangkan Deevan tengah enjoy menghabiskan makanannya.
__ADS_1
"Siapa kamu sebenarnya Kay," batin Anggia.
...Bersambung...