The New True Beauty]

The New True Beauty]
next


__ADS_3

Kayla melepaskan rangkulan Deevan perlahan. Tak nyaman dan risih. Malu juga dilihati oleh Papa dan Daddy Deevan. Betapa terkejudnya Kayla saat tahu jika Deevan sudah memutuskan untuk terjun sepenuhnya di kantor Sang Daddy. Bahkan ia menyatakan jika kantor penerbitannya akan ia handle melalui jarak jauh. Daddy bahkan sudah memutuskan jika Deevan yang akan menghandle proyek yang tengah berlangsung bersama William Group. Itu berarti otomatis dirinya akan sering bertemu dengan Deevan dikemudian hari.


“Ya sudah, kalian berdua bisa keluar bersama. Papa kasih kelonggaran untuk kalian bisa berduaan hari ini,” ujar Papa.


“Terima kasih Calon Papa Mertua,” jawab Deevan tanpa malu sama sekali.


Ia langsung menggenggam jemari Kayla dan mengajaknya keluar dari ruangan. Deevan melihat kea rah Dion sekejap, dengan tetap menggenggap jemari Kayla ia mengajaknya masuk ke lift. Kayla menepis tangan Deeevan, tapi percuma saja. Sang empunya tetap saja menggenggam jemarinya. Kayla sendiri takt ahu Deevan hendak mengajaknya ke mana.


“Eh! Siang Pak Deevan, Mbak Kayla,” sapa seorang karyawan yang kebetulan baru saja masuk ke dalam lift.


“Siang,” jawab Kayla dan Deevan bersamaan.

__ADS_1


Kayla memilih diam tak kembali berontak. Bisa berabe jika dirinya marah-marah pada Deevan di hadapan orang lain. Jadilah Kayla menurut saat Deevan tetap menggenggam jemarinya. Deevan tersenyum kemenangan melihat Kayla kini menurut. Deevan mengajak Kayla ke rooftop ternyata. Di sana sepi, hanya ada petugas café saja. Karena memang masih jam kerja makanya café rooftop ini tampak sepi.


“Ngapain sih!” protes Kayla.


Deevan melepaskan jemari Kayla saat sampai di tempat yang ia inginkan. Tak ada orang lain, itulah mengapa mereka bisa bebas berbincang di sini.


“Ayo dong Kay! Aku minta maaf, maaf karena udah berprasangka buruk sama kamu, maaf udah marah-marah nggak jelas sama kamu, maaf udah buat kamu kecewa,” ujar Deevan.


“Udah? Udah sadar ya? Tapi saya sudah tidak perduli dengan penyesalan anda,” jawab Kayla dengan menggebu-gebu.


“Maaf ya Pak, sayangnya saya lagi nggak pengen tuh, gimana dong? Sudah ya, saya mau lanjut kerja, kasihan pekerjaan Kak Dion masih numpuk,” bantah Kayla lagi dan berlalu meninggalkan Deevan yang masih berdiri tegap di sana.

__ADS_1


“Okee kalau itu mau kamu Kay, aku bakalan buat kamu jatuh cinta lagi sama aku,” gumam Deevan yang memandangi punggung Kayla yang perlahan menjauh darinya.


Kini saatnya berfipir keras untuk mengambil hati Kayla. setelah menenangkan dirinya barulah Deevan turun. Sampai di lantai atasan Deevan melihat ke meja Kayla. tampak dirinya tengah fokus berkutat dengan computer dihadapannya. Seddangkan Dion tengah sibuk pada dokumen-dokumen di hadapannya pula. Ternyata Kayla tak bohong, pekerjaannya memang sedang banyak sepertinya. Deevan menghampiri meja mereka berdua. Berdiri tepat di hadapan Kayla.


“Ada yang bisa saya bantu Pak?” tanya Kayla dengan sikap keprofesionalannya.


Sukses membuat Deevan semakin naik darah. Dirinya bisa berbicara santai padanya. Tapi kenapa bertindak seolah berbicara pada orang lain? Deevan melirik kea rah Dion yang tak sengaja tersenyum seolah mengejeknya. Bagaimana mungkin Calon istri berbicara kaku seperti itu?


“Sayang, kayak sama siapa aja sih? Santai aja dong ngomongnya. Aku mau ketemu Papa,” jawab Deevan dengan senyumnya menutupi rasa malunya.


“Silahkan Bapak bisa masuk, di dalam juga masih ada Pak Reymond,” ujar Kayla mempersilahkan.

__ADS_1


Lagi-lagi Deevan dipermalukan dihadapan Dion. Jelas sekali terlihat jika laki-laki itu Bahagia melihat Deevan dicueki oleh Kayla. Deevan langsung masuk ke ruangan CEO tanpa menghiraukan dua orang itu lagi.


...Bersambung ...


__ADS_2