![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Sampai di kota tujuan, Deevan dan Kayla langsung menuju ke lokasi tempat pertemuan. Ternyata acara para perusahaan penerbitan untuk malam ini diajukan. Beruntung Deevan dan Kayla sudah sampai kota tujuan saat mendapat kabar tersebut. Lokasi acara yang bertepatan di salah satu hotel memudahkan Deevan untuk mencari tempat singgah untuk istirahat sebentar.
Kayla mengikuti Deevan dari belakang yang sedang mengurus check-in kamar. Acara pertemuan penerbitan yang melibatkan sastrawan mancanegara membuat hotel ini terlampau ramai. Di lantai 9 Deevan memilih kamarnya dan juga Kayla. Karena lantai bawah cukup full. Tentu saja dua kamar, Deevan tak semodus itu kawan. hahaha
"Apa masih pusing Kay?" tanya Deevan basa-basi saat mereka berada di dalam lift.
"Sudah nggak kok Pak, udah segeran," jawab Kayla.
Deevan membukakan pintu kamar Kayla dan membantunya membawakan koper.
"Kamar saya di samping kanan, kalau ada perlu kamu bisa ke kamar saya," ujar Deevan.
Kayla mengangguk mengerti. Tak lupa dengan ucapan terima kasihnya sebelum Deevan keluar.
Huufft!
Direbahkannya tubuh lelah Kayla di ranjang nan luas dan empuk di kamarnya. Tidur di perjalanan tadi cukup nyaman tapi tetap saja tubuhnya hampir remuk. Kayla melihat jam tanganya. Acara dimulai kurang lebih dua jam lagi. Hendak tidur pun rasanya sudah tak bisa. Puas sudah tidur di perjalanan.
Kayla memilih untuk menyiapkan gaun pesta untuk sore nanti. Tak lupa peralatan tempur untuk merias wajah dan rambutnya nanti. Sudah siap dengan peralatannya, Kayla memilih untuk jalan-jalan keluar dari kamarnya. Berhubung perutnya juga meronta minta diisi, sekalian saja mencari makanan di sekitar sini.
__ADS_1
Wajah Kayla nan ayu, menjadikannya pusat perhatian kebanyakan orang yang berpapasan dengannya. Kayla yang dilihati oleh orang-orang pun merasa gugup sendiri. Sepertinya ada yang salah dengan dirinya. Pikirnya.
"Waahhh, ternyata di sini ada galeri kesenian juga," gumam Kayla yang tak sengaja masuk ke lorong yang mengajaknya ke sebuah galeri lukisan di hotel ini.
Saat sedang asik memerhatikan tiap lukisan tiba-tiba ia mendengar perbincangan seseorang yang ada di ruangan yang sama dengannya. Terlihat seorang laki-laki paruh baya tengah berbincang dengan OB yang bertugas di galeri ini. Bahasa asing? Itulah yang didengar Kayla. Tapi Sang OB tampak kebingungan.
Kayla berinisiatif menghampiri keduanya.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Kayla dengan ramahnya.
"Yes, I do," jawab Kayla.
"Saya mah dak paham bahasa macam itu neng... Minta tolong ya," ujar OB itu menunjukkan wajah sumringahnya melihat Kayla yang bisa merespon Bapak-Bapak di depan mereka.
"Saya coba bantu ya," jawab Kayla dengan senyumnya.
Singkat cerita, ternyata turis asing di hadapannya ini ternyata sedang mencari toilet. Dan ternyata malah tersasar di dalam galeri ini. Kayla dibantu OB tadi membantu Bapak itu menemukan toilet yang ada di dalam galeri.
__ADS_1
"Sory Mr ya! I permisi," ujar OB tadi undur diri setelah mengantarkan Bapak dan juga Kayla menemukan toilet.
Kayla yang awalnya hanya sekedar membatu Mr. Robert, kini malah asik berbincang membahas mengenai gambar-gambar yang ada di galeri ini. Baru berbincang sebentar, mereka tampak akrab membahas kesenian. Selain hobi menulis dan menggambar manga, Kayla sedikit tahu mengenai lukisan. Sehingga dirinya masih bisa nyambung jika berbincang membahasnya.
"I didn't expect to be able to talk so happily with you," ujar Mr. Robert mengungkapkan kegembiraannya.
_(Saya tidak menyangka bisa berbincang dengan senangnya bersama kamu)_
"I am also happy to be able to talk with you Sir," jawab Kayla.
_(Saya juga senang dapat berbincang dengan tuan)_
Kayla mengantarkan Mr. Robert ke meja resepsionis untuk menanyakan ruangan beliau. Menurut keterangan Mr. Robert, ia tadi bersama teman dan koleganya. Tapi terpisah saat ia mencari toilet dan malah tersasar.
Mereka menunggu beberapa saat, hingga datanglah seorang laki-laki yang mungkin saja sebaya dengan Kayla. Ternyata dia seorang penerjemah bahasa yang dikhususkan untuk menemani Mr. Robert.
"Your so pretty Kayla," ujar Mr. Robert sebelum benar-benar berpisah.
"Thanks Sir," jawab Kayla dengan bangganya.
__ADS_1
...Bersambung ...