![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Sampai di tempat lokasi, sebagian besar orang memperhatikan Kayla. Bagaimana tidak, paras ayu nan sempurna hadir ditengah-tengah mereka. Kayla menggandeng lengan Raka untuk mengurangi kegugupannya.
Sampai di dalam aula acara, Kayla disambut oleh berbagai hidangan yang sangat menggugah selera. Raka meminta izin untuk mencari keberadaan Vino. Oke! Saatnya kita beraksi! Kayla mengambil piring kecil yang tersedia. Mulailah ia memilah makanan yang ingin ia makan. Mumpung tak ada yang yang mengawasi. Mungkin pengawasnya sedang mempersiapkan diri untuk sambutan nanti. Hahaha.
"Malam Nona," sapa seseorang di samping Kayla.
"Anda berbicara dengan saya?" tanya Kayla menunjuk dirinya. Laki-laki itu mengangguk dengan senyuman yang tak luntur. Tapi masih kalah manis dengan Bosnya. Wkwkwk
"Oh, malam tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Kayla sopan.
"Tidak, aku hanya ingin bergabung bersamamu," ujar laki-laki itu mengelus punggung tangan Kayla yang kebetulan terbebas. Sontak Kayla menarik tangannya. Kayla celingukan mencari keberadaan Vino dan Raka. Ia ingin segera pergi dari hadapan laki-laki ini. Kayla tersenyum canggung di hadapan laki-laki itu.
"Kak! Ada yang memanggilmu!" seru Vino menggandeng Kayla agar mengikutinya.
"Saya permisi tuan," pamit Kayla.
Beruntung dua cecunguk itu segera datang.
"Jangan sekali-kali berhubungan dengan orang itu Kak!" ujar Raka setelah menemukan tempat yang pas.
"Siapa orang itu?" tanya Kayla penasaran. Pasalnya ia baru bertemu. Ia juga tak nyaman jika bersama orang baru.
"Orang yang berbahaya pokoknya," jawab Raka bingung bagaimana menjelaskannya.
"Semacam mafia?" tanya Kayla spontan. Raka dan Vino hanya mengangguk menimpali.
Kayla melongo dibuatnya. Padahal ia hanya asal menebak. Sangat menakutkan! Ia kira hanya sekedar cerita fiksi yang menceritakan mengenai mafia, ternyata ia menemui secara langsung.
Tak mau pikir repot, Kayla memilih menikmati makanan yang sudah ia ambil tadi. Pandangan Kayla menemukan Deevan di suatu titik. Tengah berbincang dengan rekan kerjanya. Ada Tuan William dan Nyonya Jassy juga di sana.
"OH MY GHOST!" gumam Kayla. Pandangan bertemu langsung dengan tatapan Deevan.
Kayla segera menggeser dirinya agar tertutup oleh bunga-bunga yang tersusun di sampingnya. Semoga saja Deevan tak menyadari keberadaannya.
"Vin! Aku ke toilet dulu ya," ujar Kayla.
"Aku temani ya Kak!" ujar Vino.
"Nggak usah, Aku sendiri ajah," jawab Kayla menolak. Ia bergegas ke toilet untuk menghindari Deevan sebentar.
__ADS_1
Pasti Deevan akan mengira jika dirinya salah lihat jikalau saja ia memeriksa di tempat Kayla tertangkap basah tadi. Toh Deevan akan segera naik podium untuk sambutan. Tak akan punya waktu untuk mencari di tempat lain. Kayla memutuskan di kamar mandi sedikit lebih lama. Setelah itu ia akan meminta kepada Vino untuk mengantarnya pulang sebelum Deevan.
"Wauu! Kita bertemu lagi Nona!" sapa laki-laki yang tadi menyapa Kayla. Kayla hanya tersenyum ramah menanggapi.
"Agam! Aku mencarimu sedari tadi!" panggil seorang perempuan.
What to the hell! Itu Anggia! Pacar dari Bosnya. Sontak Kayla mencoba menutupi wajahnya dengan poni rambutnya. Bisa gawat kalau Anggia mengenali Kayla.
"Baru aja mau ke kamar mandi Baby," jawab Agam, Laki-laki itu.
Baby? Tenang Kay! Mungkin itu hanya panggilan untuk teman akrab. Jangan over thinking dulu oke!
"Ada yang mau aku bicarakan!" ujar Anggia.
"Tunggu aku di balkon F," jawab Agam.
"Hai Nona, gaun mu terlihat sangat cantik," ujar Anggia kemudian berlalu.
Tinggallah Agam dan Kayla. Kayla ingin segera beranjak. Tapi akan sangat tidak sopan jika langsung pergi.
"Nona, bukankah kau juga berfikir jika ini takdir? Kita dipertemukan kembali. Aku ingin mengenalmu," ujar Agam meraih jemari halus Kayla. Sontak ditarik kembali oleh Kayla.
"Iya! Kurasa itu hanya kebetulan Tuan Agam yang terhormat!" suara barington mendekati mereka.
Deevan! Iya, itu Deevan. Deevan melepaskan jasnya dan memakaikannya pada Kayla.
"Apakah kau tak kedinginan mengenakan gaun ini?" tanya Deevan kepada Kayla dengan senyuman manisnya. Bukan senyuman manis menurut Kayla, ia justru merasa takut.
"Jangan kau ganggu orangku Agam!" tegas Deevan kemudian merangkul Kayla untuk pergi.
Percayalah, saat ini mereka tengah menjadi pusat perhatian orang-orang. Kayla sudah tak perduli, yang jelas kini ia tengah mempersiapkan diri mendapatkan hukuman. Deevan juga sudah tak perduli dengan tanggapan para karyawan dan tamu undangan lainnya.
Tampak Tuan William dan Ny. Jassy sudah ada di lobi hotel. Ya! Acara launching dilaksanakan di salah satu hotel ternama di ibu kota. Kayla sontak melepaskan rangkulan Deevan saat sadar menjadi pusat tontonan.
"Kayla sayang, ya ampuun... Kamu cantik bangeet nak!" ujar Tante Jassy setelah Kayla datang. Kayla hanya tersenyum ramah menanggapi pujiannya.
"Kok kamu nggak nyamperin Tante? Tante nggak tahu kalau kamu ternyata datang. Kata Deevan, kamu nggak datang ke acara," sambungnya.
"Hehe, iya Tante. Kayla nyusul berangkatnya tadi," jawab Kayla bingung.
__ADS_1
"Kamu kedinginan Kay?" tanya Om William yang melihat Kayla mengenakan jas anaknya.
"Kayla masuk angin Dad. Ya udah, Deevan ajak pulang duluan ya," jawab Deevan.
Kayla melotot terkaget. Bisa-bisanya Deevan berbohong. Masuk angin dari Hongkong apa?
"Ya Ampun. Ya udah, cepet ajak pulang Dev! Momy sama Dady juga mau pulang. Atau mau Momy ikut ke apartemen?" tanya Momy.
"Nggak usah Mom, Kayla cuma perlu istirahat kok. Iyakan Kay?" jawab Deevan sembari meminta jawaban dari Kayla.
Kayla mengangguk sesuai perintah Deevan. Deevan kembali merangkul pundak Kayla dan menuntunnya menuju mobil. Ia begitu geram pada perempuan di sampingnya ini. Bisa-bisanya ia mengabaikan perintah atasan.
"Pelan-pelan Pak, kaki saya sakiit," lirih Kayla yang tak bisa mengimbangi langkah kaki Deevan.
Barulah Deevan memelankan laju kakinya. Tak ada percakapan sama sekali sedari tadi. Hingga Kayla memberanikan diri untuk berbicara.
"Kenapa Bapak tiba-tiba ada di lorong toilet?" tanya Kayla.
"Kamu kenapa tidak mendengarkan perintah saya?" bukannya jawaban, malah pertanyaan yang Kayla dapatkan.
"Saya ingin hadir di acara launching Pak. Saya juga bosan di apartemen terus, sudah lama nggak ikut acara kantor, ada rasa kangen juga," jawab Kayla.
"Bukannya saya mengekang kamu Kay, tapi, tapi, sudahlah_ tak penting," ujar Deevan terhenti.
Kayla menghembuskan napas beratnya. BagImanapun disini ia juga yang salah.
"Saya boleh tanya nggak Pak?"
"Itu kamu sudah bertanya Kay," jawab Deevan.
"Hehe, Bapak kenapa tadi siang tidak mengetuk pintu? Nyelonong masuk aja. Untung saya nggak lagi bugil," ujar Kayla.
"Sudah puluhan kali saya memanggil dan mengetok pintu kamu, tapi volume handphone kamu mengalahkan suara saya," jawab Deevan.
"Maafin saya ya Pak," lirih Kayla. Tepat saat mereka sudah sampai.
Deevan membukakan pintu Kayla, mempersilajkannya keluar. Tapi kaki Kayla ternyata sakit. Mungkin karena mengenakan highhills sambil berlari tadi.
"Auuhh! Sebentar Pak. Sakit banget, nanti saya nyusul ke atas deh!" ujar Kayla memijit kakinya.
__ADS_1