The New True Beauty]

The New True Beauty]
Part 12


__ADS_3

Cukup lama mereka bertiga berbincang bersama. Hingga terhenti dengan kedatangan Dokter Kevin yang hendak menjemput istrinya. Oke! Kini Tinggallah Jassy dan Kayla di apartemen ini.


"Deevan pulang kapan Kay?" tanya Jassy.


"Nggak tahu Tan, nggak ada ngabarin Kayla," jawab Kayla sembari menyomot buah pir yang dikupas Jassy tadi.


"Progress kamu sudah berhasil Kay, selamat!" ujar Jassy.


"Belum Tan, Dokter Kevin tadi bilang masih perlu sedikit lagi," jawab Kayla.


"Kamu pasti kangen sama Mama Papa kamu,"


"Kangen sih, dikit, soalnya tiap weekend pasti pulang sebentar," jawab Kayla.


"Tante gemess lihat cekungan di pipi kamu," ujar Jassy menoel lesung pipi Kayla.


Dari tadi Jassy begitu senang melihat cekungan itu. Begitu manis. Apalagi ditambah dengan gigi taring anak itu, semakin membuatnya terpesona.


Malam semakin larut, Jassy yang hendak pulang tentu saja dicegah oleh Kayla. Mana mungkin Kayla tega melihat perempuan pulang larut malam sendirian? Akan sangat berbahaya nantinya.


"Tante mau tidur di kamarnya Pak Deevan atau bareng sama Kayla?" tanya Kayla.

__ADS_1


"Kalau Tante mau bareng sama kamu, Kayla keganggu nggak?" tanya Jassy.


"Nggak dong Tan, ayuk ke kamar Kayla," ajak Kayla.


🌵🌵🌵


Ditempat lain, lebih tepatnya di sebuah mansion megah milik pengusaha sukses William Aditya, tampak ia tengah mencari keberadaan Sang Istri di seluruh penjuru. Dibantu oleh Sang Anak dan art, tapi nihil. Hingga petugas keamanan melapor jika Nyonya Besar sudah meninggalkan mansion sejak petang tadi.


Teleponnya pun tak diangkat sama sekali. Berulang kali Deevan dan Dadynya menelepon. Deevan tadi sudah bersiap untuk kembali ke apartemen, tapi Dadynya tiba-tiba berteriak mencari Momy. Sontak Deevan mengurungkan niatnya untuk kembali ke apartemen.


William mencoba melacak keberadaan istrinya, betapa terkejutnya mereka berdua menemukan titik lokasi mobilnya berada di apartemennya. Deevan melajukan mobilnya dengan kekuatan full. Malam sudah larut, jalanan tak ramai, memudahkannya untuk berpacu dengan kekuatan full.


Benar saja dugaan mereka. Mobil Momynya terparkir dengan rapi di basemen. Memasuki apartemen, ruangan pertama yang ia tuju adalah kamarnya. Tapi nihil. Segeralah Deevan membuka pintu kamar Kayla dengan tak sabarnya.


Deevan melongo dibuatnya. Bagaimana mungkin pemandangan yang ia lihat saat ini nyata? Tampak Momy tidur berdua dengan Kayla. Tangannya juga! Lihatlah! Momy mengelus lembut alis Kayla. Seperti kebiasaan Momy dulu saat dirinya kecil.


Kayla tampak nyenyak diperlakukan seperti itu.


"Momy nggak mau pulang!" tolak Jassy mentah-mentah kepada suaminya.


Kini mereka sudah keluar dari kamar Kayla. Satu keluarga itu tengah berada di ruang keluarga.

__ADS_1


"Dady kangen sama Momy... Kita udah satu bulan LDR an lhoo," bujuk Dady. Deevan memutar bola matanya jengah melihat tingkah Dadynya. Bagaimana mungkin mereka tak malu ditonton anaknya sendiri.


"Besok aja pulangnya. Momy mau tidur sama Kayla," jawab Momy beranjak dan kembali ke kamar Kayla.


🌵🌵🌵


Jadilah kini Dady dan Deevan tidur berdua. Mereka tampak membisu sedari memasuki kamarnya. Sama-sama diam berkelut dengan pikiran masing-masing.


"Sejak kapan kamu tinggal sama anak gadis orang hanya berdua?" tanya Dady akhirnya membuka percakapan.


"Sejak tiga bulan yang lalu," jawab Deevan.


"Apa! Gila kamu ya! Siapa yang ngizinin kamu? Dady nggak pernah ngajarin kamu untuk kurang ajar ya Deev!" Dady mulai murka.


"Tenang dulu dong Pa. Deevan nggak seperti yang Dady pikirkan..." jawab Deevan. Semakin kacau saja ini mah!


"Kamu apain Kayla! Ha!" bentak Dady.


"Astaga! Deevan nggak ngapa-ngapain, Deevan cuma bantu Kayla program diet. Udah," jawab Deevan.


Ia sudah capek dengan perjalanan bisnis, ditambah dengan ini? Oh no! Ia ingin istirahat.

__ADS_1


"Udah ah! Deevan capek! Mau istirahat," ujar Deevan Kembali merebahkan dirinya.


...Bersambung ...


__ADS_2