![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
"Dady tahu dari mana? Anggia baik kok selama ini. Bahkan Deevan sama Anggia sekarang semakin dekat," bela Deevan..
"Kamu itu coba sekali-kali nurut sama orang tua." lirih Dady.
"Terserahlah! Deevan mau istirahat," jawab Deevan kemudian mencium Mommy-nya dan kembali ke kamarnya.
"Aku takut Deevan mengecewakan Kaila, sayang" ujar Mommy pada suaminya.
"Kita doakan mereka terus. Sebentar lagi dia pasti tahu kelicikan pacar nggak benernya itu," jawab Dady menenangkan istrinya.
...****************...
Sampai di kamarnya Deevan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Hari ini cukup panjang menurutnya. Dilihatnya cincin yang melingkar di jemarinya. Cincin yang disematkan oleh Kayla beberapa jam yang lalu. Ia tak tahu harus bahagia atau sedih. Setiap kali berdekatan dengan wanita itu jantungnya berdetak kencang. Sama seperti saat pertama kali dirinya dekat dengan Anggia pacarnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Deevan teringat pada Anggia. Diambilnya gawainya di atas nakas. Sudah ada empat belas panggilan tak terjawab dari pacarnya itu. Sontak Deevan segera meneleponnya. Ia sengaja mengsilent nada deringnya saat acara tadi. Sudah tujuh kali Deevan menelepon Anggia, tapi sama sekali tak ada jawaban dari empunya.
Sedangkan dibelahan bumi lain, tampak Agam tengah meneguk habis minuman yang ada ditangannya. Tidak sendiri, melainkan bersama Anggia. Agam dan Anggia merupakan dua sejoli yang berteman baik sejak di bangku perkuliahan.
Anggia langsung terbang ke Bali saat tak sengaja melihat siaran langsung dua keluarga ternama yang tengah mengadakan pertunangan untuk anak mereka. Betapa terkejutnya ia saat tahu ternyata itu melibatkan pacarnya dan juga sekretarisnya. Terkejutnya lagi saat tahu ternyata dua orang itu merupakan bagian dari konglomerat.
Anggia mendapatkan tiket penerbangan tengah malam. Berulang kali dirinya menghubungi Deevan tapi tak ada jawaban sama sekali. Bahkan hingga dirinya sampai di hotel tempat acara berlangsung, ia terlambat jauh. Acara masih berlangsung tapi yang ia cari tak ada di tempat. Ia semakin jengkel saat Deevan lagi-lagi tak bisa dihubungi.
Hingga ia memilih untuk menghubungi Agam. Sampailah ia bersama Agam disebuah club. Anggia duduk berdua menikmati Vodka bersama partnernya. Agam mengepalkan tangannya saat tahu ternyata Deevan bertunangan dengan wanita yang ia cintai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepanjang malam Deevan berusaha menghubungi Anggia, tapi tetap saja tak ada jawaban sama sekali. Hingga ia tak sadar telah memejamkan matanya. Sinar mentari tampak mengusik tidur Deevan. Padahal ia tidur belum lama, tapi dirinya cepat terusik dengan sinarnya.
__ADS_1
Bangun dari tidurnya Deevan mengambil gawainya kembali yang tergeletak di sampingnya tidur. Deevan langsung menelepon Anggia.
"Emmhh! Siapa sih pagi-pagi ganggu!" keluh Anggia memaksa membuka matanya.
Tidurnya benar-benar terusik oleh dering gawainya sendiri. Anggia menyingkirkan lengan kokoh yang memeluknya erat dari belakang. Tapi Sang pemilik tangan justru memeluknya lebih erat. Mau tak mau Anggia membiarkannya. Anggia meraih gawainya yang ada di atas meja kemudian mengangkatnya. Betapa terkejutnya ia ketika mendengar suara Deevan di seberang sana.
"I-iyyaa?" jawab Anggia dengan gugup.
Pasalnya ia sedang bersama laki-laki lain saat ini. Anggia membuka selimut yang membalut tubuhnya, ia masih benar-benar polos.
"Jj-aangaan!!!!" cegahnya saat Deevan menawarkan diri untuk menjemput Anggia ke hotelnya.
Deevan baru saja menanyakan keberadaan Anggia. Mau tak mau ia mengaku jika dirinya sudah berada di Bali sejak semalam dan berusaha menghubungi Deevan pula.
__ADS_1
"Kita ketemuan di cafe pantai Bedugul saja! Aku siap-siap sekarang!" ujar Anggia akhirnya.
...Bersambung...