The New True Beauty]

The New True Beauty]
Kembali Bekerja


__ADS_3

...Assalamu’alaikum teman-teman pembaca novel Lhu-Lhu, maaf yaa Lhu-Lhu baru bisa up kali ini. Kemarin-kemarin lagi sibuk di rumah… keasyikan juga sama nulis novel “Tentang Sebuah Rasa”. Udah pada baca kelanjutannya belum nih? Boleh dong minta tolong untuk dibaca, nggak kalah seru juga kok isinya. Insyaallah kedepannya Lhu-Lhu bakal sering up ya teman-teman. Kalau Lhu-Lhu lama up lagi boleh dong diteror aja di grup chat atau kalau nggak lewat IG Lhu-Lhu (@lutfiaa171) \= IG Real. ...


...~~~ ...


Pagi ini Kayla sudah siap dengan setelan kerjanya yang terbaru. Kayla kembali bekerja, tapi bukan di kantornya yang lama. Ia tetap kekeh bergabung di perusahaan Sang Papa. Kayla sengaja meminjam baju kerja Mama-nya. Ia rasa milik Sang Mama lebih bagus dari pada miliknya. Memang seperti itu dirinya. Melihat milik tetangga memang lebih menggoda. Hahaha.


Semalam Kayla sudah berbincang dengan Papa-nya. Benar dugaan Mama, Papa menyambutdengan senang hati niatan Kayla untuk bergabung di perusahaan. Menunggu rencana pengenalan resmi di kantor, Kayla kini hanya perlu membantu Sang Papa. Anggap saja dirinya sebagai sekretaris ke-dua Sang Papa. Karena memang Papa sudah memiliki sekretaris tetap di kantor. Turun dari tangga ia disuguhkan oleh pemandangan dua bujangan yang tengah asiknya menikmati hidangan pagi. Siapa lagi kalau bukan Kakak Sepupu dan temannya? Mereka memang belum berencana pulang. Mereka berdua sengaja mengambil cuti lebih lama karena memang pekerjaan mereka cukup fleksibel. Kayla pun tak paham kakaknya bekerja di bidang apa. Yang penting saja halal dan dapat memenuhi gaya hidup foya-foya mereka. Hahaha.

__ADS_1


“Enak bener ya masakan Si Mbok? Sampai aku nggak ditungguin,” celetuk Kayla yang menghampiri Mama Papa-nya mengecup pipi keduanya.


“Kelamaan nunggu Elu,” jawab Kak Rey.


Sedangkan Kak Ilham tampak tersepona melihat penampilan formal gadis cantik di hadapannya. Seolah keluar semua aura kecantikan Kayla saat mengenakan baju kerja. Benar-benar makhluk tuhan yang tercantik yang kini ia lihat. Sampai toyoran Kak Rey membuyarkan lamunannya mengagumi sosok Kayla.


“Dikondisikan menganganya. Malu ntar ketahuan Om Tante,” bisik Kak Rey.

__ADS_1


“Pagi Kak Ilham,” sapa Kayla dengan senyuman manis nan ayunya.


“Pa-Paggi Kayla,” jawab Kak Ilham gelagapan.


Di meja makan diwarnai dengan perbincangan antara Papa dan Kayla. Tentu saja membahas mengenai pekerjaan yang akan Kayla lakukan di kantor nantinya. Kayla dulu sempat berkulian di bidang bisnis, bahkan sampai jenjang S2. Tentu saja itu atas kehendak Sang Papa dan Mama bukan karena keinginannya. Sehingga saat kuliah ia sambi dengan bekerja di kantor Deevan hingga saat ini. Ia menemukan kesenangan bekerjanya di kantor Deevan, hingga ia rela memohon kepada Papa-nya untuk menyetujuinya. Ia tak mau berkecimpung di dunia kerja Papa-nya saat itu. Hingga kini dirinya memaksakan diri untuk bergabung dengan Sang Papa.


Selesai sarapan, Kayla yang biasanya berangkat sendiri ke kantornya kini ia memilih untuk menuruti Papanya yang mengajak berangkat bersama. Toh mereka juga ke tempat tujuan yang sama, untuk apa berangkat terpisah.

__ADS_1


Disepanjang perjalanan Kayla tengah sibuk membaca dokumen-dokumen yang diberikan Papa malam kemarin. Ya, dari semalam Kayla memang sibuk memahami dokumen-dokumen itu. Agar ia tak bingung di kantor nanti. Tentu saja dirinya tak mau mempermalukan diri di hadapan para karyawan Papanya. Asal kalian tahu, Kayla sebenarnya memiliki tingkat kegengsian yang tinggi untuk urusan kemampuan.


...Bersambung ...


__ADS_2