The New True Beauty]

The New True Beauty]
Bertemu Agam


__ADS_3

Di sinilah Kayla sekarang, tengah menunggu 0enerbangannya. Ya! Kayla kini sudah berada di ruang tunggu bandara Ngurah Rai Bali. Bersama Kak Rey dan juga satu temannya. Kayla juga tak paham kenapa teman kakaknya itu tiba-tiba ikut ke Jakarta. Tiba-tiba pagi tadi saat sarapan dia muncul dengan sudah membawa tas ranselnya. Ia bahkan menawarkan diri membawakan koper Kayla.


Kayla pikir Ina juga akan ikut, ternyata hanya Abangnya saja. Ia tak mungkin meninggalkan sekolah tentunya. Mereka harus menunggu setengah jam terlebih dahulu sebelum keberangkatan. Rasa bosan tak dapat mereka hindari. Kak Rey tampak asik bermain game dengan sohibnya. Sedangkan Kayla hanya bisa terdiam menyaksikan keseruan dua laki-laki itu.


Hingga akhirnya tiba saatnya mereka berangkat. Kayla duduk di tengah dengan diapit dua laki-laki di sampingnya.


“Mau minum Kay?” tawar Kak Ilham yang kebetulan duduk di dekat jalan tengah.


“Boleh,” jawab Kayla dengan senyumnya.


Jika Kayla perhatikan, dari tadi Kak Ilham tampak baik sekali pada dirinya. Perhatian, humble, tampan juga tak ketinggalan. Kenapa tiba-tiba dirinya mengagumi laki-laki itu? Berulang kali Kayla menggelengkan kepala menyadarkan pikiran nyelenehnya.


Kayla yang notaben-nya penggila conten creator pemandangan juga, tentu saja tergiur dengan jejeran awan di samping Kak Rey. Sebenarnya Kayla dari awal ingin duduk di kursi dekat jendela, tapi Kak Rey terlebih dahulu merebutnya. Adegan rebutan pun tak dapat dielakkan lagi. Antara kakak beradik sepupu itu. Bukan hanya sibuk membuat content di dalam penerbangan, ia juga memanfaatkan keadaan bandara. Membuuat ala-ala ‘a day in my life’ katanya.


Walaupun suasana hati masih kurang bersahabat, kebiasaannya juga tak dapat diabaikan. Kayla memilih untuk mengesampingkan urusan perusahannya terlebih dahulu. Hahaha.


“Tunggu dulu dong Kak! Aku belum selesai ngrecord-nya! Salah siapa duduk di situ, rasain aku gangguin!” protes Kayla.

__ADS_1


Setelah puas membuat content, barulah Kayla fokus kembali pada makanan dan minuman yang dipesankan oleh Kak Ilham. Urusan content dan perut teratasi, saatnya mengistirahatkan mata. Tidak benar-tertidur, hanya memejamkan mata saja. Karena memang tak bisa benar-benar tidur.


Dari sisi Ilham, ia terlihat diam-diam mengamati Kayla. Pemilik wajah ayu itu tampak sesekali mengulum bibirnya. Ilham tahu benar jika Kayla hanya memejamkan mata saja. Sedangkan Sang Kakak di sampingnya sudah tertidur dengan pulasnya dengan bersandar di jendela.


“Nggak bisa tidur Kay?” tanya Ilham.


“Iya kak,” jawab Kayla mengerjapkan matanya.


“Aku punya film bagus Kay, nonton bareng yuk!” ajak Ilham yang kini membuka tabletnya.


Kayla yang penasaran dengan film yang dimaksud tentu saja tertarik untuk ikut menonton. ‘Miracle in cell’ versi Korea. Ada tiga episode, jadilah selama perjalanan habis satu episode. Baru satu episode pun mampu menguras air mata Kayla.


"Abis nonton ini ni," ujar Kak Ilham menjawab pertanyaan Kak Rey.


Sontak Kak Rey memutar bola matanya jengah. Dasar perempuan, gampang bener baper, pikirnya Ilham kembali membawakan koper milik Kayla. Kayla yang diperlakukan seperti itu tentu saja dengan senang hati menerima. Kayla meminta kepada dua kakaknya untuk langsung pulang ke rumah Mama Papanya. Sedangkan dirinya langsung menuju ke kantor untuk menemui Deevan.


Bukan! Pertama-tama ia akan menemui biang kerok dari sumber masalah di perusahaan. Siapa lagi kalau bukan Agam.

__ADS_1


Disinilah Kayla sekarang. Di depan gedung perusahaannya. Tapi langkahnya langsung berbalik menuju ke cafe tempatnya janjian dengan Agam. Pandangan Kayla mengedar ke seluruh cafe mencari laki-laki itu. Benar saja, lambaian tangan menyambut Kayla. Agam sudah menyunggingkan senyuman menyambut kedatangan Kayla. Berbeda dengan wanita itu yang membalas senyuman darinya dengan raut wajah mengancam.


"Siang Nona Kayla yang super cantik nan anggun," sapa Agam membukakan kursi untuk Kayla.


"Nggak usah basa-basi ya Pak! Saya ingin tahu alasan Bapak mencuri hasil karya milik penerbitan kami? Siapa yang membantu Bapak?" tanya Kayla to the point.


"Heey, sabar dong sayang... Santai aja, kita baru ketemu harusnya ngobrol santai," jawab Agam mengangkat tangannya memanggil pramusaji memesankan makanan untuk Kayla.


"Sayang gundulmu itu!!!" ngegas Kayla yang sudah jengah.


"Wau! Aku kira seorang wanita anggun ini tidak bisa ngegas. hahaha. Ternyata fasih juga ya? Aku makin penasaran dengan kamu Kay," celetuk Agam.


"Sepertinya percuma saya berlama-lama di sini! Nggak ada gunanya!" balas Kayla dan langsung berdiri meninggalkan Agam.


"Saya jamin masalah ini akan saya tarik dan selesaikan jika kamu mau menjadi sekretaris saya dan menjadi pasangan saya nantinya," ujar Agam sebelum Kayla benar-benar pergi.


Kayla mengendus kesal mendengar tuturan Agam. Kayla yang sebenarnya menyukai kucing di sekitarnya mendadak tak menghiraukan keberadaan beberapa anabul lucu itu sama sekali.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2