The New True Beauty]

The New True Beauty]
weekend


__ADS_3

Sudah beberapa minggu ini Kayla bergabung di perusahaan Papa-nya. Jika biasanya ia akan bersiap pagi-pagi buta agar tak telat, berbeda untuk pagi ini. Mama membuarkan anak semata wayangnya kali ini tidur lebih lama. Karena memang ia tahu Sang anak sudah bekerja keras selama bergabung. Memang begitu setiap weekend, mama akan membiarkan anak dan suaminya beristirahal full di rumah. Tapi bukan berarti Bu Sandra akan membiarkan anaknya tidur sepanjang hari. Ia hanya menolelir setidaknya tambahan waktu tidur dua jam saja. Setelah itu akan sama saja, ia akan membangunkan Sang anak.


Seperti saat ini, setelah menyelesaikan rutinitas memasaknya Bu Mayang akan langsung membangunkan suaminya untuk bersih-bersih dan makan pagi bersama. Jika biasanya mereka akan makan di kisaran jan 6-7 pagi, maka di hari libur keluarga mereka akan makan pagi di jam 8 atau bahkan 9 pagi. Selepas itu ia akan naik ke lantai atas membangunkan gadis cantik nan imut yang masih bergelut dengan selimut yang masih membungkus tubuhnya dengan rapat.


Sreekk!!!


Gorden yang membentang di sepanjang jendela kaca kamar Kayla dibuka oleh Mama. Sayup-sayup Kayla terusik dengan pancaran sinar Mentari yang cukup menyengat itu. Sontak ia menenggelamkan wajahnya di balik boneka yang juga berselimut dengannya. Bermaksud untuk melanjutkan tidurnya.


Tidak semudah itu ferguso! Mama sebagai sosok yang paling ditakuti di dalam rumah megah ini pun langsung menghempaskan selimut yang membungkus tubuh anaknya ke sembarang arah. Jangan lupakan dengan suara merdu alias melengkingnya untuk membangunkan, tak pernak ketinggalan.

__ADS_1


“Ayo! Buruan bangun dong Kay! Udah siang ini! Olah raga sana lho! Jangan tidur mulu!” omel Mama Sandra.


“Ya ampun Mam, ini tu waktunya Kayla memperbaiki pola tidur. Kayla nggak perlu bangun pagi,” gumam Kayla menahan boneka-nya yang hendak diambil Mamanya.


“Hallah! Makanya kalau malam itu jangan begadang nonton drakor terus! Pekerjaan kantor juga nggak pernah sampai di bawa ke rumah kok! Jadi kamu aslinya bisa tidur di jam yang lebih cepet! Udah ayo cepetan mandi, terus sarapan!” omel Mama lagi.


Mama tak segan-segan menarik tangan mungil Kayla agar terduduk dari tidurnya. Dengan sedikit geram akhirnya Kayla menuruti Sang Nyonya Besar. Dikuceknya perlahan matanya untuk menghempaskan kantuk-kantuk yang tersisa, tak lupa juga dengan tahi-tahi mata yang ada di sudut matanya. Hahaha.


Ya! Saat ini Kayla memilih untuk lari-lari pagi terlebih dahulu setelah melihat jam dinding kamarnya yang masih menunjukkan pukul tujuh pagi.

__ADS_1


“Untung dibangunin jam segini, kalau mau lari pagi belum begitu terik-kan?” gumam Kayla sembari mengikat rambutnya.


Tak lupa ia memakai sunscreen untuk melindunginya dari paparan sinar matahari nanti. Kayla menenteng sepatunya dan memilih untuk memakainya di kursi ruang makan. Sembari melihat Sang Mama yang sepertinya tengah membuat cake ditemani Si Mbok dan Mbak ART. Tak berselang lama Pak William keluar kamar. Sepertinya sudah mandi, karena tercium aroma parfumnya yang segar salah satu aroma favorit Kayla dari Papanya.


“Mau lari pagi?” tanya Papa sembari mengecup kening anak tercintanya.


“Iya Pa. Bentar aja kok, tungguin Kayla ya makannya,” jawab Kayla.


“Siap Tuan Putri,” sambung Sang Papa yang kini melenggang ke halaman belakang.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2