![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
"Mas, aku tinggal sebentar ya? Vino Raka, minta tolong temani Mas Dion dulu ya?" ujar Kayla.
Mendapatkan anggukan dari keduanya Kayla langsung menarik tangan Deevan agar mengikutinya menjauh dari kerumunan.
Sebenarnya Deevan tadi hendak ke kantor Papa Kayla. Daddy-nya meminta untuk bertemu membahas kerjasama mereka. Jadilah setelah keluar bertiga Deevan meminta kepada dua karyawan setianya untuk mengantarkan ke sana. Sampai di basecamp parkiran tiba-tiba Deevan melihat Kayla yang tengah tertawa sembari berbincang riang dengan seseorang. Sontak Deevan tak jadi menemui Papa Kayla. Ia memilih untuk mengikuti kemana Kayla pergi. Wajah bahagianya bersama laki-laki lain membuat Deevan cukup naik pitam kali ini.
Kayla menarik Deevan sampai di sebuah koridor sepi. Kayla sendiri tak tahu ia membawa laki-laki itu kemana. Yang jelas ia membutuhkan tempat yang tak ada satu orang pun bisa mendengar percakapan mereka berdua.
"Aku seneng deh bisa ketemu kamu! Kita balik ke kantor yuk Kay?" ajak Deevan dengan senyuman manisnya.
"Ngapain sih! Ngapain Bapak ke sini? Siapa kemarin yang memecat saya? Bukan Bapak ya? Saya sudah bertekad untuk membatalkan rencana pernikahan kita!" ujar Kayla meluapkan emosinya.
"Nggak Kay! Aku minta maaf, aku udah salah paham sama kamu. Anggia udah memfitnah kamu," jawab Deevan menggenggam jemari tangan Kayla.
__ADS_1
"Aku mau kita baikan Kay, aku mau kita kerja bareng lagi," sambung Deevan.
"Maaf ya Pak, saya nggak bisa balik ke kantor Bapak lagi. Saya sudah memutuskan untuk membantu Papa saya di kantor," jawab Kayla menepis tangan Deevan yang menggenggamnya.
"Saya permisi, saya laper tapi udah nggak napsu lihat Bapak di sini!" Tegas Kayla lalu meninggalkan Deevan.
"Aku nggak akan biarin kamu membatalkan pernikahan kita," Deevan menahan lengan Kayla sesaat dan menekankan di tiap kata-katanya.
"Makan dulu Dek, ntar keburu dingin makanannya," ujar Mas Dion saat Kayla kembali diikuti Deevan di belakangnya.
Niatan hati ingin langsung mengajak Dion kembali ke kantor, tapi tak enak hati saat melihat partner kerjanya itu memakan makanannya dengan lahap. Alhasil Kayla duduk di samping Dion dan berhadapan dengan Deevan.
"Dak Dek Dak Dek! Emangnya adek elu ape?" batin Deevan bergejolak.
__ADS_1
Terlihat jelas tatapan menghunus dari Deevan dan Dion. Kayla pun dapat melihatnya. Mereka yang awalnya makan dengan keheningan yang mencekam, Raka sontak membuka perbincangan untuk menghangatkan suasana.
"Kak Kay beneran nggak mau balik ke penerbitan lagi?" tanya Raka pada kakaknya itu.
"Nggak Raka, kakak udah janji sama Papa untuk membantunya di kantor," jawab Kayla dengan senyumnya.
Makan siang kali ini lebih terasa canggung dari biasanya. Kayla yang melihat makanan Dion sudah habis langsung mengajaknya kembali ke kantor. Walaupun sebenarnya makanan Kayla masih banyak. Kayla yang terus mendesak tentu saja membuat Dion menurutinya. Tapi sebelum itu Dion memesankan makanan untuk Kayla agar ia makan di kantor.
"Kay, kamu barĂȘng aku ya? Aku mau ngomong sama kamu," ujar Deevan menahan kengan Kayla yang hendak memasuki mobil. Ia tak tahan lagi melihat Kayla bersama Dion.
"Udah ya Pak, kita ngobrol kapan-kapan lagi, saya masih ada pekerjaan di kantor," Kembali Kayla menepis tangan Deevan, dan Dion segera menutup pintu di sisi Kayla.
...Bersambung...
__ADS_1