![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Selama perjalanan Kayla hanya diam saja sembari melihat ke arah jalan yang ada di depannya. Bukan sekedar melihat sebenarnya, lebih tepatnya adalah melamun. Ntahlah, pikirannya kini tertuju pada Deevan. Sepertinya sudah lumayan lama ia tak bertemu dengan Deevan, kini ia dipertemukan kembali dengannya.
“Kayla? Kamu baik-baik aja-kan?” tanya Dion yang melihat Kayla hanya diam saja.
“Eh! Iya kak, aku nggak papa kok! Oh! Kita udah sampai di kantor ya? Hehe, sampai nggak sadar akunya,” jawab Kayla salah tingkah sendiri.
Mereka berdua berjalan beriringan memasuki kantor. Sudah banyak orang kembali di sini karena memang jam makan siang sebentar lagi akan berakhir. Dion menghalangi Kayla dari kerumunan orang-orang yang masuk ke lift. Cukup sesak itulah mengapa Dion memberikan space ruang agar Kayla tak pengap di kerumunan. Betapa perhatiannya laki-laki ini padanya.
“Waahh! Mejanya luas banget! Di luar ekspektasi aku tahu nggak kak? Penataannya juga pas banget lagi,” Kayla terkagum-kagum saat melihat meja kerjannya bersama Dion yang sudah berubah drastis.
Papa Kayla memang selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Ia berikan fasilitas yang nyaman untuk putri satu-satunya itu. Kayla meninggalkan Dion di mejanya. Tak sabar ia ingin mengucapkan terima kasih pada sang papa.
__ADS_1
“Papa!” dengan girangnya Kayla langsung masuk ke ruangan papanya. Tak disangka ternyata di sana papanya tengah berbincang dengan Pak Reymond. Yang tak lain dan tak bukan adalah orang tua Deevan.
Senyum sumringah Kayla berubah seketika. Ia menjadi kaku dan tiba-tiba blank. Padahal Pak Reymond sudah tersenyum hangat menyambut calon menantunya itu.
“Sayang? Kenapa Nak? Kok malah bengong di situ?” tegur papa membuyarkan lamunan anaknya.
“Eh! Emm, nggak Pa… Om Reymond? Apa kabar Om? Udah lama nggak ketemu,” jawab Kayla sedikit kikuk.
Disapanya Om Reymond tak lupa mencium punggung tangannya. Kayla sampai lupa tujuan awalnya ke ruangan sang Papa.
“Ada apa sayang? Sepertinya ada yang mau kamu omongin sama Papa,” tanya Pak William pada anaknya.
__ADS_1
“Emm, nggak penting kok Pa, nanti aja nggak papa… Kayaknya Papa sama Om Reymond lagi ngobril serius tadi,” jawab Kayla mengurungkan maksudnya.
“Kamu masih sering ketemuan sama Deevan-kan Kay? Kalian nggak lagi berantem-kan?” tanya Om Reymond tiba-tiba.
“Nggak dong Dad, aku sama Kayla masih sering ngedate bareng kok! Iyakan Sayang?” tiba-tiba Deevan sudah masuk dan langsung merangkul Kayla.
“Kamu ini! Nggak sopa asal masuk aja! Tata kramanya mana!” Gerang Dady.
“Aku udah ngetok pintu kok Dad, Daddy aja yang dari tadi fokus ke Calon istri aku,” jawab Deevan menaik turunkan matanya pada Kayla di sampingnya.
Kayla tersenyum canggung yang kini menjadi pusat pandangan Papa dan Daddy-nya. deevan tersenyum smirk melihat tingkah Kayla. melihat respon gadis itu, menandakan jika dirinya belum melancarkan aksinya untuk membatalkan pernikahan mereka berdua. Tentu saja itu melegakan Deevan. Deevan tak akan membiarkan pernikahannya dibatalkan.
__ADS_1
Kayla melepaskan rangkulan Deevan perlahan. Tak nyaman dan risih. Malu juga dilihati oleh Papa dan Daddy Deevan. Betapa terkejudnya Kayla saat tahu jika Deevan sudah memutuskan untuk terjun sepenuhnya di kantor Sang Daddy. Bahkan ia menyatakan jika kantor penerbitannya akan ia handle melalui jarak jauh. Daddy bahkan sudah memutuskan jika Deevan yang akan menghandle proyek yang tengah berlangsung bersama William Group. Itu berarti otomatis dirinya akan sering bertemu dengan Deevan dikemudian hari.
...Bersambung...