![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Pagi ini Deevan sudah siap dengan setelan cassual andalannya. Ia akan kembali ke aktivitas hariannya. Ya! Hari ini ia akan kembali ke Ibu Kota. Bersama Dady dan Mommy tentunya. Dibawanya koper kecil miliknya menuju ke kamar orang tuanya. Benar saja, orang tuanya juga sudah siap. Deevan harus mempersiapkan diri untuk menemui karyawannya. Pasti mereka dilanda penasaran setelah melihat berita gempar kemarin malam. Yang lebih membuatnya tak nyaman yaitu terkuaknya rahasia jika dirinya adalah anak dari seorang pengusaha sukses di Indonesia.
"Ayo berangkat, nanti Mama Papa Kayla nungguin lama," ujar Mommy memimpin jalan suami dan anaknya.
Deevan yang melihat Mommy-nya membawa koper sendiri sontak memintanya. Dady-nya benar-benar tak peka. Sepanjang perjalanan ia memikirkan bagaimana suasana nanti saat bertemu Kayla. Ntah kenapa dirinya gugup kali ini. Deevan semakin panas saat melihat Kayla bersama laki-laki lain kemarin.
"Deev! Ayo turun! Kamu ngelamun apa sih?" kejut Mommy menyadarkan lamunannya.
"Iyya Mom,"
Meninggalkan kantor selama tiga hari ternyata membuat pekerjaan Deevan menumpuk. Bukan hanya kantor penerbitan, tapi juga kantor milik Sang Dady. Jadilah kini Deevan harus menghadap leptop sembari menunggu keberangkatan.
"Lho! Kok cuma berdua Mbak, anak gadis mana?" pertanyaan Mommy-nya mengusik konsentrasinya.
Deevan ikut nimbrung, tak lupa ia menyalami kedua calon mertuanya. Iya, dirinya juga mencari sosok Kayla. Tapi tak ada.
__ADS_1
"Kayla mau tinggal di rumah bibinya semingguan Mbak, mau refreshing katanya... Oh iya Deev, Kayla biarin libur sebentar yaa? Dia belum siap ketemu rekan kerja katanya. Maklumlah, pertunangannya kan dadakan," jawab Mama Kayla.
"Iya Tante, izinnya biar saya urus," sambung Deevan dengan senyumnya yang menawan.
"Pasti mau berduaan lagi! Alasannya aja belum siap ketemu karyawan," batin Deevan sembari melanjutkan pekerjaannya.
Dua pasang suami istri dihadapan Deevan tengah asik berbincang satu sama lain. Hanya dirinya lah yang tak ikut andil dalam perbincangan itu. Coba saja ada Kayla, ia pasti tertolong. Tiba-tiba Deevan kembali teringat oleh gadis itu. Digelengkannya kepalanya secara berulang menghilang sekelibat bayangan itu. Dering telepon menepis pikiran Deevan.
"Halo? Iya Vin, ada apa?" tanya Deevan. Ternyata Vino yang menghubunginya.
"Kirimi saya kabarnya, nanti kita bahas! Siang nanti kita bahas di kantor!" jawab Deevan.
"Ada apa Deev?" tanya Mommy yang melihat anaknya gusar.
"Ada sedikit masalah di kantor penerbitan Mom," jawab Deevan sembari fokus melihat berita hangat yang dikirimkan Vino.
__ADS_1
Deevan tak pernah sekalipun memberitahu orang tuanya jika ada masalah di kantor. Dady-nya pun seolah sudah percaya pada anak laki-lakinya itu pasti bisa menjalankan dua perusahaan sekaligus. Baru saja Deevan hendak menghubungi Kayla, tapi ia urungkan. Biarlah Kayla istirahat sejenak. Untuk masalah ini biar dirinya sendiri bersama Raka dan Vino yang menyelidiki.
Dari ruang tunggu, hingga kini ia sudah duduk di kursi penumpang, Deevan masih membaca artikel yang membicarakan tentang jadwal launching komik baru Agam. Bagaimana mungkin judul, tema, hingga sinopsis yang tertera sama dengan miliknya? Pasti ada yang membocorkan pada rivalnya itu.
"Apa sesulit itu masalah di kantor kamu Van? Kok dari tadi Mama perhatikan kamu sibuk banget," tanya Mama Kayla yang kebetulan duduk di samping Deevan.
"Nggak kok Tante, Tante tenang aja, Deevan hanya perlu mencari titik permasalahannya saja," jawab Deevan menghentikan kegiatannya. Tak mau dirinya membuat Ibunda Kayla khawatir.
"Jangan panggil Tante, biasakan panggil Mama ya... Apa perlu Kayla membantu kamu Deev?" tawar Mama Kayla.
"Hehe, iya Ma..."
"Nggak usah dihubungi Kayla-nya Ma, biar dia istirahat dulu... Deevan bisa dibantu karyawan yang lain," tolak Deevan. Ntahlah, kali ini ia tak ingin melibatkan Kayla. Bahkan Deevan tak mengizinkan Vino ataupun Raka untuk menghubungi wanita itu.
...Bersambung ...
__ADS_1