![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Muaah! Tak lupa sebelum keluar Kayla mencium pipi Papa tercintanya. Setelah itu barulah Kayla keluar. Dion sudah membereskan mejanya dan juga Kayla. Padahal tadi sedikit penuh karena ulah Kayla. Kayla jadi insecure disandingkan dengan Dion yang senang akan kebersihan. Jika dipikir-pikir sama seperti Deevan yang gila akan kebersihan. Kayla! Kenapa lagi-lagi kamu menghubungkan dengan Deevan. Orang itu harusnya ia hempaskan jauh-jauh meski dari dalam pikiran kamu.
"Ayo Mas! Udah laper banget aku, hehehe," ajak Kayla.
"Oke-oke," jawab Dion lekas mengambil gawai dan dompetnya memasukkan ke dalam saku.
Mereka berjalan beriringan menyusuri koridor kantor. Sudah lumayan sepi kantor ini, mungkin sudah banyak yang keluar mencari makan siang.
"Kamu nggak makan siang sama tunangan kamu Dek?" tanya Dion. Dion memang sesekali masih memanggil Kayla dengan sebutan adek.
"Hehe, nggak Mas," jawab Kayla singkat.
Bisa-bisanya rekan kerjanya itu menyinggung perihal Deevan. Ya nggak salah sih, toh wajar saja orang menanyakan hal itu. Karena memang Kayla sudah memiliki tunangan. Tapi malah bersama Dion sang rekan kerja. Kayla mengajak Dion makan siang di sebuah restoran baru yang juga berada di sekitar kantor papanya. Tapi juga sedikit lebih jauh. Jadilah kini mereka berdua mengenakan mobil Dion untuk ke restoran itu.
__ADS_1
Dion membukakan pintu mobil untuk Kayla. Sampai di restoran yang mereka maksud, ternyata cukup ramai di sini. Kebanyakan dari mereka ada para karyawan yang bekerja si kantor dekat sini. Termasuk Kayla dan Dion.
"Ini buku menunya, mau pesan apa?" tanya Dion memberikan buku menu itu pada Kayla yang duduk di hadapannya. Mereka memilih untuk duduk di samping jendela kaca sembari menikmati pemandangan siang yang cukup terik kali ini.
"Mas, masak iya sih Mas Dion nggak punya pacar?" tanya Kayla tiba-tiba sembari menunggu maknaan mereka.
"Kenapa tiba-tiba tanya gitu kamu? hahaha," bukannya jawaban malah pertanyaan lain yang ia dapatkan.
"Kalau kamu jadi ceweknya Mas mau nggak?" telak Dion.
Jdyeerr!
Bagai disambar petir di siang bolong. Kayla terdiam mendengar jawaban Dion. Apa dia benar-benar menembaknya?
__ADS_1
"Kayla!" Panggil seseorang yang menghampiri Kayl dan Dion.
Mata Kayla membulat sempurna melihat siapa yang menghampirinya. Deevan! Itu Deevan bersama dengan Raka dan Vino. Raka dan Vino yang melihat Kayla sontak memeluknya erat saking rindunya. Sedangkan Kayla masih terkejut melihat ketiganya di sini.
"Sudah! Siapa yang mengizinkan kalian memeluk calon istri saya?" tegas Deevan melepaskan pelukan mereka bertiga.
Melihat sekeliling, ternyata mereka menjadi pusat perhatian orang-orang. Kayla menepuk jidat saking malunya. Niatan hati ingin meluapkan emosi, tapi tak mungkin karena banyak orang. Mereka juga tahu siapa Deevan. Yak tak lain adalah tunangan Kayla. Bisa gawat kalau tersebar berita 'Seorang Kayla anak dari pengusaha sukses bertengkar dengan tunangannya di sebuah restoran'. Bisa-bisa Papanya terkena serangan jantung nanti.
"Mas, aku tinggal sebentar ya? Vino Raka, minta tolong temani Mas Dion dulu ya?" ujar Kayla.
Mendapatkan anggukan dari keduanya Kayla langsung menarik tangan Deevan agar mengikutinya menjauh dari kerumunan.
...Bersambung ...
__ADS_1