![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Selesai makan, Reymond mengajak anak istrinya untuk sekadar jalan-jalan di alam bebas. Sebuah villa yang jauh dari peradaban. Lebih tepatnya di tengah pepohonan rimbun, atau lebih terkesan seperti hutan. Reymond kembali merangkul pundak Kayla dan menggenggam erat jemari Sang Istri. Ia begitu bahagia bisa family time seperti ini. Reymond harus berterimakasih kepada coach pembimbing Kayla.
Hal itu tak luput dari pantauan Anggia dan Deevan yang ternyata juga penasaran.
Ting! Notif chat Kayla berbunyi. Dilihat gawainya, ternyata Deevan.
"Mau ke mana lagi? Kamu pura-pura tak tahu kalau saya ada di tempat ini juga?" begitulah isi chat itu.
"Saya nggak mau merusak acara kencan Bapak. Sepertinya saya akan pulang terlambat, Bapak nikmati hari panjang ini bersama Mbak Anggia," balas Kayla.
"Siapa sayang?" tanya Papa.
"Ha? Oh, ini, temen Kayla," jawab Kayla sedikit kaget.
Perjalanan mereka cukup panjang kali ini. Bagaimna tidak, lokasi tujuan mereka jauh dari peradaban. Sekaligus Kayla menyiapkan diri untuk kembali ke kantor dua hari yang akan datang.
__ADS_1
Selama perjalanan Kayla memilih untuk menonton serial favoritnya, ia hendak ikut nimbrung dengan Mama Papanya pun tak paham dengan pembahasan mereka. Mama Papa Kayla memang sama-sama berkecimpung di bisnin dan kantor yang sama. Bahkan Sang Papa pun sudah berulang kali mengajak Kayla untuk bergabung bersama di kantornya. Tapi Kayla tetaplah Kayla yang tak senang dengan dunia bisnis seperti milik orang tuanya. Ia lebih senang berkecimpung di dunia penerbitan dan penulisan online.
“Kay, kamu nggak ada pacar apa?” tanya Papa spontan.
“Ha? Buat apa Pa?” bukannya jawaban, malah pertanyaan absurd yang didapatkan dari anaknya itu.
“Kok buat apa sih! Pokoknya kamu kalau nyari pacar atau suami, nanti harus sesuai kriteria Papa sama Mama juga,”jawab Papa.
“Belum mikir kea rah situ ih! Perjalanan Kayla masih Panjang Pa. Kayla masih muda,” jawab Kayla.
“Hey, jangan salah, sekarang anak SD pun sudah banyak yang pacarana yaa,” sambung Papa.
“Sekarang itu, Kayla mau fokus sama pekerjaan Kayla dulu Pa, masalah pendamping mah belakangan aja,” jawab Kayla.
“Terserah kamu aja, kalau kamu nggak cepet-cepet ngasih cucu, Papa yang akan buatin adek buat kamu," celetuk Sang Papa.
__ADS_1
Ucapannya sukses mengundang pukulan luar biasa dari Mama. Dengan bermodalkan tas, sukses mendarat di kepalanya.
"Aduhh!!!" seru Reymond mengusap pelipisnya.
"Ngomongnya yang bermutu dikit napa sih! Punya Kayla aja udah bersyukur banget," ujar Mama.
"Kitakan sedang berusaha Ma," jawab Papa.
"Mau lagi?" tanya Mama yang sudah bersiap dengan tasnya.
"Ampun-ampun!" jawab Papa.
Kayla hanya terkikik melihat adu mulut kedua orang tuanya itu. Tak disangka, setelah berbincang cukup lama, sampailah mereka di tempat tujuan. Menghabiskan waktu bersama sebelum kembali ke kantor.
🌼🌼🌼
__ADS_1
Keesokan hariny, Kayla baru kembali ke apartemen. Ia memutuskan untuk ikut menginap dengan orang tanya di villa. Pagi ini Kayla sudah siap dengan pakaian olah raganya yang dipinjam dari Sang Mama. Mengelilingi kawasan taman hutan rimbun ini merupakan pengalaman baru bagi Kayla. Ditemani Papa, Kayla jadi tak sendiri. Mama? Mama masih tidur kata Papa. Ntahlah, tumben sekali masih tidur dijam sekarang.
...Bersambung ...