![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Selesai dengan santapan paginya, Deevan segera bersiap untuk ke kantor. Sedangkan Kayla membersihkan piring kotor mereka. Ia bersikukuh untuk membereskan meja makan. Meski ia sadar jika ini adalah kali pertama ia membereskan hal-hal seperti itu. Biasanya ada Si Mbok yang membereskan rumah.
“Astaga Kay! Kamu mau mandi sama sabun-sabun ini?” ujar Deevan yang melihat busa cuci piring sudah menggenang dengan banyaknya di wastafel. Keluar dari kamar, niatan ingin berpamitan, malah mendapatkan pemandangan yang menguji kesabarannya.
Piring yang dicuci hanya ada tiga, tapi busa dan sabunnya bisa untuk mencuci apartemennya sekaligus. Kayla yang mendengar teriakan itu hanya meringis. Ia benar-benar tak tahu takaran untuk mencuci piring. Akhirnya semua diambil alih oleh Deevan. Kayla menuruti Deevan untuk duduk di bar mini dapurnya. Mengamati Deevan yang dengan lihainya membersihkan kekacauan nya.
Deevan Kembali memakai jasnya dan berangkat ke kantor. Tak lupa ia berpesan kepada Kayla untuk menyelesaikan pekerjaannya yang akan ia kirim melalui email. Kini tinggallah Kayla sendiri di tempat ini. Kayla menyiapkan peralatan kerjanya di sofa depan. Karena jika di kamar saja, ia pasti bosan. Sembari menunggu email dari Deevan, Kayla memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Agar lebih frash nanti jika bekerja.
View di penthouse Deevan sungguh luar biasa. Seluruh pemandangan kota X begitu indah. Sepertinya ia akan betah berada di sini dalam kurun waktu tiga bulan.
Di kantor pusat tengah digemparkan dengan berita cuti Kayla. Terkhusus di ruang divisi Kayla, Sisil dan anggotanya tampak senang dengan berita cuti tiga bulan Kayla. Dengan begitu sebentar lagi akan dibuka perekrutan atau pemilihan sekretaris baru. Tapi, sebelum adanya desas-desus pemilihan sekretaris, Deevan telah mengumumkan penggantian Kayla dengan Raka.
Sebelumnya Deevan telah memberitahukan rencananya kepada Raka mengenai Kayla. Raka yang awalnya ragu akhirnya setuju dengan dukungan temannya Vino. Ada banyak suara yang tak menyetujui Tindakan Deevan. Tapi Deevan tetaplah Deevan yang bisa dibantah. Setelah menyelesaikan satu masalah itu, Deevan sampai terlupa belum mengirimkan berkas-berkas yang akan dikerjakan Kayla.
“Nunggu udah dua jam baru dikirimin kerjaan,” gerutu Kayla membuka laptopnya.
Gara-gara hanya makan porsi sedikit, Kayla kini sudah lapar Kembali. Dilihatnya isi kulkas Deevan untuk menemukan makanan pengganjal. Tapi semua itu nihil. Hanya ada bahan makanan dan sayur-sayuran di dalamnya. Jika hendak masak pun Kayla tak bisa. Dengan Langkah gontai Kayla kembali ke sofa untuk melanjutkan pekerjaannya.
Hingga jam makan siang Kayla menelepon Deevan. Ntah ia sadar atau tidak, yang kini ia seolah tak punya tenaga lagi.
“Paakk, lapeerrr, lapeeerr paakk,” sudah macam zombie saja suara Kayla.
Deevan yang mendengar suara lemah Kayla pun bergegas untuk pulang ke apartemen. Niken yang baru datang sama sekali tak digubrisnya. Ia hanya berpamitan jika ada urusan penting kepada pacarnya itu. Dipacunya mobil jazz miliknya dengan kekuatan penuh agar segera sampai di apartemen. Sapaan dari penjaga apartemen pun tak digubrisnya. Dengan gelisah ia menaiki lift.
Dilihatnya Kayla sudah terkapar dengan mengedipkan matanya ke langit-langit apartemen. Deevan sudah ngos-ngosan dibuatnya.
“Kay,” panggil Deevan.
__ADS_1
“Laper Pak,” rengek Kayla.
Deevan mengecek kondisi Kayla. Tapi sepertinya tak ada masalah serius. Memang hanya kelaparan saja. Akhirnya Deevan membuatkan makanan kepada Kayla agar tak merengek lagi. Dengan lahapnya Kayla menyantap makanan itu, tak menghiraukan Deevan yang menatapnya heran. Setelah urusannya dengan Kayla, Deevan Kembali ke kantor.
Sore harinya Deevan mengajak Kayla untuk berolahraga di ruang gym pribadinya. Kayla terperangah melihat berbagai macam peralatan untuk berolah raga. Jika tadi pagi Kayla berlari di taman apartemen, kali ini Kayla diminta untuk berlari di treadmill. Dimenit-menit awal hanya berjalan seperti biasa, hingga kemudian Deevan mempercepat laju alat ini hingga Kayla berlari.
“Kamu bisa pakai ruangan ini sesuka kamu Kay. Kalau saya nggak di sini pun nggak papa. Tapi juga harus dalam pengawasan saya. Kamu wajib laporan berapa lama dan apa saja yang boleh kamu gunakan,” ujar Deevan.
“Itu Namanya bukan sesuka saya Pak,” jawab Kayla.
“Terserah apapun anggapan kamu,”
Kayla yang tidak bisa mengoperasikan alat-alat ini pun diajari oleh Deevan. Agar kedepannya ia tak kesusahan. Setelah menyelesaikan target, Deevan mengajak Kayla menemui dokter pribadinya. Ya! Deevan memiliki dokter pribadi untuk berkonsultasi mengenai kesehatannya.
Percayalah, setelah siang tadi Kayla merengek karena kelaparan, kini Kayla Kembali merengek karena lapar lagi. Deevan memijit kepalanya pusing mendengar rengekan Kayla lagi. Sepanjang perjalanan Kayla terus mengajak Deevan untuk mampir makan.
Hingga satu jam perjalanan kemudian sampailah mereka di rumah praktek Dokter Kevin Ruzadi. Tempat praktek yang mereka datangi di rumah beliau langsung. Memasuki Kawasan rumah beliau, sudah disuguhi dengan deretan pohon yang tertata rapi begitu indah. Rasa lapar Kayla teralihkan sebentar.
“Sore Dok,” sapa Deevan menyalami Dokter Kevin diikuti Kayla.
“Sore, ayo masuk! Saya sudah menunggu kedatangan kamu dari tadi,” jawab beliau.
Beruntung Dokter Kevin tak ada praktek hari ini. Jadi Deevan bisa menemui di rumah, bukan di rumah sakit. Setelah berbincang sebentar, Dokter Kevin mengajak tamunya ke ruang lab-nya. Kayla tampak takut melihat banyaknya peralatan Kesehatan di sini. Kayla diminta untuk berbaring di brankar. Diremasnya lengan baju Deevan mengisyaratkan jika dirinya takut.
“Tidak ada terasa apapun, percayalah,” ujar Deevan menenangkan.
Kayla akhirnya menuruti. Dipakainya penutup mata untuk melindungi matanya. Kayla berbaring di brankar dan di masukkan ke dalam sebuah terowongan berwarna putih dengan lampu berwarna biru yang menyinari tubuhnya. Tampak Deevan dan Dokter Kevin melihat layer monitor di samping terowongan itu. Ntah ala tapa Namanya itu, Kayla pun tak tahu. Dari monitor itulah terlihat lemak Kayla yang tersebar di dalam tubuhnya. Bahkan mereka juga bisa melihat target yang dapat Deevan jadikan patokan. Dokter Kevin juga meminta kepada Deevan agar melihat foto Kayla sebelum gemuk untuk menjadi patokan pula.
__ADS_1
“Dokter, Pak Deevan? Sudah belum? Saya takut,” lirih Kayla yang semakin takut. Ia tak dapat melihat apapun karena matanya yang tertutup.
“Oke Kayla, sudah cukup,” ujar Dokter Kevin mengeluarkan Kayla.
“Setiap dua minggu sekali kemarilah, kita lihat penurunan lemaknya. Jika dua minggu lagi tak ada penurunan, kitab isa mengambil jalan pengecilan lambung,” jelas Sang Dokter.
Kayla melongo dibuatnya. Pengecilan lambung? Itu berarti, dirinya harus dioperasi? Oh tidak! Selama hidupnya ia tak pernah menjalani operasi. Ia bahkan takut jarum suntik. Tak boleh dibiarkan ini. Kayla menggenggam jemari Deevan. Memohon kepadanya untuk tidak mengambil jalan kedua itu.
“Itu berarti, kamu harus sungguh-sungguh supaya tidak dilakukan pengecilan lambung. Jangan minta makan terus kalua belum waktunya. Itupun harus sesuai porsi agar lambung kamu bisa beradaptasi,” ujar Deevan Panjang lebar.
“Siap! Saya akan sungguh-sungguh,” jawab Kayla cepat. Sontak Dokter Keevin tertawa mendengar interaksi mereka berdua.
“Dokter, kalua sekarang makan bolehkah? Serius saya lapar,” lirih Kayla.
“Baru saj..” jawaban Deevan terhenti atas isyarat Sang Dokter.
“Boleh, ayo kita nikmati makanan di luar,” ajak Dokter Kevin.
Senangnya Kayla mendengar ucapan Dokter Kevin. Sampai di teras belakang Dokter Kevin, sudah tersaji salad buah dan buah yang masih utuh di ranjangnya. Kayla melihat ke arah Deevan, sedangkan Deevan mengangkat alisnya sebelah seolah berkata ‘kenapa?’
“Kamu boleh makan buah kapan pun Kayla, tak ada Batasan sama sekali. Untuk makanan berat lainnya harus sesuai aturan dari Deevan,” ujar Dokter Kevin.
“Emangnya kenyang?” lirih Kayla.
“Kenyang Kay, semua itu hanya butuh pengaturan kebiasaan baru,” jawab Deevan.
Oke! Cemilan Kayla kini digantikan dengan buah. Dokter Kevin juga memberikan supplement kepada Deevan untuk Kayla. Supplement racikan Dokter Kevin sendiri. Jadi dapat dipastikan jika itu aman. Kata beliau, itu untuk menekan rasa lapar Kayla agar tak terlalu over. Janji Deevan untuk mampir ke rumah makan pun tak jadi terlaksanakan. Karena siapa lagi kalua bukan Deevan yang mengadu kepada Dokter Kevin. Kayla tak diperbolehkan makan di luar.
__ADS_1
...Bersambung ...