![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Atasan hitam dengan balutan rok tutu tang menjulur hingga mata kaki menjadi pilihan outfit Kayla saat ini Rok tutu dengan paduan beberapa warna yang sangat pas ditambah dengan blink-blink dan gambar unicorn menambah kesan mewah di dalamnya. Tak lupa dengan heels simpel pilihannya juga sukses menyita perhatian orang yang melihatnya.
Kayla dan Sang Papa berhenti di depan lobi. Hal yang tak disukai Kayla adalah saat ini. Ketika semua orang menunduk menyapanya. Tak nyaman rasanya seolah menjadi panutan seperti ini. Ini juga merupakan kali pertama setelah beberapa tahun lalu dirinya menginjakkan kaki di kantor papanya. Semenjak Kayla di bangku SMA ia sudah tak pernah lagi berkunjung ke kantor Papanya. Dengan canggung Kayla kembali menyapa pegawai Papa-nya.
“Sementara kamu satu ruangan sama Papa dulu ya? Mungkin beberapa hari lagi ruangannya jadi,” ujar Papa saat mereka menuju lift.
“Papa, aku satu meja sama Mas Dio aja, nggak usah dibuatin ruangan sendiri. Lagian kan aku bantuin Mas Dion dulu sementara ini,” jawab Kayla menolak.
“Apa nggak papa meja kamu di luar ruangan?” tanya Papa lagi memastikan.
__ADS_1
Meja dion yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Papa, memang disediakan meja di luar ruangan. Tepatnya di depan ruangan Direktur Utama. Dion sudah bekerja di kantor ini selama 4 tahun. Sejak dirinya magang di kantor ini, hingga diangkat sebagai karyawan tetap.
“Nggak papa dong Pa, sekalian Kayla berbaur sama yang lain,” jawab Kayla meyakinkan Papa.
“Ya sudah kalau gitu sayang, Papa minta orang untuk melebarkan meja kalian biar semakin nyaman,” ujar Sang Papa.
Keluar dari lift Papa dan Anak itu sudah disambut dengan sekretaris tampan Papa-nya. Dibalutkan dengan setelan jas navy membuat aura ketampanan Dion semakin terpancar. Dion menyambut kedatangan Bos-nya dan juga partner kerja barunya itu. Yang tak lain adalah anak dari Bos-nya. sudah lama rasanya dirinya bertemu dengan Kayla. Beberapa kali saat dirinya ke rumah Sang Bos, ia bertemu dengan Kayla. Tapi kini ia sudah jarang ditugaskan ke rumah.
“Pagi Nona Kayla, sudah lama rasanya tidak bertemu. Selamat bergabung di perusahaan Nona,” sapa Dion menjabat tangan Kayla.
“Pagi Mas Dion! Mohon bimbingannya ya Mas,” jawab Kayla menyambut jabatan tangan Dion.
__ADS_1
“Pasti itu,” sambung Dion dengan senyumannya yang menawan.
Setelah menyerahkan Kayla kepada Dion Papa meninggalkan mereka ke ruangannya. Kayla harus menunggu terlebih dahulu mejanya selesai disiapkan. Dion sontak mengajak Kayla berkeliling kantor sembari menunggu ruangan mereka berdua selesai disiapkan. Agar lebih efisiensi waktu menurutnya. Toh Kayla juga belum tahu seputar kantor keluarganya ini.
Kayla dan Dion mengelilingi kantor saat jam kerja, dan pastilah para karyawan sedang berkutat dengan pekerjaan mereka masing-masing. Saat kedatangan Kayla dan Dion sontak fokus mereka terpecahkan. Bagaimana tidak, seorang laki-laki yang menjadi incaran kebanyakan perempuan di kantor itu tengah bersama dengan ahli waris pemilik perusahaan yang tengah menjadi perbincangan hangat di area para karyawan.
“Gilak! Kok bisa ya ada orang secantik dan setampan itu?” celetuk salah satu karyawan saat Kayla dan Dion keluar dari ruangan divisi perencanaan.
“Iyaa hee, cocok banget mereka… Tapi sayang Nona Kayla sudah tunangan. Nggak kalah tampannya dari Pak Dion tahu!” sambung yang lain tampak mengagumi dua sejoli itu.
“Nggak papa kali, selama janur kuning belum melengkung,” sahut yang lainnya lagi.
__ADS_1
...Bersambung...