The New True Beauty]

The New True Beauty]
36


__ADS_3

Melihat suasana yang dari kedua belah pihak yang tak enak, Kayla memilih untuk mengajak Deevan segera pergi. Dari tatapan keduanya Kayla dapat melihat jika kedua tampak tak bersahabat. Untuk masalah apa Kayla pun tak paham.


Kayla yang melepaskan pelukannya pada lengan Deevan sontak dicegah olehnya. Kembali jemari Kayla ditautkan pada lengannya.


"Bersikap seperti biasanya kamu menemani saya pesta Kay," ujar Deevan.


Kayla memang sudah beberapa kali menemani Deevan menghadiri acara seperti ini. Bahkan ia pernah menemaninya ke acara pernikahan temannya. Tentu itu sebelum Kayla sekurus ini. Cemoohan yang ia dengar pun seolah sudah menjadi makanan sehari-hari. Sehingga ia merasa terbiasa.


Berbeda untuk kali ini. Sebagian besar tamu undangan yang berpapasan dengannya tampak berdecak kagum melihat penampilan dua sejoli yang tampan rupawan dengan wanita cantik nan anggun di sampingnya. Beberapa kali Kayla menyingkirkan anak rambutnya yang tergerai dipelipisnya karena gugup.


Ini memang pertama kali dirinya menghadiri acara penting pasca diet ketatnya.


"Saya akan memperkenalkan kamu dengan sastrawan Prancis sesuai janji saya," ujar Deevan.


Kayla berbinar mendengarnya. Sedari tadi ia menunggu kesempatan ini. Kayla melihat ada beberapa laki-laki beberapa jangkah darinya. Laki-laki itu tampak tak asing baginya. Mr Robert! Kayla tersenyum membalas senyuman darinya.


Tak disangka, ternyata Deevan mengajaknya menemui gerombolan yang sama dengan Mr Robert.


"Nice to meet you again Kayla," sapa Mr Robert mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Nice to meet you too Sir," jawab Kayla menyambut uluran tangan dari Mr Robert.


"Please leave us for a while", ujar Mr Robert pada rekannya yang juga tengah memperhatikan Deevan dan Kayla. Kini tinggallah mereka bertiga di sini.


"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Deevan dengan bahasa Inggrisnya.


"Ya, kami bertemu tadi sebelum acara," jawab Mr Robert.


"Jadi Mr Robert sastrawan yang dimaksud Bapak?" tanya Kayla.


Deevan mengangguk menjawabnya.


"Kau juga berbohong kepadaku. Kau bilang tertidur, ternyata bertemu dengan Mr Robert sehingga hampir telat," sambung Deevan tak mau kalah.


"Kau menjual namaku untuk bisa datang bersama wanita cantik ini Deev? Wauu! Hebat!" ujar Mr Robert sembari merangkul pundak Kayla.


"Kau belajar banyak dari Daddy-mu ternyata, hahaha" sambungnya.


"Jangan sembarangan bicara dan juga jangan sembarangan merangkul pundak wanita Om!" sanggah Deevan melepaskan rangkulan Mr Robert pada Kayla.

__ADS_1


Kayla yang melihat keakraban itu menjadi sedikit pusing. Apalagi Deevan tampak berbicara santai terhadap Mr Robert. Apa mereka saling kenal dan sedekat itu?


"Dia kenalan Daddy Kay," ujar Deevan akhirnya.


Kayla manggut-manggut mengerti. Pantas saja Bosnya itu tampak akrab. Sepertinya bukan hanya kenalan biasa, jika memang kenalan biasa kenapa bisa sesantai ini mereka.


Kayla banyak berbincang dengan Mr Robert, mungkin akan tetap berlanjut jika Deevan tak mengajaknya menyicipi makanan.


"Kenapa Bapak bohong pada saya kalau Mr Robert tak bisa berbahasa Inggris?" tanya Kayla akhirnya bisa mengutarakannya.


"Emm, emm, karena hanya kamu yang bisa mencairkan suasana kalau tiba-tiba aku canggung saat berbincang dengan orang lain. Biasanya kalau ke acara seperti inikan kamu yang menemani saya," ujar Deevan.


"Padahal biasanya juga ngobrol sendiri kalau ada koleganya," batin Kayla yang manggut-manggut seolah puas dengan jawaban Deevan.


"Kayla!" panggil seseorang yang menghampirinya.


...**Bersambung...


This's Agam**!

__ADS_1



__ADS_2